Olah Raga

Serena Williams Pertahankan Juara WTA Championship

ISTANBUL-SBN.

Tampil di Istanbul, Turki, petenis tunggal putri nomor satu dunia, Serena Williams keluar sebagai juara yang akhirnya sukses mempertahankan gelar juara bertahan turnamen tenis WTA Championship usai membungkam petenis gaek lainnya yang memiliki ranking nomor tiga dunia asal China, Li Na, dengan skor 2-6, 6-3, dan 6-0 di Sinam Erdem Dome, Senin (28/10/2013) dini hari WIB.

Dalam laga duel final yang digelar di Istanbul, Turki, Senin (28/10/2013), petenis asal China, Li Na bermain cepat sehingga berhasil mengamankan set pertama. Namun, Serena Williams berhasil menyamakan kedudukan pada set kedua dan merebut gelar ke-11 tahun 2013 ini dalam pertandingan keras yang memeras keringat berlangsung selama dua jam sembilan menit. Li Na asal China itu mengaku gugup menghadapi perlawanan Serena Williams. Sempat memberi perlawanan, dia kehilangan konsentrasi di set kedua. "Saya antusias memulai game pertama, dan memasuki pertengahan set kedua, saya kehilangan energi," ucap Li Na.

Pemain peringkat tertinggi Asia itu, Li Na melaju ke partai puncak final WTA Championship setelah mengkandaskan Petra Kvitova, 6-4 dan 6-2, pada laga semifinal yang berlangsung Sabtu (26/10/2013) waktu setempat atau Minggu (27/10/2013) dini hari WIB.

Dari 10 kali pertemuan dengan Serena Williams, Li Na baru satu kali menang di Stuttgart pada tahun 2008. Saat itu, Serena Williams menduduki peringkat satu dunia dan baru saja menang dari turnamen Amerika Terbuka. Terakhir kali, Li Na bertemu dengan Serena Williams di semifinal Amerika Terbuka September lalu. Li Na kalah 6-0 dan 6-3.

Kendati kalah dari Serena Williams dalam partai final WTA Championship, penampilan Li Na masih menarik perhatian banyak orang. Petenis putri China berusia 32 tahun itu mampu mempersembahkan pertandingan cerdas yang membangkitkan harapan juara pada tahun 2014.

Dalam turnamen WTA Championship itu, kepercayaan diri dan taktik bermain, Li Na terlihat meningkat. Li Na menumbangkan petenis nomor dua dunia dari Belarusia, Victoria Azarenka dan mempersulit Serena Williams di partai duel final.

Bagi Li Na, keberhasilan mencapai final sekaligus membuatnya naik ke peringkat tiga dunia. Meski kalah, petenis terbaik China itu berhasil menaikkan peringkatnya ke posisi tiga di peringkat WTA. Dia menggusur dan menggeser posisi petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova, yang absen dan tidak ikut di turnamen ini karena cedera bahu. Prestasinya itu membuat Li Na menjadi petenis Asia pertama yang menempati peringkat tiga dunia. “Nomor tiga adalah tujuan awal tahun ini. Saya tidak tahu, beruntung atau senang pada turnamen ini. Saya berhasil,” tutur Li Na seperti dikutip AFP.

Li Na pun tidak ragu-ragu untuk membidik posisi nomor satu dunia. Li Na menegaskan akan terus fokus berlatih, selain memaksimalkan kemampuan yang selama ini belum dimanfaatkan.

Petenis Amerika Serikat, Serena Williams yang merupakan juara bertahan merebut kemenangan 6-4, 2-6, dan 6-4 atas Jelena Jankovic di partai semifinal lainnya. Pada laga semifinal melawan Jelena Jankovic, Serena Williams tampak hampir menangis saat pergantian di set pertama, namun dia kembali ke lapangan dan memenangi delapan poin. Cemoohan 14 ribu penonton di Sinam Erdem Dome, tempat berlangsungnya pertandingan, karena lenguhan Serena Williams membuatnya mengawali laga dengan mood jelek. “Saya pikir saya benar-benar hanya berjuang untuk memenangi set ketiga,” ucap Serena Williams yang menjadi wanita pertama petenis untuk mendapatkan lebih dari US$ 10 juta setahun.

Partai final tersebut mempertemukan dua petenis dengan usia di atas 30 tahun. Usia Serena Williams yang menginjak 32 tahun pada tahun 2013 ini tidak mematahkan keperkasaan petenis Amerika Serikat itu di pentas turnamen WTA (Federasi Tenis Putri Dunia). Justru petenis nomor satu dunia itu menunjukkan dominasinya di tengah persaingan para petenis muda. Bukti sahih terakhir diperlihatkan Serena Williams di turnamen penutup WTA Championship 2013, ajang delapan petenis terbaik dunia. Berkomentar tentang pertemuannya dengan Li Na di final, Serena Williams mengatakan itu mengagumkan. “Ini mengagumkan, karena kami berdua berusia di atas 30 tahun. Saya pikir kami berdua tetap menampilkan permainan terbaik dari karier kami. Kami berdua masih bagus dalam usia 30-an kami dan, Anda tahu, saya pikir kami berdua memainkan tenis terbaik dari karier kami,” bilang Serena Williams. “Saya pribadi berpikir saya bisa berbuat lebih baik. Saya juga yakin dia juga akan melakukan yang terbaik. Kami berada di usia yang sama dan melakukan hal yang sama baiknya,” sambung Serena Williams yang berusia 32 tahun dan mengejar gelar keempat pada turnamen penutup tahun ini.

Meski September tahun 2014 depan, Serena Williams menginjak usia 33 tahun dan akan menjalani 19 tahun kariernya di dunia tenis profesional, dia mengaku belum berniat pensiun. Apabila dibandingkan legenda ratu tenis dunia seperti Martina Navratilova dan petenis AS lainnya, Chris Evert, mereka hanya menjalani 20 dan 18 tahun karier di pentas WTA. Mereka rata-rata pensiun pada usia 34 tahun. Sementara itu, petenis dari Jerman, Steffi Graf, Monica Seles, dan petenis asal Belgia, Kim Clijsters gantung raket pada usia 30 tahun. Namun, Serena Williams masih memiliki ambisi. Dia akan berusaha tampil di 15 turnamen pada tahun 2014 mendatang. "Saya tertarik untuk meningkatkan level permainanku tahun depan, seperti yang saya inginkan. Mungkin saya kira 15 minimal. Mungkin tidak lebih, justru lebih sedikit satu atau dua, mungkin 13 atau 14 saja,” tambah Serena Williams.

Gelar WTA Championship hanya bagian kecil dari rentetan prestasi yang dibuat Serena Williams musim ini. Sebelumnya, dia juga sukses meraih 10 gelar lainnya, termasuk dua gelar bergengsi di Grand Slam, Prancis Terbuka dan AS Terbuka, dua gelar yang membuatnya sudah merengkuh 17 gelar di ajang bergengsi tersebut. “Saya hidup untuk menang Slam (turnamen besar). Saya antusias memenangi WTA Championship. Saya tak berniat mengatakan ini yang terbaik. Saya kira setiap tahun saya bisa lebih baik dan berharap tahun depan, saya lebih menatap ke depan," terang Serena Williams.

Jumlah gelar tahun ini membuat Serena Williams menyamai rekor mantan petenis nomor satu dunia asal Swiss, Martina Hingis, pada tahun 1997. Dalam kariernya, Martina Hingis pernah meraih 12 gelar WTA, di tahun itu.

Ini merupakan kemenangan kedua Serena Williams secara beruntun setelah tahun lalu sekaligus keberhasilan Serena Williams yang keempat bersama gelar pada tahun 2009 dan 2010 dalam kejuaraan WTA Championship.

Sepanjang tahun 2013 ini, adik dari mantan petenis nomor satu dunia, Venus Wiliams, juga menorehkan banyak rekor. Dia mencatat kemenangan 78-4 pada setiap laga yang dijalani. Petenis asal Amerika Serikat itu telah memenangi 78 dari 82 pertandingan tahun 2013 ini dan akan menutup tahun sebagai petenis peringkat teratas untuk ketiga kali dalam kariernya setelah tahun 2002 dan tahun 2009.

Serena Williams adalah petenis yang mempertahankan gelar juara terbanyak setelah petenis asal Belgia, Justine Henin pada tahun 2007.

Tak hanya gelar dan rekor yang banyak dipecahkan Serena Williams. Peraih medali emas Olimpiade London 2012 itu juga menjadi peraih hadiah terbanyak sepanjang tahun 2013. Total dia mengantongi hadiah US$ 12,38 juta atau Rp 136 miliar lebih. Melampaui rekor milik petenis Belarusia, Victoria Azarenka, yang mengantongi US$ 7,92 juta atau Rp 87 miliar sepanjang tahun 2012 lalu.

Petenis AS, Serena Williams telah memenangi 31 kali dari 33 pertandingan melawan peringkat lima besar dunia sepanjang tahun 2013 ini. Ia hanya kalah dari petenis Belarusia, Victoria Azarenka di final Doha dan Cincinnati.

Atas keberhasilannya itu, pada awal Oktober 2013 ini, Serena Williams kembali menempati peringkat satu dunia. Di usia saat ini, nomor satu dunianya masuk sejarah karena dialah yang tertua dalam sejarah tenis. (afp/rtr)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.584 Since: 05.03.13 | 0.1764 sec