Olah Raga

Timnas Indonesia U-19 Lumat Laos 4-0

Tuesday, 08 Oktober 2013 | View : 961

JAKARTA-SBN.
Tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 tampil perkasa dengan berhasil memukul dan membantai Laos 4-0 dalam laga pertama pertandingan kualifikasi Grup G Piala Asia (AFC) U-19 tahun 2013-2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2013) malam.

Gol kemenangan timnas Indonesia U-19 masing-masing dicetak melalui dua gol Muchlis Hadi Ning Syaifulloh di menit ke-9 dan ke-50, Paulo Oktavianus Sitanggang di menit ke-84, dan Evan Dimas pada menit ke-89.

Dalam laga kualifikasi Grup G tersebut, Laos menerima dua kartu merah. Timnas Indonesia menghadapi sembilan pemain Laos setelah Phithack Kongma Thilath diberi kartu merah oleh wasit dan diusir wasit di menit ke-54 sebelum akhirnya muncul kartu merah kedua setelah Xouxana Sihalath menerima kartu kuning kedua pada menit ke-80. Keunggulan jumlah pemain itu membuat Indonesia sukses membuat dua gol tambahan. “Kami bersyukur bisa menang di pertandingan pertama ini. Anak-anak bermain luar biasa bagus. Tapi ini baru awal perjalanan. Masih ada dua pertandingan lagi, dan kita harus fokus ke pertandingan itu," ucap pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.

Terkait permainan babak pertama yang kesulitan, pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan hal itu karena pemainnya lambat panas. "Kami harus bisa menjaga ritme permainan dengan mental yang lebih baik. Waktu jeda sehari harus benar-benar dimaksimalkan untuk menjaga kondisi. Jadi kita butuh perhatian soal fisik," imbuh dia.

Pasukan Garuda Muda yang dituntut menang pada pertandingan perdana langsung memberikan tekanan sejak pertandingan dimulai. Berawal dari tendangan Evan Dimas dari sisi kanan gawang Laos pada menit ke-10, akhirnya Muchlis Hadi Ning Syaifulloh membawa timnas unggul 1-0.

Timnas yang juga mengandalkan Ilham Udin Armaiyn terus berusaha menekan. Namun, upaya yang dilakukan selalu kandas. Hasil 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, terjadi pergantian pemain di tubuh Timnas Indonesia. Muhammad Sahrul ditarik keluar dan digantikan Mahdi Fahri Albaar. Masuknya pemain ini membuat lini pertahanan lebih kuat. Bahkan pemain ini membantu serangan.

Dampaknya, Indonesia kembali unggul lewat Muchlis Hadi Ning Syaifulloh pada menit ke-50. Umpan terobosan dari Evan Dimas mampu dikonversi menjadi gol. Gol ini terbilang indah karena dilakukan dari luar kotak penalti lawan.

Tertinggal 0-2 membuat Laos meningkatkan tempo permainan. Bukan gol yang didapat, melainkan kartu merah yang diraih. Phithack Kongma Thilath, pemain dengan nomor punggung 9, diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Mahdi Fahri Albaar.

Kehilangan satu pemain tidak membuat Laos lemah, justru anak asuh Chandalaphone Liepvisay itu bermain lebih terbuka. Petaka bagi Laos kembali terjadi pada menit ke-80. Xouxana Sihalath mendapatkan kartu kuning kedua (kartu merah). Dengan demikian, Laos hanya bermain dengan sembilan pemain.

Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuh Indra Sjafrie. Paulo Oktavianus Sitanggang mampu mencatatkan namanya setelah mencetak gol pada menit ke-84 dan membawa Indonesia unggul 3-0.

Kini, giliran Evan Dimas yang memerdayai Bounpaseuth Niphavong pada menit ke-89 sehingga membawa Timnas Indonesia unggul 4-0.

Dalam pertandingan lain Grup G yang digelar sebelumnya, Korea Selatan juga meraih poin sempurna setelah menekuk Filipina juga 4-0. Gol kemenangan Korea Selatan masing-masing diciptakan Park Inhyeok di menit ke-27, dan hattrick tiga gol dicetak oleh Hwang Hee Chan di menit ke-49, ke-71, dan ke-76.

"Ini baru pertandingan pertama. Meski menang, permainan belum sesuai dengan harapan. Masih banyak yang harus diperbaiki,” tutur pelatih Korea Selatan, Kim Sang Ho, seusai pertandingan. Menurut dia, selama pertandingan berlangsung, terutama di babak pertama, timnya memang kesulitan menembus pertahanan Filipina. Setelah gol pertama tercipta, pola menekan lawan mulai didapat. Hasilnya mampu menambah tiga gol di babak kedua.

Sementara itu, Pelatih Filipina, Marlon Manos Mano, mengaku bahwa timnya tetap memberikan perlawanan yang sengit meski akhirnya harus mengalami kekalahan yang cukup telak. Meski demikian, pihaknya sangat mengapresiasi permainan anak asuhnya. "Melawan Korea sangat menantang. Menggunakan serangan balik adalah salah satu peluang untuk menekan lawan. Yang jelas, pertandingan tadi mampu mengangkat motivasi pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya," papar Marlon Manos Mano.

Berkat hasil ini, membuat Indonesia dan Korsel bersaing ketat sama-sama dengan mengumpulkan nilai tiga poin dan selisih gol sama persis serta memuncaki klasemen sementara di Grup G. Kedua tim, Indonesia dan Korsel akan bertemu pada laga akhir grup G, Sabtu (12/10/2013). Sebelum itu, Indonesia akan bertemu Filipina, dan Korsel bersua Laos pada laga kedua, Kamis (10/10/2013). Dalam kompetisi ini, hanya Juara Grup (sembilan tim) yang berhak lolos langsung ke putaran final. Enam tiket sisa akan diperebutkan runner up terbaik.

Kejuaraan AFC U-19 2013-2014 merupakan edisi ke-38. Indonesia tergabung dalam Grup G bersama tim unggulan yang sekaligus Juara Bertahan Korea Selatan dan dua negara Asia Tenggara lainnya yakni Laos dan Filipina. Sedangkan, satu tim lainnya yaitu Guam mengundurkan diri.

Turnamen sepakbola AFC U-19 awalnya merupakan agenda tahunan yang digelar Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sejak tahun 1959.

Dalam dua kali penyelenggaraan yang perdana (1959 dan 1960), Malaysia (dulu bernama Malaya) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah untuk kali pertama. Kedua turnamen sama-sama dimenangi Korea Selatan (Korsel).

Sejak tahun 1980, turnamen diubah menjadi dua tahunan. Setelah mengalami berbagai perubahan format, kompetisi ini digelar dalam dua babak, sama seperti kompetisi-kompetisi lainnya yang digelar di Benua Asia.

Indonesia sempat dua kali ditunjuk menjadi tuan rumah, yaitu pada edisi ke-26 pada tahun 1990 dan edisi ke-28 empat tahun kemudian pada 1994.

Pada AFC U-19 tahun 1990, Korsel tampil sebagai juara setelah di final mengalahkan Korea Utara (Korut) lewat adu penalti.

Sementara itu, pada AFC U-19 tahun 1994, Suriah untuk kali pertama tampil jadi juara setelah di babak pamungkas menundukkan Jepang 2-1.

Menyusul berdasarkan hasil undian Komite Organisasi AFC yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 April 2013, sebanyak 40 negara peserta yang berhak tampil di babak kualifikasi AFC U-19 2013-2014 dan dibagi ke dalam sembilan Grup yakni dari Grup A sampai Grup I.

Dari sembilan Grup di babak kualifikasi, sembilan negara yang tampil sebagai Juara Grup dan enam negara yang berpredikat sebagai runner up grup terbaik berhak lolos melaju ke putaran final yang akan berlangsung di Myanmar pada 5-22 Oktober 2014.

Sesuai dengan keputusan Komite Organisasi per 25 April 2013, putaran final AFC U-19 digelar di Myanmar, 5-22 Oktober 2014.

Empat tim teratas bakal menjadi wakil AFC (Asia) dalam turnamen Piala Dunia U-20 tahun 2015 di Selandia Baru, 30 Mei-20 Juni 2015.

Sembilan negara ditunjuk sebagai tuan rumah, yaitu Qatar (Grup A), Yordania (Grup B), Irak (Grup C), Iran (Grup D), Palestina (Grup E), Malaysia (Grup F), Indonesia (Grup G), Thailand (Grup H), dan China (Grup I). Di Grup G, timnas Indonesia U-19 akan bersaing dengan tim unggulan Korsel, Laos, dan Filipina. (ant/jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.241 Since: 05.03.13 | 0.2665 sec