Internasional

Panglima TNI: Penamaan KRI Usman Harun Urusan Internal RI

Friday, 07 Februari 2014 | View : 926

JAKARTA-SBN.

Reaksi pemerintah Singapura terhadap penamaan KRI Usman Harun ditanggapi dingin oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Bagi mantan Kasad ini, pemberian nama baru bagi kapal perang milik TNI AL merupakan urusan internal, tak ada hubungannya dengan sejarah Singapura. "Itu urusan internal kita. Tujuannya bukan untuk membangkitkan emosi. Masalah di sana enggak ada hubungannya," tegas Jenderal TNI Moeldoko di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Jenderal TNI Moeldoko menambahkan, TNI AL memiliki tradisi sendiri dalam menamai kapal perangnya dengan nama pahlawan nasional. Tidak ada urusan politik dalam mengeluarkan keputusan tersebut. "Tradisi yang dikembangkan di AL, menamakan kapal dengan nama pahlawan nasional. Enggak ada tujuan lain," lanjutnya.

Pemerintah Singapura memprotes penyematan nama Sersan Usman Haji Mohamad Ali dan Kopral Harun Said pada tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) baru milik TNI AL. Protes pun dilayangkan Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Penolakan itu bukan tanpa alasan, masyarakat Singapura menganggap keduanya adalah pelaku kejahatan. Sebab, dua marinir asal Indonesia ini melakukan pengeboman terhadap sebuah bank bernama McDonald's House yang menewaskan tiga orang dan melukai 22 warganya.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku belum menerima surat keberatan dari pemerintah Singapura soal penamaan KRI Usman Harun. Meski demikian, Marty Natalegawa mengaku sudah mendengar dan mencatat keprihatinan negara tersebut ke dalam dokumen milik Kementerian Luar Negeri. "Enggak ada (kiriman surat). Mereka memang menyampaikan keprihatinan, kita semata mencatat saja keprihatinan mereka. Penamaan kapal perang itu kan melalui suatu proses, dan itu wewenang kita. Kita sudah menyampaikan kepada mereka. Masalahnya sudah selesai," tegas Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Marty Natalegawa menjelaskan, disematkannya nama Usman Harun pada kapal perang milik TNI AL sudah melalui prosedur dalam internal TNI AL. Sehingga, tidak ada pelanggaran ataupun kesalahan yang dilakukan Indonesia. "Penamaan kapal perang kita itu sudah sesuai prosedur, sesuai ketentuan dan pola yang sudah ditetapkan," tandasnya.

Menlu Marty Natalegawa memastikan, kontroversi KRI Usman Harun tak akan mengganggu hubungan kedua negara. "Mereka sudah mengetahui bahwa ini sesuatu yang sudah kita putuskan," pungkasnya. (tri/mer)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.821 Since: 05.03.13 | 0.1732 sec