Hukum

Panglima TNI Minta Masyarakat Pantau Proses Hukum Cebongan

YOGYAKARTA-SBN.

Dua belas oknum anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, dijerat dengan pasal berlapis dalam sidang perdana kasus penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Jalan Perempatan Ring Road Timur Banguntapan, Bantul, Kamis (20/6/2013).

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI Agus Suhartono meminta masyarakat untuk bisa mengikuti jalannya persidangan sehingga dapat mengetahui proses hukum yang berlangsung. “Kita ikuti saja proses peradilan ini sehingga kita akan ikuti terus perkembangannya agar bisa dilaksanakan seadil-adilnya sehingga bisa memenuhi tuntutan bagi masyarakat,” ujar Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Letkol (Chk) Dr. Joko Sasmito, Mayor (Sus) Tri Ahmad B., dan Mayor (Laut) KH/W. Kurniawati Syarif tersebut, terdakwa eksekutor yang menembak mati empat tahanan titipan Polda DIY, Serda U.T.S. bersama dengan dua rekannya, Sersan Dua S.S. dan Kopral Satu K. tersebut dijerat secara primer dengan Pasal 340 KUH Pidana jo Pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati. Ketiga terdakwa juga dijerat dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Lebih subsider, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 351 (1) jo ayat (3) KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP dan Pasal 103 ayat (1) jo ayat (3) ke-3 KUHP Militer.

“Ketiga terdakwa didakwa dengan pasal berlapis yakni dakwaan primer melakukan pembunuhan berencana melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Subsider melakukan pembunuhan secara bersama-sama Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 (1) KUHP dan lebih subsider melawan perintah atasan Pasal 103 ayat (1) jo ayat (3) KUHP militer,” papar Oditur Letkol (Chk) (Sus) Budiharto di Pengadilan Militer Yogyakarta, Kamis (20/6/2013), saat hakim meminta agar oditur membacakan inti dakwaan dari seluruh dakwaan yang dibaca selama 2 jam lebih.

“Kalau dakwaannya pembunuhan berencana jelas ancaman pidananya hukuman mati,” tegas Wakil Kepala Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta Mayor (Chk) Warsono, Senin (10/6/2013). “Lagi pula peran masing-masing saat penyerangan juga berbeda-beda,” tambah Mayor (Chk) Warsono.

Dalam dakwaan setebal 61 lembar tersebut disebutkan bahwa setalah tersiar kabar anggota Kopassus Serka Heru Santoso tewas di Hugo’s Café Yogyakarta, semua prajurit Grup II Kandang Menjangan diharuskan apel. Pada saat itu, komandan grup meminta semua anggota berada di markas dan tidak terpancing emosinya.

Beberapa hari kemudian, terdengar kabar Sertu Sriyono dianiaya Marcel cs yang ditengarai berkaitan dengan kelompok Deki cs yang adalah tersangka pembunuhan Serka Heru Santoso. Sertu Sriyono adalah anggota Kodim 0734 Yogyakarta dan juga mantan anggota Kopassus. Sertu Sriyono memiliki hubungan dekat dengan terdakwa 1 yakni Serda U.T.S. karena keduanya sama-sama menempuh pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung. Terdakwa juga berutang budi karena pernah diselamatkan saat operasi militer di Aceh.

Selanjutnya terdakwa 1, Serda U.T.S. mengajak terdakwa 2, Serda S.S. dan terdakwa 3, Koptu K. yang saat itu baru mengikuti latihan di Gondosuli, Pegunungan Lawu, Karanganyar. Kemudian, mereka mengajak rekan-rekan lainnya ke Yogyakarta, Jumat (22/3/2013) malam. Rombongan sempat bertanya ke warga soal lokasi penganiayaan Sertu Sriyono tapi tidak ditemukan.

Mereka kemudian menuju Cebongan dan dengan bersenjata AK-47, Serda U.T.S cs berhasil memaksa petugas LP membuka gerbang. Di tempat itulah, terdakwa 1, Serda U.T.S. mengeksekusi 4 tahanan kasus pembunuhan Serka Heru Santoso, Sabtu (23/3/2013) dini hari dengan disaksikan kedua terdakwa lain.

Dalam sidang pertama tersebut, oditur menyebutkan beberapa barang bukti, di antaranya mobil Avanza, 3 pucuk senjata AK-47, 2 magasin AK-47, dan 2 replika senjata api. Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukum, terdakwa menyatakan akan mengajukan eksepsi pada Senin pekan depan. Sidang selanjutnya akan digelar pembacaan eksepsi (pembelaan) yang diagendakan pada Senin (24/6/2013) mendatang, kemudian tanggapan Oditurat Militer (Otmil), putusan sela, kemudian baru pemeriksaan kepada para saksi. (kj)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.297.942 Since: 05.03.13 | 0.2279 sec