Internasional

PM Italia Mengundurkan Diri

Friday, 14 Februari 2014 | View : 802

ROMA-SBN.

Perdana Menteri (PM) Italia, Enrico Letta, mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya berlaku efektif mulai hari ini, Jumat (14/2/2014).

Pengunduran diri Enrico Letta terkait dengan keputusan Partai Demokrat yang tak lagi mendukungnya dan menginginkan perubahan pemerintahan. “Keputusan ini diambil pimpinan Partai Demokrat berdasarkan pertemuan nasional hari ini,” kata Enrico Letta, dalam pernyataan resmi, di Roma, Italia, Kamis (13/2/2014).

Perdana Menteri (PM) Italia Enrico Letta menggelar pertemuan kabinet terakhirnya sebelum mengundurkan diri pada Jumat (14/2/2014). Rapat kabinet akan dimulai Jumat, pukul 10.30 waktu setempat.

Ini sekaligus membuka jalan bagi pesaing lamanya Matteo Renzi (39 tahun) untuk menggantikannya.

Enrico Letta akan menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi kepada Presiden Italia, Giogio Napolitano, di Istana Kepresidenan, Jumat (14/2/2014), setelah dia memimpin rapat terakhir kabinet. Enrico Letta kemudian diperkirakan mengajukan pengunduran dirinya secara resmi kepada Presiden Giorgio Napolitano setelah gejolak pemerintah selama 10 bulan dengan kubu kanan.

Drama pengunduran diri ini terjadi setelah perseteruan selama berminggu-minggu antara Enrico Letta dan Matteo Renzi, pemimpin ambisius yang baru terpilih dari Partai Demokrat yang berkuasa.

Spekulasi beredar bahwa Matteo Renzi yang baru terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat pada Desember 2013 ingin mengambil alih jabatan PM Italia dari Enrico Letta yang masa jabatannya akan berakhir pada 2015.

“Lompatan Fana” demikian judul berita yang dibaca di mingguan L’Espresso, seraya mengatakan Matteo Renzi “menarik tali operasi yang diselenggarakan di meja perundingan pada dua bulan lalu: ini bisa menobatkan kepemimpinan dirinya atau mengurangi popularitasnya”.

“Pergantian” antara Enrico Letta dan Matteo Renzi merupakan langkah tak populer di kalangan orang Italia, demikian menurut jajak pendapat, dan ada kekhawatiran di partai tersebut bahwa hal ini bisa semakin mencemarkan nama mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi.

Sebelumnya dalam rapat nasional Partai Demokrat, Ketua Partai Demokrat, Matteo Renzi, menyerukan perubahan pemerintahan agar negara tidak dibiarkan terus dalam ketidakpastian.

"Kami berterimakasih atas pengabdian dan kerja keras Tuan Letta, tetapi kami tidak bisa membiarkan negara terus dalam ketidakpastian," kata Matteo Renzi, dalam pidatonya di hadapan anggota Partai Demokrat.

Para analis mengatakan Matteo Renzi sekarang tercemar dengan citranya sebagai seorang politisi yang “menggunakan jubah dan belati yang menggulingkan Letta”, seorang anggota terkemuka di partainya sendiri.

Padahal pada perjanjian sebelumnya, Enrico Letta diberi mandat untuk tetap menjabat hingga 2015. Tanda-tanda tersingkirnya Enrico Letta dari dukungan internal Partai Demokrat sudah terlihat dari ketidakhadirannya dalam rapat partai yang berlangsung Kamis (13/2/2014).

Matteo Renzi yang lebih muda 8 tahun dari Letta mendapat dukungan kuat dari internal partai untuk menggantikan Enrico Letta dan membentuk pemerintahan baru yang dapat melepaskan Italia dari tekanan ekonomi dan masalah pengangguran.

Tapi analis juga mengatakan, Matteo Renzi bisa dengan cepat memenangkan dukungan jika dia berhasil mendorong ekonomi melalui reformasi-reformasi penting, dan para investor mendukung luas dengan menjaga kestabilan saham dan harga obligasi pada pasar keuangan.

“Proses reformasi ini mungkin akan mendapat dorongan,” kata Bank UniCredit Italia dalam sebuah catatan penelitian, seraya menambahkan bahwa “jalan kedepan bukannya tanpa halangan”.

Pasar saham di Milan pada Jumat (14/2/2014) naik 1,01% selama perdagangan dan data resmi yang baru menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1% di kuartal keempat, pertumbuhan pertama setelah resesi pasca perang panjang di negeri ini.

Saat ini, angka pengangguran di Italia meningkat signifikan dan mencapai posisi tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Ekonomi Italia juga menyusut 9% dalam tujuh tahun terakhir.

Mario Calabresi, editor harian La Stampa mengatakan krisis yang terjadi tiba-tiba ini menimbulkan “rasa ketidakpercayaan” di antara kalangan Italia karena sebagian besar orang mengharapkan perubahan pemerintah yang akan datang melalui pemilihan umum dini. (bbc/cnn/afp/bloomberg)

See Also

Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.342.690 Since: 05.03.13 | 0.2401 sec