Pentingnya Interdepedensi Agama-Agama diIndonesia

Total Views : 465
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Pancasila memang menampilkan hubungan yang baru antara agama dan Negara dalam sejarah umat manusia. Namun, Negara yang berdasarkan Pancasila itu bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia. Keputusan untuk memilih Indonesia sebagai Negara yang berdasarkan Pancasila pada hakikatnya memiliki pengalaman sejarah yang amat panjang. Hanya saja proses mewujudkan Negara Pancasila itu masih mengalami banyak hambatan dan memerlukan perjuangan semua elemen bangsa di bumi pertiwi ini.

Hubungan antar umat beragama yang harmonis sesungguhnya menjadi suatu kenyataan dalam sejarah masuknya agama-agama di Indonesia. Mozaik agama-agama di Indonesia terbentuk dengan cara damai. Keberagaman bukan hanya ditemukan pada agama yang berbeda, tetapi dalam diri agama-agama itu sendiri, realitas keberagaman itu telah menjadi suatu kenyataan yang bukan merupakan keanehan.

Oleh karena itu, benturan antar umat beragama yang terbaca jelas pada konflik bahkan telah megurbankan nyawa manusia yang tidak sedikit yang terjadi sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia hingga kini, mesti dilihat sebagai bukti bahwa agama-agama itu ternyata telah melupakan konteks dimana mereka berada, bukan karena karena pada hakikatnya agama-agama itu tidak mungkin memberikan kontribusinya pada ruang publik dan hanya cocok untuk ada dalam ruang privat agama.

Kecenderungan untuk kembali pada tempat asal agama-agama itu berada yang umumnya bersifat homogen inilah yang membuat terlupakannya pengalaman indah agama-agama dalam keberagamannya di bumi Indonesia dan mengikis kesadaran interdepedensi agama-agama.

Paras garang agama-agama tidak akan terus tampil jika agama-agama itu mau kembali melihat konteks dimana agama itu berada, yakni dalam Indonesia yang beragam. Bahkan, kontribusi maksimal agama itu akan menjadi suatu keniscayaan dikala semangat Pancasila yang dijiwai oleh ruh bhineka tunggal ika itu menjadi pilar utama pada peran agama dalam ruang publik.

Kita tentu setuju, teriakan untuk kembali pada jalan Pancasila sebagai jalan yang paling bijak dan menguntungkan untuk Indonesia patut kita dengungkan bersama ditengah banyaknya alternatif yang kini ditawarkan sebagai pesaing, karena Pancasila adalah solusi tunggal bagi semua persoalan yang ada di Indonesia.

Komitmen terhadap Negara Pancasila itu seharusnya juga mempengaruhi politik agama-agama yang ada untuk menghadirkan agama sebagai pembantu bukan pengganggu pembangunan bangsa, bukan sumber persoalan, tetapi pemberi solusi, untuk menghapus wajah garang agama. Paras damain agama-agama itu kita harapkan hadir memberi kesejukkan saat hawa panas mulai menyelimuti perjalanan pemilu dan capres 2024.

https://www.binsarhutabarat.com/p/hubungan-agama-dan-masyarakat.html


See More

Latest Photos