Tanda Orang Merdeka Adalah Memerdekakan Sesama

Total Views : 327
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Ada cerita ironis tentang orang merdeka yang diilustrasikan dalam kitab suci sehingga ia harus dimasukkan penjara kembali akibat sikapnya yang tidak pantas terhadap sesamanya. Sebagai orang yang sudah diberi kebebasan atau kemerdekaan dari segala kesusahan dan penderitaannya yang luarbiasa ia sama sekali tidak memiliki nurani dan merasakan penderitaan sesamanya yang menderita. Malah dia tanpa belas kasihan menjebloskan sesamanya bukan menolongnya atau membebaskan penderitaannya.

Dalam kitab injil Matius (21:18-35) terdapat kisah sebagai ilustrasi ironis tentang manusia yang diberikan kebebasan dari beban dan penderitaan hidupnya yang teramat berat namun ia harus dipenjarakan ulang akibat sikapnya yang jahat terhadap sesamanya.  Padahal dia sudah menerima kebaikan yang luarbiasa yaitu dibebaskan dari piutang yang sangat besar dan tidak mampu dia bayarkan. Namun dia tanpa belas kasihan memenjarakan temannya hanya karena berhutang sedikit dengannya bahkan sangat ringan dibanding dengan piutang yang pernah dia alami sebelumnya. Seolah dia lupa pernah mengalami penderitaan demikian berat dan dibebaskan tanpa syarat. Kebebasan dan kemerdekaan yang tak terpikirkan oleh dirinya karena memang tidak mungkin dia mampu membayar  piutang yang demikian besar.

"Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama n  seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan o  dengan hamba-hambanya. 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan p  hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual q  beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, r  katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Kisah diatas adalah sebuah kisah yang disampaikan Yesus berkaitan tentang sikap mengampuni kesalahan orang lain.  Bahwa motivasi yang benar dalam mengampuni adalah sebuah ekspresi syukur kita atas kebaikan yang kita alami yaitu sebuah pengampunan luarbiasa yang telah kita alami.  Mengampuni tanpa batas dan tanpa ukuran.  Tidak ada limit jumlah frekuensi mengampuni dan kuantitas kesalahan sesama yang harus dipertimbangkan. 

Inilah sebuah sikap yang seharusnya terjadi dikomunitas orang percaya atau beriman kepada Kristus.  Kristen adalah komunitas yang sudah menerima pengampunan tanpa syarat.  Orang yang merdeka dan bebas dari keterikatan dosa.  Mereka terlepas dari penjara dan belenggu dosa.  Maka konsekwensinya orang yang menerima kebaikan atau pengampunan telah dimampukan melakukan kebaikan. Dan bukan sikap yang sebaliknya seperti kisah dalam Matius. 

Oleh karena itu sebagai orang merdeka dan bebas dari segala keterikatan dosa (kejahatan) dalam arti yang luas juga menjadi orang yang memerdekakan orang dari kesusahan dan penderitaan sesama. Bukan sebaliknya menjadi orang yang menyusahkan orang lain bahkan menambah penderitaannya.  Dia akan tampil menjadi orang yang selalu memberi jalan keluar dan tidak menambah beban persoalan dan permasalahan orang, keluarga, masyarakat, dan bangsa.   Merdeka.



See More

Latest Photos