Kuliner

Kue Lapis Tiga Khas Kota Pahlawan

Tuesday, 05 Nopember 2013 | View : 1835

SURABAYA-SBN.

Kini, kue lapis khas Kota Pahlawan, Surabaya makin dikenal luas oleh khalayak ramai sampai ke berbagai daerah di pelosok Nusantara. Meski dapat dijumpai di daerah lain, namun jajanan ini lebih dikenal sebagai trademark Surabaya karena memiliki rasa yang khas dan berkembang jadi banyak jenis.

Kue yang juga sering dikenal dengan sebutan Spekkoek ini terbuat dari bahan utama tepung terigu dan telur. Penampilannya terlihat cantik dan terdiri dari tiga lapis roti berwarna kuning, coklat, dan kuning, bertekstur lembut dengan rasa lezat manis yang istimewa.

Pakar Tata Boga dari Universitas Surabaya, Choirul Ana Nuravita, mengatakan kue lapis Surabaya sejatinya bukan jajanan asli dari Kota Pahlawan. "Pada dasarnya, kue yang dibuat berbasis tepung terigu bukanlah asli dari Nusantara, karena di sini tidak ada gandum, yang ada jajanan yang dibikin dari beras, umbi-umbian, dan jagung. Kue lapis ini basic-nya bukan kue tradisional karena masuk kue modern atau kue modifikasi, dampak dari pengaruh tempat asalnya baik dari proses perdagangan maupun penjajahan," ungkapnya beberapa waktu yang lalu.

Dia menjelaskan kue lapis Surabaya sendiri telah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. "Nama aslinya Spekkoek dan dibuat berdasarkan Dutch Cake Recipe, namun sudah berasimilasi dengan cita rasa masyarakat Surabaya," ujarnya.

Choirul Ana Nuravita berujar, Spekkoek maupun berbagai jenis kue lainnya dari era kolonial memang masuk ke semua daerah di Nusantara, namun perkembangannya sangat bergantung akan selera dan nilai-nilai budaya setiap daerah. "Bergantung selera masyarakat setempat apakah bisa menerima sebuah jenis makanan baru itu atau tidak dan apakah bisa menghasilkan pertukaran budaya kuliner itu. Pada gilirannya, setiap daerah memiliki jajanan khasnya yang berasal dari budaya luar sendiri-sendiri, seperti klapertart dari Manado, Spekkoek (lapis Surabaya) dari Surabaya, atau kue mochi," tuturnya.

Ana Nuravita menambahkan dengan semakin berkembangnya teknologi pembuatan roti dan kue, timbul berbagai inovasi pada lapis Surabaya ini. "Orang mulai berkreasi, yang awalnya Spekkoek hanya dua lapis menjadi multilapis, dan diberi nama lapis Surabaya. Sekarang malah diberi macam-macam toping atau rasa, ada yang pakai plum, selai stroberi, dan lain-lain," kata dia.

Menurutnya, Surabaya sebagai kota terbesar kedua dan menjadi pintu gerbang Indonesia Timur, mendukung popularitas berbagai jajan kuliner yang ada, termasuk lapis Surabaya ini.

"Setiap orang berkunjung entah untuk transaksi bisnis, perkawinan saudara, dan lainnya, tentu kalau pulang bawa oleh-oleh, lalu terkenallah kue ini. Dampak positifnya bisa memperkuat perekonomian karena berbasis usaha kecil dan menengah (sektor riil) yang intinya resistan terhadap krisis," tukas dia.

Bagi yang menggemari kue lapis Surabaya atau Spekkoek, bisa menemukannya di banyak tempat dengan beragam jenis, rasa, dan harga. Industri rumah tangga yang memproduksi kue ini tumbuh bak jamur di musim hujan. Kebanyakan pembuat kue ini selain menjadikan rumahnya sebagai tempat produksi, juga sekaligus outlet penjualan. Pelaku usaha ini juga berusaha meningkatkan penjualannya dengan menitipkan produknya ke sejumlah pusat oleh-oleh yang banyak tersebar di Surabaya. (kj)

See Also

jQuery Slider
Arsip :201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.043 Since: 05.03.13 | 1.1715 sec