Politik

Rapat Paripurna DPR Terkait Kenaikan BBM

JAKARTA-SBN.

Rapat paripurna pengesahan RUU Perubahan APBN 2013 mulai digelar sejak siang hari hingga malam hari di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013). Rapat paripurna tersebut berjalan alot dan sempat diskors tiga jam untuk memberikan ruang serta kesempatan lobi-lobi antar fraksi. Mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui pengesahan RUU Perubahan UU No.19/2012 tentang APBN 2013 (RAPBN-Perubahan 2013) menjadi Undang-undang yang berarti menyetujui penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang tercantum dalam RAPBN-Perubahan tersebut.

Sebelum pemungutan suara (voting) yang dimulai hampir pukul 22.00 WIB, masing-masing fraksi dipersilakan menyampaikan pandangan akhir dan beberapa catatan. Dalam pemungutan suara (voting) terbuka, sebanyak 388 anggota dari lima fraksi mendukung RAPBN-Perubahan (RAPBN-P) 2013 yang meliputi Fraksi Partai Demokrat sebanyak 143 anggota, Fraksi Golkar 98 anggota, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) 40 anggota, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 34 anggota, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 23 anggota. Tidak ada satu pun anggota kelima fraksi tersebut yang menolak RAPBN-P 2013. Sedangkan, anggota DPR yang menolak RAPBN-P 2013 tercatat sebanyak 181 anggota DPR yang terdiri dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 91 anggota, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 51 anggota, Fraksi Gerindra 25 anggota, dan Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) 14 anggota. Seluruh anggota empat fraksi ini menolak RAPBN-P 2013. 41 anggota tidak hadir dari total 560 anggota DPR.

Sementara itu, di Jakarta, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR. Di luar Gedung DPR, lautan massa menggelar demonstrasi menolak penaikan harga BBM bersubsidi. Sekitar enam ribu orang dari berbagai elemen mahasiswa dan buruh bersatu menyuarakan tujuan yang sama yakni menolak agenda rapat paripurna DPR mengenai persetujuan Dewan atas RAPBN-P 2013 yang di dalamnya terkait alokasi subsidi BBM. Batas waktu aksi demo pukul 18.00 WIB tidak diindahkan pendemo dan aksi demo tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Walaupun situasi sempat memanas dan sempat mencekam, namun tidak ada korban yang timbul dalam aksi demo tersebut. Aparat keamanan sempat menutup Jalan Gatot Subroto tepatnya mulai dari depan Gedung JCC. Ruas tol dalam kota yang menuju arah Gedung DPR dari kedua arah sempat ditutup di kedua lajurnya. Akhirnya, aparat keamanan didukung tank serta water cannon memaksa massa mahasiswa serta buruh membubarkan diri.

Berbagai elemen mahasiswa melakukan demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta menggelar aksi demo di depan SPBU Jalan Cikini, Jakarta Pusat dan memblokir Jalan Cikini Raya. Massa mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar aksi serupa di dua kampus mereka yakni di sekitar Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat dan Cawang, Jakarta Timur. Mahasiswa Universitas Jayabaya di sekitar kawasan kampus, Jalan Achmad Yani, Jakarta Timur dan sempat menutup jalan serta berorasi di sana hingga pukul 19.30 WIB.

“Maraknya aksi menentang kenaikan BBM merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Unjuk rasa yang dilakukan sangat wajar dalam negara demokrasi dengan catatan unjuk rasa harus dilakukan dengan tertib agar tidak menambah persoalan,” tegas Presiden dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Senin (17/6/2013).

“Polda Metro Jaya menurunkan 9.475 personelnya untuk mengantisipasi dan mengamankan aksi demonstrasi,” kata Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Rikwanto. “Konsentrasi terbesar di kawasan kompleks Gedung Parlemen dan Istana Negara,” ujar Rikwanto.

Demonstrasi penolakan oleh kelompok mahasiswa dan masyarakat juga marak di berbagai wilayah Jadebotabek. Demonstrasi penolakan rencana pemerintah menaikkan harga BBM juga terjadi pada beberapa sejumlah kota besar di berbagai daerah di Tanah Air sepanjang Senin (17/6/2013) dan pusat aksi berada di Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, Makassar, Jambi, serta Ambon. Secara keseluruhan, aksi demonstrasi semula berjalan tertib, namun kemudian sebagian demonstrasi berlangsung rusuh karena massa berubah menjadi anarkis sehingga terjadi bentrokan antara aparat yang emosional menghadapi aksi demonstran. (sp/id/rad/kj/jp)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.649.099 Since: 05.03.13 | 0.1645 sec