Internasional

Shutdown Rumahkan 70 Staf Intelijen AS

Wednesday, 02 Oktober 2013 | View : 639

WASHINGTON-SBN.

Penutupan oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat (AS) atau government shutdown telah memaksa dinas intelijen di negeri Paman Sam itu untuk merumahkan 70% tenaga kerjanya untuk sementara atau cuti,” demikian kata beberapa pejabat intelijen  AS, Rabu (2/10/2013).

Ketika berbicara dalam dengar pendapat satu panel Senat, Direktur Intelijen Nasional, James Clapper menyebutkan lembaga intelijen telah dipaksa ‘merumahkan sebanyak 70%’ tenaga kerjanya di seluruh jajaran,” lapor Xinhua.

“Saya telah berada di kegiatan intelijen selama 50 tahun. Saya tak pernah menyaksikan yang seperti ini,” tutur James Clapper yang membawahi 16 lembaga intelijen AS.

Direktur Intelijen Nasional, James Clapper juga mengingatkan keamanan nasional AS sudah terdampak. Sebanyak 70% tenaga kerja badan tersebut dirumahkan.

James Clapper memperingatkan penutupan pemerintah dan cuti tersebut akan mempengaruhi kemampuan global lembaga intelijen guna mendukung militer, diplomasi, dan pembuat kebijakan, dan bahaya itu bisa bertumpuk seiring berjalannya waktu dan akibat kerusakan ‘tersembunyi’.

Ketika memberikan penjelasan dalam dengar pendapat tersebut, Ketua Dinas Keamanan Nasional, Jenderal Keith Alexander mengatakan penutupan pemerintah dan cuti pegawai federal telah mempengaruhi lembaga itu ‘sangat keras’,” demikian laporan Xinhua.

Semua kesulitan tersebut meliputi dampak sangat besar pada moral, sebab lembaga tersebut melakukan sebagian besar tindakan penting kontraterorisme.

Setelah berpekan-pekan permainan ‘pingpong’ dewan legislatif, anggota parlemen AS melewati tenggat, Senin (30/9/2013) tengah malam untuk menghindari penutupan pemerintah federal.

Upaya pada saat terakhir guna menyelesaikan kebuntuan gagal, sebab Senat menolak rancangan paling akhir Kongres, yang dimaksudkan untuk memanfaatkan penundaan sebagian dari Obamacare sebagai syarat untuk mendanai pemerintah.

Berbagai lembaga federal AS harus mengidentifikasi personel penting dan memutuskan operasi apa yang akan berlanjut.

Layanan dasar masyarakat mulai dari layanan pos sampai keamanan nasional akan tetap beroperasi.

Namun, sebanyak satu juta pegawai pemerintah akan terpengaruh dan sebagian dari mereka harus tinggal di rumah, untuk menjalani cuti tanpa bayaran. (xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.207.716 Since: 05.03.13 | 0.2338 sec