Cinta Bapa Dalam Pekerjaan Rumah Tangga Juga Vital

Total Views : 329
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Pekerjaan rumah tangga seperti memasak banyak didominasi oleh kaum perempuan atau para isteri/ibu. Apakah kaum bapa juga perlu terlibat lebih besar lagi dalam bidang ini. Apakah ada nilai tambah dan manfaat dalam kaitannya dengan membangun kebahagian keluarga? Haruskah ada bakat memasak terlebih dahulu untuk memulainya?

Ada beragam cara untuk membangun kehangatan keluarga.  Salah satu caranya adalah  melayani keluarga dengan menyuguhkan masakan sendiri bagi keluarga. Tetapi sudah menjadi kebiasaan umum bila yang menyiapkan dan menyuguhkan masakan keluarga adalah kaum ibu atau isteri.  Apalagi jika assitan rumah tanggga yang menanganinya. Namun masih sedikit sekali  kaum bapak atau para suami berperan memasak dan menyajikan makanan bagi keluarga tercinta.  

Sebenarnya adakah nilai tambah atau perlunya seorang bapak terlibat memasak dan menyediakan makanan keluarga.   Hal ini bisa menimbulkan perdebatan yang ramai jika peran bapak memasak dijadikan acuan baku untuk konsep sebuah keluarga. Pembagian peran bapak ibu atau suami isteri ditengah keluarga adalah unik dan kontekstual. Tidak ada standar baku yang mengatur pembagaian peran tersebut. Semuanya dikembalikan dan diserahkan kepada masing-masing keluarga.

Kenyataanya manfaat dan nilai yang dirasakan kaum bapak yang mau belajar dan rela terlibat dalam peran spesifik ini ternyata amat kaya didalam pengalaman melayani keluarga.  Berikut ini adalah hal positif yang bernilai universal bagi kehangatan keluarga atau membangun Home Sweet Home.

Adapun manfaat nyata yang langsung berdampak pada kebaikan keluarga adalah:

1. Seorang bapak akan memiliki kepekaan dalam menghargai betapa besarnya kontribusi seorang ibu atau isteri didalam kehidupan keluarga. Ternyata pekerjaan memasak dan segala persiapannya adalah sebuah ekspresi cinta keluarga yang mendasar. Dibutuhkan pikiran, perasaan cinta, dan tenaga untuk menentukan makanan yang beragam setiap hari. Semua dikerjakan demi melihat keluarga senang dan menikmati masakannya yang juga merupakan  karya cinta keluarga yang mendalam.

2. Seorang bapak akan semakin dekat relasinya dengan anggota keluarga.  Komentar positif dan negatif anak serta sikap anak dan anggota keluaga lainnya terhadap masakannya memperkuat kecintaan keluarga dan keterbukaan komunikasi yang spontan dan hangat.

3. Seorang bapak akan memberikan keteladanan bagi anak-anak mereka karena melihat dan merasakan langsung bagaimana upaya bapak melayani keluarga dalam hal kecil ini. Oleh karena itu mereka akan lebih mudah berbuat baik dan melayani keluarga sebagaimana yang mereka saksikan sendiri dari bapaknya. 

4. Seorang bapak merasakan kebahagiaan langsung ketika semuanya puas dan senang dengan masakannya.  Hal ini menjadi penambah semangat bapak untuk terus tekun melayani keluarga dan menikmatinya. 

Dengan demikan apakakah seorang bapak perlu bakat memasak untuk memulainya? Ternyata sama sekali tidak perlu.  Secara empiris banyak kaum bapak bisa belajar memasak asal saja memiliki kemauan.  Terbukti banyak bapak yang dapat memasak hanya dengan membaca resep di google atau media lainnya.  Dan pada dasarnya seorang bapak bisa memasak indomie, telur rebus/goreng, dan nasi.  Hanya diperlukan kemauan dan kerelaan untuk terlibat secara bertahap dalam kegiatan memasak.

Dan yang teramat penting bagi seorang bapak yang sudah terjun dalam melayani keluarga dengan memasak, dia akan amat menghargai ibunya atau isterinya karena lebih mampu menghayati hal kecil ini dengan lebih bijak lagi.  Selamat melayani keluarga.


See More

Latest Photos