Olah Raga

Indonesia Tahan Imbang China 1-1

Tuesday, 15 Oktober 2013 | View : 832

JAKARTA-SBN.

Tim nasional (Timnas) sepak bola Indonesia berhasil bermain menahan imbang 1-1 melawan China dalam lanjutan pertandingan kualifikasi Grup C Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2013) malam.

Pada babak pertama, China memang bermain agresif dan tampak mengendalikan permainan sejak awal pertandingan. Namun, umpan satu-duanya masih bisa dipatahkan benteng pertahanan Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kesempatan menyerang setelah mereka beberapa kali bisa berhasil keluar dari tekanan China. China unggul lebih dahulu. Lewat gol China yang dicetak dan diciptakan oleh tendangan gelandang China, Wu Xi di menit ke-35. Wu xi, mengeksekusi umpan dari dalam kotak penalti, memanfaatkan ruang yang kosong dan sukses menjebloskan bola ke gawang I Made Wirawan.

Pada babak kedua, Indonesia yang terus membangun serangan beberapa kali menghasilkan peluang gol. Pada menit ke-49, Titus Bonai (Tibo) membahayakan gawang China dengan menyambut tendangan pojok, tapi sundulannya yang terarah masih bisa ditepis kiper.

Beberapa tendangan langsung coba dilakukan oleh Raphael Maitimo, Boaz Solossa, dan Vendri Mofu. Namun, semuanya masih gagal karena melebar atau terlalu tinggi di atas mistar gawang.

Sebaliknya, China hampir menambah keunggulan dengan tendangan keras Feng Xiaoting pada menit ke-60. Tapi, tendangannya masih membentur mistar gawang I Made Irawan.

Serangan demi serangan yang dibangun Indonesia pada babak kedua akhirnya menuai hasil pada menit ke-68. Indonesia kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68 setelah tendangan keras Boaz Solossa menembus gawang Zeng Cheng. Berawal dari aksi curi bola Ruben Sanadi yang kemudian bergerak cepat ke depan. Kerjasama satu dua dengan Ahmad Bustomi melalui umpan tarik sundulannya berhasil diselesaikan Boaz Solossa dengan tendangan keras melambung yang tidak bisa diantisipasi kiper Zeng Cheng. Indonesia menyamakan kedudukan 1-1.

Indonesia hampir menambah keungguan di menit ke-81. Namun, kerjasama Ruben Sanadi dan Titus Bonai (Tibo) belum berhasil. Tendangan Ruben Sanadi masih terlalu tinggi di atas mistar gawang.

Di menit-menit terakhir, kedua tim sama-sama makin agresif dengan terus-menerus membahayakan gawang lawan. Belum satu pun dari peluang itu bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pada tiga menit menjelang pertandingan berakhir, Indonesia hampir unggul. Umpan panjang dari lini belakang yang langsung ke depan belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Greg Nwokolo dan Boaz Solossa. Tendangan Greg Nwokolo masih bisa ditepis Zeng Cheng.

Dengan hasil draw 1-1 ini, peluang timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2015 di Australia sangat berat. Namun, skuad Jacksen F. Tiago asal Brasil ini masih berada di posisi juru kunci. Timnas Indonesia masih belum beranjak dari posisi urutan buncit klasemen sementara Grup C dengan nilai satu poin, setelah menuai hasil satu kali imbang dan dua kali kalah.

China berada di posisi dua dengan nilai empat poin. Arab Saudi tetap berada di puncak klasemen Grup C dengan nilai enam poin. Irak menempati posisi ketiga dengan nilai tiga poin.

“Seperti sudah diprediksi sebelumnya, timnas China yang unggul dalam postur tubuh mengandalkan umpan-umpan silang lambung untuk mencetak gol,” ucap pelatih timnas Indonesia, Jacksen F. Tiago seusai pertandingan.

Pelatih timnas Indonesia senior Jacksen F. Tiago justru harus merombak skuadnya. Ini terjadi karena beberapa pemain yang dipanggil sebelumnya tidak menghadiri pemusatan pelatihan timnas senior di Batu, Malang.

Adapun nama-nama pemain sempat dipanggil dan kemudian akhirnya dicoret yakni Sergio Van Dijk (Persib Bandung), Dian Agus Prasetyo (Barito Putra), Patrich Steve Wanggai (Persipura Jayapura), dan Imanuel Wanggai (Persipura Jayapura).

Sebagai pengganti, Jacksen kemudian memasukkan Jandia Eka Putra (Semen Padang FC), Ahmad Jufrianto (Sriwijaya FC), Juan Revi (PSS Sleman), dan M. Nur Iskandar (Semen Padang FC).

Total pemain timnas Indonesia senior yang dibawa pelatih Jacksen F. Tiago menghadapi China, Selasa (15/10/2013) di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan ada 24 orang.

Berdasarkan data dari rssf.com (badan pencetak rekor statistik sepakbola), Indonesia tercatat sudah berjumpa dengan China sebanyak 16 kali. Dari pertemuan itu, Indonesia menang satu kali, dua kali imbang, dan 14 kali kalah. Kemenangan terakhir Indonesia atas China terjadi 56 tahun silam, tepatnya pada 12 Mei 1957 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1958. Setelah itu, Indonesia tidak pernah lagi menorehkan prestasi melawan China, Indonesia kerap kali kalah dari China sejak periode 2000-an.

Pertandingan Indonesia melawan China berlangsung sepi penonton. Hal ini berkaitan dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), yaitu berupa larangan dua kali menggelar pertandingan dengan disaksikan penonton.

Pada awalnya, Indonesia mengajukan permintaan kepada AFC agar pertandingan bisa disaksikan oleh sponsor dan partner dengan jumlah 5.000 orang. Namun, upaya yang dilakukan itu tidak disetujui.

Selain sekitar 500 penonton VIP, media yang meliput pertandingan juga dibatasi maksimal 150 orang termasuk 25 orang dari media China yang ikut bersama timnas China. Begitu juga dengan pihak panpel dan keamanan. Jumlahnya tidak boleh lebih dari 100 orang.

Sanksi larangan bertanding tanpa penonton ini merupakan akumulasi hukuman atas perilaku tidak disiplin para supporter pada sejumlah pertandingan timnas Indonesia. Ini merupakan pembelajaran berharga bagi semua pihak bahwa setiap laga tentunya dalam pengawasan ketat dari Komisi Disiplin Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

Berikut ini klasemen lengkap kualifikasi Piala Asia 2015:

Grup A

OMAN                        3    2    1    0    3    0    3    7

YORDANIA               3    1    2    0    5    1    4    5

SINGAPURA              3    1    0    2    2    7    -5    3

SURIAH                      3    0    1    2    2    4    -2    1

Grup B

IRAN                           3    2    1    0    8    2    6    7

KUWAIT                    3    1    2    0    5    3    2    5

LEBANON                 3    1    1    1    6    8    -2    4

THAILAND                3    0    0    3    4    10  -6    0

Grup C

ARAB SAUDI 3    3    0    0    6    2    4    9

CINA                          3    1    1    1    3    3    0    4

IRAK                           3    1    0    2    1    3    -2    3

INDONESIA               3    0    1    2    2    4    -2    1

Grup D

BAHRAIN                   3    2    1    0    4    1    3    7

QATAR                       3    2    0    1    8    1    7    6

MALAYSIA                3    1    1    1    3    4    -1    4

YAMAN                     3    0    0    3    1    10  -9    0

Grup E

UNI EMIRAT ARAB  3    3    0    0    8    2    6    9

UZBEKISTAN            3    1    1    1    4    3    1    4

HONG KONG            3    1    1    1    1    4    -3    4

VIETNAM                  3    0    0    3    2    6    -4    0

Berikut skuad lengkap Laga Pra Piala Asia 2015:

Indonesia:

Kiper: Choirul Huda (Persela Lamongan), I Made Wirawan (Persib Bandung), Jandia Eka Putra (Semen Padang FC).

Bek: Yustinus Pae (Persipura), Ruben Sanadi (Persipura), Slamet Nurcahyo (Persiba Bantul), M. Robby (Persisam Samarinda), Firdaus Ramadhan (Persita Tangerang), Fachruddin (Persepam Madura United), Toni Sucipto (Persib Bandung), Victor Igbonefo (Arema Indonesia), Hasyim Kipuw (Arema Indonesia) menit ke-45.

Gelandang: Raphael Maitimo (Mitra Kukar), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Vendry Mofu (Semen Padang) menit ke-70, Ahmad Jufrianto (Sriwijaya FC), Taufiq (Persebaya 1927), Andik Vermansah (Persebaya 1927), Zulham Zamrun (Mitra Kukar), Juan Revi (PSS Sleman)

Penyerang: Boaz Solossa (Persipura Jayapura), Titus Bonai (Semen Padang) menit ke-44, Greg Nwokolo (Arema Indonesia), M. Nur Iskandar (Semen Padang FC).

Pelatih: Jacksen F Tiago.

China:

Kiper: Zeng Cheng.

Sun Xiang, Du Wei, Liu Jianye, Wu Xi, Zheng Zhi, Yang Hao, Zhang Xizhe (Jiang Ning 54), Wang Yongpo (Gao Lin 74), Wu Lei, Yu Dabao.

Pelatih: Fu Bo. (id/jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.596.516 Since: 05.03.13 | 0.1308 sec