Keluarga

Penyebab Utama Kanker Paru-Paru

Sunday, 20 Oktober 2013 | View : 938

JENEWA-SBN.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa udara yang kita hirup telah terkontaminasi oleh zat berbahaya yang menjadi penyebab utama kanker paru-paru.

International Agency for Research on Cancer (IARC) mengutarakan bahwa pada tahun 2010, sekitar 223.000 kasus kematian diseluruh dunia disebabkan oleh kanker paru-paru akibat polusi udara, bahkan ada bukti yang meyakinkan polusi udara juga meningkatkan risiko kanker kantung kemih.

Polusi udara sudah diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit pernapasan dan penyakit jantung. Namun itu semua tergantung pada tingkat paparan dari berbagai negara belahan dunia.

Dalam sebuah pernyataan pada jumpa pers di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, wakil kepala badan kanker dunia di WHO, Dana Loomis, mengatakan,”Tugas utama kami adalah untuk mengevaluasi semua udara dan bukan hanya pada polusi udara dalam kondisi tertentu.”

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh badan kanker dunia, risiko meningkatnya kanker paru-paru secara signifikan terjadi pada orang yang terkena polusi udara, yang sebagian besar disebabkan oleh transportasi, pembangkit listrik, dan emisi industri, namun risiko yang sama juga ditemukan pada asap rokok.

Survei ini juga menunjukan tingkat paparan polusi udara telah meningkat pada beberapa negara di dunia dengan populasi besar dan memiliki industri yang maju, salah satunya Cina.

Sebuah kampanye kanker paru-paru di Inggris baru-baru ini telah memperingatkan bahwa batuk terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, merupakan gejala penyakit kanker paru-paru yang mematikan.

Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.

“Be Clear on Cancer” yang menjadi slogan dalam kampanye itu bertujuan untuk mengurangi jumlah kematian akibat kanker paru-paru terutama bagi orang yang berusia diatas 50 tahun, karena pada usia tersebut mereka paling rentan risikonya terkena kanker paru-paru.

Adapun gejala-gejala dari penyakit kanker paru-paru adalah sebagai berikut:

(1). Batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih.

(2). Batuk darah.

(3). Sesak nafas.

(4). Merasa lebih lelah dari biasanya selama beberapa waktu.

(5). Berat badan menurun.

(6). Nyeri di dada atau bahu yang tidak kunjung hilang.

“Pesan dari kampanye ini sangat jelas, jika Anda batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih, segeralah periksakan diri Anda ke dokter,” kata Jeremy Hunt, British Secretary of State for Health, dalam menanggapi kampanye tersebut, seperti yang dilansir dari zeenews.com baru-baru ini.

Hingga pertengahan dekade ini, angka kematian wanita di Eropa akibat kanker paru-paru meningkat lebih tinggi daripada akibat kanker payudara.

Itulah pernyataan resmi dari hasil penelitian Department of Epidemiology, University of Milan, Italia dan Cancer Epidemiology Unit, University of Lausanne, Swiss, yang dipublikasikan. Bahkan kondisi tersebut sudah terjadi di Inggris dan Polandia.

Para peneliti menyatakan, pada tahun 2013 diperkirakan 82.640 wanita dari seluruh negara di Eropa akan meninggal akibat penyakit kanker paru-paru atau dalam perbandingan adalah 14 kematian per 100.000 wanita. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7% sejak tahun 2009.

“Jika angka perbandingan kematian antara kanker paru-paru dan kanker payudara ini terus berlawanan, maka pada tahun 2015 kanker paru-paru akan menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi di seluruh Eropa. Kondisi ini terjadi tertinggi di Inggris dengan 21,2 kematian per 100.000 wanita dan di Polandia dengan 17,5 kematian per 100.000 wanita,” ungkap Professor Carlo La Vecchia (MD), Kepala Department of Epidemiology dari Italia.

Meski kanker paru-paru menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada pria, yaitu diperkirakan 187.000 kematian atau 37,2 kematian per 100.000 pria, namun jumlah tersebut menurun 6% dibandingkan tahun 2009.

Masih menurut Prof. La Vecchia, “Angka ini diakibatkan dari meningkatnya perilaku merokok pada wanita berusia muda karena perubahan sosio kultural di akhir tahun 60an dan 70an. Namun sebenarnya angka wanita muda perokok di Eropa berangsur-angsur menurun, sehingga angka kematian akibat kanker paru-paru ini baru akan turun setelah tahun 2020 yaitu dengan perkiraan 15 kematian per 100.000 wanita.”

Menurut Professor Fabio Levi (MD), Kepala Cancer Epidemiology Unit dari Swiss, “Hasil dari penelitian ini akan menjadi kunci pesan utama kepada pemerintah Uni Eropa untuk melakukan kontrol konsumsi tembakau. Jika banyak yang mau berhenti merokok atau tidak merokok sama sekali maka ratusan ribu nyawa akan tertolong dari kematian akibat kanker.”

Prof. Fabio Levi juga menambahkan, “Tindakan pencegahan lainnya adalah dengan pengaturan berat badan dan mengurangi konsumsi alkohol.”

Jika ada orang yang merokok disebelah Anda, segeralah menjauh. Efek negatif asap rokok bagi perokok pasif terjadi dalam waktu singkat.

Hanya membutuhkan waktu 20 menit, paparan asap rokok di dalam ruangan tertutup, seperti bar atau mobil, sudah mampu mengganggu pernapasan Anda.

Menurut Panagiotis Behrakis dari University of Athens, orang yang terpapar asap rokok mengalami perubahan fisiologis secara langsung yang akhirnya menyebabkan saluran udara di paru-paru menyempit.

Akibatnya, tubuh kesulitan untuk mengambil oksigen dan asupan oksigen di tubuh terganggu.

"Non perokok dipaksa menghirup asap rokok dalam jumlah ekstrem secara langsung kemudian masuk kedalam paru-paru mereka. Temuan ini memberitahu kita bahwa paparan singkat asap rokok memang berbahaya bagi saluran udara normal," jelas Dr. Panagiotis Behrakis, dilansir melalui Dailymail (29/10/2012).

Temuan lain di bulan lalu oleh peneliti Northumbria University juga mengungkapkan risiko lain yang mengancam perokok pasif. Non perokok yang teratur terkena paparan asap rokok juga berisiko mengalami kerusakan memori atau kepikunan.

Di Indonesia sendiri penyakit pernapasan menempati urutan ke empat dari daftar penyebab kematian. (duniafitness)

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
jQuery Slider
Arsip :20182016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.690 Since: 05.03.13 | 0.1561 sec