Hukum

Vonis Ahmad Fathanah Sebabkan Kubu LHI Was-was

JAKARTA-SBN.

Kubu mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2009-2014 dan mantan anggota DPR RI, Luthfi Hasan Ishaaq, M.A. mengaku terkejut dengan vonis 14 tahun penjara Ahmad Fathanah. Padahal Ahmad Fathanah di kasus suap impor daging ini merupakan pihak swasta yang diposisikan sebagai penghubung dan mendapat keuntungan dari proses itu.

Kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq, Muhammad Assegaf, menilai vonis berat terhadap Fathanah sangat tidak menguntungkan kliennya karena dalam kasus suap impor daging ini, Luthfi Hasan Ishaaq dikonstruksikan sebagai penyelenggara negara yang diduga menerima hadiah atau janji terkait pengurusan kuota impor daging PT. Indoguna Utama. "Makanya kita sangat terkejut dengan putusan seberat itu. Kalau saya ibaratkan kereta api, Pak Luthfi ini lokomotifnya. Karena dia pejabatnya, di belakangnya ada Fathanah, Maria Elizabeth, Juard, dan Arya," papar kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq, Muhammad Assegaf.

Oleh karena itu, kubu Luthfi Hasan Ishaaq menganggap vonis majelis hakim terhadap Ahmad Fathanah akan berpengaruh pada putusan Luthfi Hasan Ishaaq kelak. "Saya lawyer-nya Pak Luthfi was-was juga. Kalau Fathanah divonis 14 tahun, lalu bagaimana dengan Pak Luthfi nanti?" tandas Muhammad Assegaf.

Sementara itu, kuasa hukum Ahmad Fathanah, Ahmad Rozi, berharap vonis kliennya ini tidak berdampak pada terdakwa lain kasus suap pengaturan kuota impor daging sapi, yakni mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Majelis hakim harus memutuskan perkara berdasarkan fakta-fakta yang ada di sidang masing-masing terdakwa.

Berbagai kalangan memperkirakan vonis Ahmad Fathanah bakal berpengaruh terhadap temannya, Luthfi Hasan Ishaaq, selaku mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bisa saja Luthfi Hasan Ishaaq divonis lebih berat dari Ahmad Fathanah terkait kasus impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Dalam kasus ini, Luthfi Hasan Ishaaq juga didakwa menerima suap di pengurusan izin kuota impor daging sapi dan pencucian uang dari proyek di Kementerian Pertanian. Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah ditangkap setelah menerima uang suap sebesar Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT. Indoguna Utama (IU), Maria Elisabeth Liman melalui perantara Direktur Operasional PT. Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi alias Dio dan Direktur HRD dan General Affair PT. Indoguna Utama, Juard Effendi untuk membantu Maria Elisabeth Liman mendapat penambahan kuota impor daging sapi. Uang Rp 1,3 miliar tersebut diterima Ahmad Fathanah sebagai uang jasa karena telah mempertemukan Maria Elisabeth Liman dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq, dan Menteri Pertanian, Suswono.

Dalam pertemuan dengan Suswono, Maria Elisabeth Liman diminta untuk memberikan data-data seputar penambahan kuota daging impor ke Luthfi Hasan Ishaaq, yang untuk selanjutnya diserahkan ke Suharso, orang kepercayaan Suswono. Luthfi Hasan Ishaaq sendiri mau membantu Maria Elisabeth Liman karena dijanjikan akan mendapatkan Rp 40 miliar bila kuota penambahan daging sapi impor yang diajukan Maria Elisabeth Liman dipenuhi Suswono.

Demikian juga dengan unsur kerja sama Ahmad Fathanah dengan Luthfi Hasan Ishaaq yang notabene adalah penyelenggara negara juga sudah terpenuhi. Sedangkan dalam pasal pencucian uang, Majelis Hakim beranggapan Ahmad Fathanah terbukti melakukan pencucian uang secara aktif dan tidak terbukti melakukan pencucian uang pasif. (ant/kj)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.993.455 Since: 05.03.13 | 0.1666 sec