Internasional

Shutdown Rumahkan 70 Staf Intelijen AS

Wednesday, 02 Oktober 2013 | View : 583

WASHINGTON-SBN.

Penutupan oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat (AS) atau government shutdown telah memaksa dinas intelijen di negeri Paman Sam itu untuk merumahkan 70% tenaga kerjanya untuk sementara atau cuti,” demikian kata beberapa pejabat intelijen  AS, Rabu (2/10/2013).

Ketika berbicara dalam dengar pendapat satu panel Senat, Direktur Intelijen Nasional, James Clapper menyebutkan lembaga intelijen telah dipaksa ‘merumahkan sebanyak 70%’ tenaga kerjanya di seluruh jajaran,” lapor Xinhua.

“Saya telah berada di kegiatan intelijen selama 50 tahun. Saya tak pernah menyaksikan yang seperti ini,” tutur James Clapper yang membawahi 16 lembaga intelijen AS.

Direktur Intelijen Nasional, James Clapper juga mengingatkan keamanan nasional AS sudah terdampak. Sebanyak 70% tenaga kerja badan tersebut dirumahkan.

James Clapper memperingatkan penutupan pemerintah dan cuti tersebut akan mempengaruhi kemampuan global lembaga intelijen guna mendukung militer, diplomasi, dan pembuat kebijakan, dan bahaya itu bisa bertumpuk seiring berjalannya waktu dan akibat kerusakan ‘tersembunyi’.

Ketika memberikan penjelasan dalam dengar pendapat tersebut, Ketua Dinas Keamanan Nasional, Jenderal Keith Alexander mengatakan penutupan pemerintah dan cuti pegawai federal telah mempengaruhi lembaga itu ‘sangat keras’,” demikian laporan Xinhua.

Semua kesulitan tersebut meliputi dampak sangat besar pada moral, sebab lembaga tersebut melakukan sebagian besar tindakan penting kontraterorisme.

Setelah berpekan-pekan permainan ‘pingpong’ dewan legislatif, anggota parlemen AS melewati tenggat, Senin (30/9/2013) tengah malam untuk menghindari penutupan pemerintah federal.

Upaya pada saat terakhir guna menyelesaikan kebuntuan gagal, sebab Senat menolak rancangan paling akhir Kongres, yang dimaksudkan untuk memanfaatkan penundaan sebagian dari Obamacare sebagai syarat untuk mendanai pemerintah.

Berbagai lembaga federal AS harus mengidentifikasi personel penting dan memutuskan operasi apa yang akan berlanjut.

Layanan dasar masyarakat mulai dari layanan pos sampai keamanan nasional akan tetap beroperasi.

Namun, sebanyak satu juta pegawai pemerintah akan terpengaruh dan sebagian dari mereka harus tinggal di rumah, untuk menjalani cuti tanpa bayaran. (xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.397 Since: 05.03.13 | 0.1651 sec