Internasional

Kapal Perang TNI AL Tiba Di Lokasi Pencarian Malaysia Airlines

Monday, 10 Maret 2014 | View : 1847

BATAM-SBN.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, mengatakan Pemerintah Malaysia telah berkomunikasi dan meminta bantuan Pemerintah Indonesia terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing, China. Permintaan itu disampaikan Pemerintah Malaysia melalui Panglima Tentara Malaysia kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Kepala Staf Angkatan Laut Sabtu (8/3/2014) malam, untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan korban. "TNI merespon dengan baik dan segera deploy untuk perbantuan SAR tersebut," kata Djoko Suyanto melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Minggu (9/3/2014).

Selanjutnya, tambah Djoko Suyanto, unsur-unsur TNI yang akan terlibat dalam misi itu nantinya akan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia.

Tentara Laut Diraja Malaysia meminta TNI AL turut operasi SAR internasional mencari pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang dinyatakan hilang pada Sabtu (8/3/2014) siang itu. Untuk itu, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, memerintahkan jajaran Komando Armada Indonesia kawasan Barat TNI AL mengerahkan lima kapal perang dan satu pesawat intai maritim. Masing-masing dua kapal perang dari Gugus Keamanan Laut dan Gugus Tempur Laut Komando Armada Indonesia kawasan Barat TNI AL dikerahkan sejak Minggu pagi (9/3/2014). "Dua kapal perang kita sebetulnya sudah sampai di batas perairan itu sejak kemarin karena mereka sedang ada di sekitar Selat Malaka. Namun baru pukul 00.30 WIB bisa masuk perairan Malaysia setelah izin diberikan," elaborasi Laksamana TNI Marsetio.

Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada Barat, Laksamana Pertama Harjo Susmoro, di Batam, Senin (10/3/2014), mengatakan TNI AL akan membantu pencarian pesawat Malaysian Airlines yang hilang seoptimal mungkin.

TNI AL menempatkan lima KRI untuk mencari pesawat Malaysia Airlines bersama kapal perang milik Malaysia dan Thailand. Dua di antara tiga KRI itu sudah tiba di lokasi pencarian di sekitar Pulau Penang, Malaysia. Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada Indonesia kawasan Barat TNI AL, Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro, menyatakan, dua dari lima kapal perang TNI AL yang turut mencari pesawat MH 370 Malaysia Airlines sudah tiba di sekitar perairan yang diduga tempat jatuh pesawat terbang itu. "KRI Krait-827 dan KRI Matacora-823 sudah masuk dalam lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat," papar Laksamana Pertama Harjo Susmoro di Batam, Senin (10/3/2014).

TNI AL mengerahkan lima kapal perang, yaitu satu korvet (KRI Sutanto-377), empat kapal patroli cepat (KRI Krait-827, KRI Matacora-823, KRI Tarehu-829, dan KRI Siribua-859), plus satu pesawat intai amfibi CASA C-212 Aviocar bernomor U-621 dari Pusat Penerbangan TNI AL.

Malaysia membagi wilayah pencarian menjadi 10 sektor, Sektor A-J, dengan wilayah operasi pada arah barat laut dan posisi 80 mil laut dari Pulau Penang, di Semenanjung Malaka.

KRI Krait-827 ditempatkan di Sektor D dan KRI Matacora-823 di Sektor F. Sementara tiga kapal lain TNI AL, yaitu KRI Sutanto-377 di Sektor J, KRI Tarehu-829 di Sektor E, dan KRI Siribua-859 di Sektor C.

Kelima kapal perang TNI AL itu masih didukung pencarian dari udara melalui satu pesawat intai amfibi CASA C-212 Aviocar bernomor U-621 dari Pusat Penerbangan TNI AL. Laksamana Pertama Harjo Susmoro menyatakan, "Masih nihil."

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, unsur-unsur SAR dari TNI Angkatan Laut saat ini sudah berada di posisi sektor daerah pencarian yaitu di sekitar perairan Selat Malaka dan terus melakukan pencarian.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mengerahkan lima kapal milik TNI. “Iya, kami mengirimkan lima KRI yang terdiri dari KRI corvette dan patroli cepat, serta satu pesawat udara intai maritim," beber Laksamana TNI Untung Suropati.

Laksamana TNI Untung Suropati menambahkan kelima KRI dan satu pesawat intai itu sudah berangkat hari Minggu (9/3/2014) pagi dan diperkirakan telah tiba di lokasi titik terakhir pesawat melakukan kontak terakhir. “Tadi, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00, saya dikabari kapal-kapal kita sudah melintasi garis batas utara Selatan Malaka," terang dia.

TNI AL, imbuh Laksamana Untung Suropati, akan memfokuskan pencarian pesawat di Selat Malaka, Penang. Hal itu lantaran adanya informasi yang diperoleh dari Angkatan Udara Malaysia mengenai objek yang tidak dikenal ke arah barat laut. "Namun, ini semua baru dugaan ya. Karena sebelumnya sempat disampaikan bahwa pesawat Malaysia Airlines diketahui memutar balik ke arah kiri menuju bandara tempat lepas landas," jelas Laksamana Untung Suropati.

Indonesia bergabung dengan lima negara lainnya yakni China, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Amerika Serikat (AS), yang sudah lebih dulu diterjukan ke lokasi untuk mencari pesawat yang memuat 227 penumpang dan 12 kru.

AS sendiri seperti menurunkan kapal perang penghancur kelas Arleigh Burke mereka ke perairan Vietnam untuk membantu pencarian. Misi pencarian itu juga melibatkan pesawat tempur, kapal fregat, dan kapal selam. (viv/ant)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.619 Since: 05.03.13 | 0.1779 sec