Ekonomi

Harga Emas Jatuh, Bank Sentral Swiss Rugi

Tuesday, 07 Januari 2014 | View : 2429

JENEWA-SBN.

Swiss National Bank (SNB) atau bank sentral Swiss pada Senin (6/1/2014) mengumumkan kerugian US$ 9,9 miliar atau setara sembilan miliar franc Swiss pada 2013 akibat jatuhnya harga emas dunia.

Dengan demikian, SNB menyatakan tidak akan membayar dividen kepada negara.

Dari sisi valuasi kepemilikan emas, kerugian itu mencapai 15 miliar franc Swiss pada 2013. Sebab, harga emas dunia anjlok hingga 28%.

Kerugian tersebut bisa ditutupi oleh gain tiga miliar franc Swiss dari cadangan devis dan tiga miliar franc Swiss lainnya dari dana stabilisasi, yang berjalan sejak 2008 untuk menyelamatkan bank terbesar, UBS.

Tapi, oleh karena SNB harus menyisihkan dana tiga miliar franc sebagai provisi untuk cadangan devisanya, kerugian diprediksi mencapai sekitar 12 miliar franc Swiss.

“Oleh karena kerugian ini jauh lebih besar dibandingkan 5,3 miliar franc Swiss dalam distribution reserve, SNB tidak bisa memberikan dividen,” kata SNB dalam pernyataan tertulisnya.

SNB biasanya membagikan dividen kepada pemerintah konfederasi maupun pemerintah-pemerintah daerah. Tahun lalu, SNB melaporkan laba 6,9 miliar franc Swiss dan membagikan dividen 2,4 miliar franc Swiss.

SNB dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan pada 7 Maret 2014.

Tahun lalu, harga emas dunia mencatat penurunan terbesar sejak 1981 seiring membaiknya perekonomian global.

Valuasi kepemilikan emas SNB, yang mencapai 1.040 ton, mencapai 37,84 miliar franc Swiss per akhir November 2013. Sedangkan, cadangan devisa mencapai 446,4 miliar franc Swiss.

Sebanyak 26 pemerintah daerah adalah pemegang saham terbesar SNB. Bersama pemerintah konfederasi, 26 pemerintah daerah itu menerima dividen tahunan satu miliar franc Swiss.

Saat ini, sedikitnya 20% aset SNB harus dalam bentuk emas.

SNB juga dilarang menjual kepemilikan emas tersebut dan seluruh emas SNB harus disimpan di Swiss.

Saat ini, sekitar 20% dari cadangan emas SNB dipegang oleh Bank of England (BoE) dan 10% oleh Bank of Canada.

Presiden Swiss National Bank (SNB) atau bank sentral Swiss, Thomas Jordan tahun lalu mengatakan aturan tersebut membatasi kemampuan pihaknya untuk menjalankan kebijakan moneter. (afp/bloomberg)

See Also

Bursa Eropa Datar
Bursa Asia Ditutup Positif
Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.517.514 Since: 05.03.13 | 0.2524 sec