Internasional

Indonesia Kirim Lima Kapal Perang Cari Malaysia Airlines

Monday, 10 Maret 2014 | View : 1904

SURABAYA-SBN.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengirim lima kapal perang dan satu pesawat intai untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS). Pesawat berpenumpang 239 itu hilang dalam penerbangan ke Beijing. Pada hari Minggu (9/3/2014), lima kapal perang Indonesia ditambah satu pesawat intai telah dikerahkan untuk membantu mencari pesawat terbang Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH 370.

Hal ini disampaikan oleh Laksamana TNI Marsetio selaku Kepala Staf TNI AL di Jakarta. "Tadi saya berkomunikasi dengan Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz. Intinya, mereka meminta kami membantu mencari pesawat terbang Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang kontak itu," ungkap Laksamana TNI Marsetio, yang dikutip wartawan.

Sebanyak lima kapal perang Republik Indonesia TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk membantu Tim SAR (Search and Rescue) mencari pesawat Malaysia Airlines yang hilang kontak dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China sejak Sabtu (8/3/2014) lalu. "TNI AL mengikuti prosedur yang telah ditunjuk oleh AL Malaysia, TNI AL mendapat sektor pencarian di Selat Malaka di wilayah Pulau Penang bersama Angkatan Laut Malaysia," kata Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di Pangkalan TNI AL Armada Timur (Armatim), Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/3/2014).

Laksamana TNI Marsetio menambahkan, pencarian ini merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan negara-negara ASEAN. Setiap terjadi bencana akan dilakukan pencarian maupun perbaikan secara bersama. "Memang setiap bencana dimanapun, tidak ada satu negarapun yang dapat menyelesaikan sendiri. Maka dari itu TNI AL memutuskan untuk mengirim 5 kapal perang dan 1 pesawat intai maritim untuk membantu melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang," terang Laksamana TNI Marsetio.

Kelima kapal perang RI yang dikerahkan yakni satu kapal korvet kelas Parchim yaitu KRI Sutanto-377, serta 4 kapal patroli terdiri KRI Krait-827, KRI Matacora-823, KRI Siribua-859, dan KRI Tarihu-829 serta 1 pesawat intai Maritim juga dikerahkan.

TNI Angkatan Udara mengirim satu pesawat Boeing 737 Angkut Intai A-7303 Patroli Maritim (Patmar) untuk membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200 MH 370 yang hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Beijing, China pada Sabtu (8/3/2014). “Kami juga siapkan satu pesawat udara patroli maritim Cassa U-621 yang bertugas melakukan pencarian lewat udara," beber Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, di Jakarta, Senin (10/3/2014).

Pesawat intai strategis TNI AU dengan pilot Letkol. Pnb. Sudewo berangkat dari homebase Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar melalui rute Laut Jawa, Lanud Halim Perdanakusuma dan menuju Lanud Ranai.

Komandan Lanud Ranai Letkol. Pnb. Andri Gandhy bertindak selaku Komando Pengendali (Kodal) selama Pesawat Boeing 737 Patmar TNI AU dioperasikan.

Lokasi rencana pencarian pesawat MAS oleh pesawat TNI AU Boeing 737 Angkut Intai A-7303 Patroli Maritim (Patmar) yang akan beroperasi dari Lanud Ranai ke arah jalur penerbangan MAS 347 yang berjarak 400 km (200 nm) atau sekitar setengah jam penerbangan dari Pulau Natuna.

Kelima kapal perang yang ditugaskan tersebut tergabung dalam Komando Armada Republik Indonesia (RI) Kawasan Barat (Koarmabar) Indonesia TNI AL yang dilibatkan dalam pencarian pesawat tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengatakan, semua kapal perang yang dikerahkan akan bergabung dalam Komando Armada Indonesia Kawasan Barat Tentara Angkatan Laut Indonesia. "Saya sudah berhubungan dengan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) Tan Sri Abdul Aziz Jaafar. Mereka (TLDM) minta kita bantu mencari pesawat MAS yang dilaporkan tidak dapat dihubungi itu," imbuh Laksamana TNI Marsetio dilansir dari themalaysianinsider, Minggu (9/3/2014).

Dan wilayah operasi pencariannya ada di wilayah perairan Indonesia di Selat Malaka. "Kami kerahkan kekuatan militer yang kita miliki agar misi pencarian ini segera menunjukkan hasil. Kami senantiasa berkoordinasi dan saling membagi informasi dengan rekan-rekan internasional kami dalam misi pencarian ini," lanjut Laksamana TNI Marsetio.

Pencarian telah dilakukan sejak Minggu (9/3/2014) sekitar pukul 17.00 WIB. Pesawat intai sudah diberangkatkan untuk melakukan pencarian. Sedang KRI Sutanto dan 4 kapal patroli lainnya diperkirakan sudah tiba di Selat Malaka.

Laksamana TNI Marsetio menambahkan, kapal perang yang dikerahkan sedang mengawal perairan, sementara lainnya memang diarahkan untuk melakukan pencarian. "Kami kerahkan kekuatan agar misi pencarian ini dapat menunjukkan hasil. Kami juga senantiasa berhubung dengan rekan antarabangsa dalam misi ini," jelasnya.

Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada Barat, Laksamana Pertama Harjo Susmoro, di Batam, Senin (10/3/2014) mengatakan TNI tidak menetapkan batas waktu pencarian pesawat yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) itu.

Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada Barat, Laksamana Pertama Harjo Susmoro, di Batam, Senin (10/3/2014) mengatakan TNI AL akan membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang seoptimal mungkin. "Sampai secepatnya ketemu. Tapi, kalau belum ketemu, tergantung Malaysia. Kalau Malaysia menyatakan pencarian dihentikan, kami berhenti. Tapi kalau belum, kami bantu seoptimal mungkin," sambung dia.

Selain kapal perang Indonesia dan Kerajaan Malaysia, kapal perang Kerajaan Thailand juga dilibatkan dalam pencarian pesawat MH 370 itu.

Dari Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga berharap operasi gabungan pencarian MH 370 Malaysia Airlines yang juga diikuti negara-negara ASEAN itu bisa menjadi momentum untuk peningkatan kerja sama regional. "Semoga momentum ini bisa digunakan untuk kedepankan persamaan, perdamaian dan kerjasama di kawasan China Selatan untuk misi kemanusiaan," tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Informasi menyebutkan, radar Tentara Udara Diraja Malaysia dikabarkan "menangkap" pantulan gelombang radar satu wahana udara di sekitar ruang udara Penang, Semenanjung Malaka. Pesawat MH 370 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing, China pada pukul 00.41 waktu setempat, Sabtu (8/3/2014). Seharusnya, dia mendarat di Beijing, China pada 06.40 waktu setempat pada hari sama dalam penerbangan tanpa henti itu.

Akan tetapi, radar Pengendali Ruang Udara Subang, Malaysia, kehilangan kontak baik di layar monitor radar ataupun suara dengan MH 370 pada pukul 02.41 waktu setempat. Untuk diketahui, pesawat tersebut hilang kontak pasca dua jam mengudara dari Bandara Kuala Lumpur International Airport menuju Beijing. Pesawat lepas landas dari KLIA pukul 01.20 waktu Malaysia, Sabtu (8/3/2014).

Pesawat MH 370 tersebut mengangkut 239 penumpang dan awak pesawat. Di dalam pesawat MH 370 yang memakai Boeing B-777-200ER itu terdapat tujuh penumpang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), semula dikabarkan ada 12, antara lain Ferry Indra Suadaya (42), Herry Indra Suadaya (35), Lo Sugianto (47), Firman Chandra Siregar (25), Indrasuria Tanurisam (57), Chynthyatio Vinny (47) dan Willysurijanto Wang (53). (ant/themalaysianinsider)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.661 Since: 05.03.13 | 0.2106 sec