Hukum

KPK Tahan Pejabat Kemenag

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan tersangka perkara korupsi pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah di Kementerian Agama (Kemenag), Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam nonaktif Ahmad Jauhari (A.J.), Jumat (25/10/2013) sore.

A.J. telah dinonaktifkan dari Kemenag. Dia dan sekretarisnya di Ditjen Bimas Islam, Abdul Karim, dinonaktifkan karena terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil investigasi internal Kemenag. Penonaktifan keduanya juga dilakukan dalam rangka mempermudah mereka menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Jauhari (A.J.), terkait penyidikan kasus dugaan korupsi penggandaan kitab suci Al Quran di Kemenag tahun anggaran 2011-2012.

Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah di Kemenag, Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam nonaktif itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. "Yang bersangkutan ditahan untuk selama 20 hari pertama, terhitung sejak hari ini (25/10/2013),” ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013) sore.

A.J. ditahan KPK seusai menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka. “Hari ini ada upaya penahanan atas nama tersangka AJ di rumah tahanan (rutan) Salemba untuk 20 hari pertama terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pengdaan kitab suci Al Quran di Kemenag tahun anggaran 2011-2012,” beber Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di kantornya, plaza Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013).

A.J. nampak keluar sekitar pukul 15.40 WIB. Seusai pemeriksaan, A.J. mengaku tidak pernah punya niatan untuk melakukan korupsi. Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dia tidak merasa telah melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian negara. Saat keluar Gedung KPK, A.J. terlihat mengenakan rompi tahanan KPK dan hanya sedikit berkomentar. "Perlu dicatat oleh Anda, saya tak pernah berniat korupsi sedikit pun. Hanya sebagai pejabat pembuat komitmen dianggap telah melakukan atau tak melakukan sesuatu yang merugikan kerugian negara," ucap A.J. sebelum memasuki mobil tahanan.

Meski begitu, A.J. enggan membeberkan pihak yang menurutnya paling bertanggung jawab dalam proyek pengadaan Al Quran. Disinggung, adapun soal dugaan keterlibatan Menteri Agama Suryadharma Ali, dia mengaku tak tahu. Ia pun hanya mengulang perkataannya, tak pernah berniat melakukan korupsi. “Itu saya tak mengerti. Itu nanti urusan KPK,” tutur A.J. “Itu (pihak yang bertanggung jawab) nanti-lah, itu urusannya KPK,” ujar A.J. seraya bergegas memasuki mobil tahanan.

KPK sudah menetapkan A.J. sebagai tersangka sejak 10 Januari 2013 silam karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara dalam pengadaan Al Quran dan laboratorium 2011-2012.

Penetapan A.J. sebagai tersangka ini adalah merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan penerimaan suap terkait kepengurusan anggaran proyek pengadaan Al Quran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah di Kemenag tahun anggaran 2011-2012 yang juga menjerat anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat RI dari fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, berserta putranya, Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra.

Dalam proyek pengadaan Al Quran, KPK tengah mendalami dua perkara berbeda. Perkara pertama adalah perihal dugaan suap penganggaran pengadaan alat laboratorium madrasah tsanawiyah (MTs) tahun 2010 dan pengadaan Al Quran tahun 2011. Dalam perkara kasus ini, dua orang terdakwa telah dijatuhi vonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Majelis Hakim memvonis kedua orang tersebut adalah anggota Komisi VIII DPR RI, Zulkarnaen Djabar dijatuhi hukuman pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta serta anaknya Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra divonis hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider satu bulan kurungan, yang juga direktur PT. Perkasa Jaya Abadi Nusantara. Majelis Hakim memvonis keduanya dibebankan membayar uang pengganti masing-masing Rp 5,7 miliar.

Perusahaan milik Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra tersebut memenangi tender pengadaan Al Quran sekitar Rp 20 miliar dan proyek alat laboratorium MTs senilai Rp 30 miliar.

Keduanya diduga menerima suap Rp 4 miliar dalam dua proyek Kemenag pada tahun anggaran 2011 itu. Mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, perkara kedua adalah perihal dugaan korupsi pengadaan Al Quran tahun 2011 dan 2012 di Kemenag. Dalam perkara ini, KPK baru menetapkan Ahmad Jauhari sebagai tersangka. Namun, penetapan ini belum berhenti karena diduga A.J. bukanlah satu-satunya pihak yang terlibat.

Atas perbuatannya, KPK menjerat A.J disangka melanggar dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001. (met/jos)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.230 Since: 05.03.13 | 0.1488 sec