Hukum

Kasus BJB, Elda Devianne Adiningrat Tahanan Kota

Friday, 08 Nopember 2013 | View : 1200

JAKARTA-SBN.

Pemeriksaan kasus dugaan korupsi pengucuran kredit PT. Bank Jawa Barat-Banten (BJB) kepada PT. Cipta Inti Permindo (CIP) senilai Rp 55 miliar terus berlanjut. Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) memutuskan tak menahan Elda Devianne Adiningrat.

Kali ini Jaksa penyidik menetapkan status tahanan kota pada tersangka korupsi BJB Elda Devianne Adiningrat. Tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan pengucuran kredit PT. Bank Jabar dan Banten (BJB) Cabang Surabaya ke PT. Cipta Inti Permindo (CIP), yang merugikan negara sebesar Rp 55 miliar tersebut, Elda Devianne Adiningrat mendapat status tahanan kota dengan alasan sakit jantung. "Karena ada pertimbangan medis dan ada rekomendasi dari dokter, yang bersangkutan statusnya jadi tahanan kota," tutur JAM Pidsus Andhi Nirwanto, dicegat  wartawan di Kejagung, Jakarta, Jumat (8/11/2013). Tersangka kasus dugaan korupsi pengucuran kredit Bank Jawa Barat-Banten (PT. BJB) kepada PT. Cipta Inti Permindo (CIP), Elda Devianne Adiningrat resmi dikenakan dan ditetapkan sebagai tahanan kota oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). "Yang bersangkutan statusnya tahanan kota, sejak pemeriksaan yang lalu," ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2013).

Kenapa status tahanan kota ini diberikan pada Elda Devianne Adiningrat? “Jadi sementara Elda Devianne Adiningrat, karena pertimbangan medis dan ada juga rekomendasi dari dokter dimana disebutkan kesehatannya tidak memungkinkan, yang bersangkutan statusnya tahanan kota,” tegas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto di Kejagung, Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Alasan Jampidsus, Andhi Nirwanto, menjadikan Komisaris PT. Radina Niaga Mulia itu sebagai tahanan kota, karena masih sakit.

Hanya saja, Jampidsus Andhi Nirwanto tak menyebut pasti mulai kapan Elda Devianne Adiningrat mendapat status tahanan kota. "Sejak pemeriksaan yang lalu," ucapnya sambil berjalan memasuki mobil dinasnya. Penetapan tahanan kota terhadap Elda Devianne Adiningrat, tambahnya, dikenakan pada pekan lalu ketika yang bersangkutan menjalani pemeriksaan dan dihentikan di tengah jalan dengan pertimbangan tekanan darahnya naik.

Sejak pertama kali diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (22/5/2013) silam, Elda Devianne Adiningrat yang telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus korupsi senilai Rp 55 miliar, sempat terjatuh dan pingsan saat menjalani pemeriksaan perdana dan akan ditahan Kejagung. Elda Devianne Adiningrat pun hingga akhirnya dilarikan dan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan yang letaknya tak jauh dari gedung bundar Pidsus Kejagung kemudian dirujuk ke R.S. Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dari hasil  pemeriksaan dokter disimpulkan, saksi kasus korupsi pengurusan kuota daging sapi yang ditangani KPK itu mengidap sakit jantung. Elda Devianne Adiningrat diketahui mengalami penyakit jantung dan Elda Devianne Adiningrat pun akhirnya dioperasi. Komisaris PT. Radina Niaga Mulia (RNM) ini kemudian menjalani operasi di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Disaat proses penyembuhan, penyidik sempat memeriksa Elda Devianne Adiningrat beberapa kali, sampai akhirnya diketahui status penahannya menjadi tahanan kota.

Elda Devianne Adiningrat ditetapkan menjadi tersangka dengan kapasitasnya selaku Komisaris PT. Radina Niaga Mulia sebagai vendor yang menerima fasilitas kredit dari PT. Bank Jabar dan Banten (BJB).

Kasus ini diawali adanya pemberian kredit dari BJB Cabang Surabaya senilai Rp 55 miliar untuk pengadaan bahan baku ikan ke PT. CIP. Pengucuran kredit pada PT CIP ditenggarai bermasalah karena perusahaan tersebut sebenarnya merupakan distributor alat pendidikan bukan bergerak di bidang pengadaan bahan baku ikan. Uang yang dicairkan diduga tidak sesuai dengan peruntukannya yakni untuk pengadaan bahan baku pakan ikan.

Dalam kasus BJB, selain Elda Devianne Adiningrat yang adalah salah satu vendor yang menerima fasilitas kredit dari PT. BJB, sejak 22 Januari 2013 silam, Kejakgung telah menetapkan tersangka lainnya dalam kasus ini yakni Direktur PT. Cipta Inti Permindo (CIP) Yudi Setiawan, Direktur Komersial PT. E Farm Bisnis Indonesia, Deni Pasha Satari, Manajer Komersial BJB Cabang Surabaya, Eri Sudewa Dullah. Selain itu, ada pula mantan Dirut PT. E Farm Bisnis Indonesia sekaligus karyawan PT. Sang Hyang Sri, bernama Dedi Yamin. Satu tersangka lain adalah mantan Dirut BJB Cabang Surabaya yakni Ahmad Faqih yang ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Mei 2013 lalu. Keenam tersangka telah dijebloskan ke dalam tahanan, kecuali Elda Devianne Adiningrat.

Berkas tiga tersangka yaitu Direktur Komersial PT. E Farm Bisnis Indonesia, Deni Pasha Satari, Manajer Komersial BJB Cabang Surabaya, Eri Sudewa Dullah, serta Dirut PT. E Farm Bisnis Indonesia sekaligus karyawan PT. Sang Hyang Sri, yakni Dedi Yamin telah masuk tahap dua dan siap diadili. Kendati demikian, Jampidsus, Andhi Nirwanto menyatakan berkas perkara Elda Devianne Adiningrat sendiri telah masuk ke prapenuntutan untuk diteliti.

Sementara ini, berkas perkara Elda Devianne Adiningrat sendiri telah masuk ke prapenuntutan untuk diteliti. Untuk berkas pemeriksaannya sendiri, lanjut Jampidsus Andhi Nirwanto, segera dilimpahkan oleh penyidik ke Jaksa Penuntut Umum untuk diperiksa. Namun, begitu berkasnya telah masuk dalam tahap prapenuntutan. “Kasus berkasnya sudah masuk prapenuntutan, segera kita limpahkan ke Jaksa," sambung mantan Kajati DKI Jakarta ini. Artinya tak lama lagi berkas Elda Devianne Adiningrat akan dinyatakan lengkap atau P21. "Status berkasnya sudah masuk prapenuntutan," tutup Jampidsus, Andhi Nirwanto. (ant/oke)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.274 Since: 05.03.13 | 0.2031 sec