Olah Raga

Indonesia Juara Umum ISG 2013

Wednesday, 02 Oktober 2013 | View : 1271

PALEMBANG-SBN.

Setelah sukses menjadi tuan rumah, kontingen Indonesia juga berhasil menyabet gelar juara umum dalam Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013 yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada 22 September-1 Oktober 2013. Kendala dana dan payung hukum yang mengawali langkah pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 tak mengurangi kemeriahan pesta olah raga negara-negara Islam. Perhelatan yang digelar di Palembang, Sumatra Selatan, pada 22 September-1 Oktober itu berjalan lancar tanpa hambatan apa pun.

Tuan rumah Indonesia memastikan diri meraih gelar dan menjadi juara umum dalam pesta olahraga negara-negara Islam (Islamic Solidarity Games III) di Palembang, Sumatera Selatan, 22 September-1 Oktober 2013, setelah posisinya sebagai pengumpul dan meraih medali terbanyak dari 46 negara peserta yang tak tergoyahkan hingga hari terakhir pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (1/10/2013). Pada ISG kali ini, sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia tak hanya sukses menyelenggarakan multi-event tersebut, tapi juga sukses menjadi juara umum. Kontingen tuan rumah berhasil mengumpulkan terbanyak.

Kontingen Indonesia berdasarkan klasemen akhir perolehan medali ISG 2013 sukses mengoleksi total dengan torehan 36 medali emas, 35 medali  perak, dan 34 medali perunggu, mengalahkan peringkat kedua ditempati Iran yang terpaut 6 medali emas. Di posisi kedua, Iran secara mengejutkan menyalip Mesir dengan total merebut 30 medali emas, 17 medali perak, 12 medali perunggu. Posisi Iran, yang pada Senin sore masih berada di posisi kelima, terdongkrak berkat 8 emas, 3 perak, dan 5 perunggu yang mereka borong. Disusul, Mesir yang kemarin masih menguntit Indonesia hari ini melorot ke peringkat ketiga, akhirnya bertengger pada peringkat ketiga dengan meraup 26 medali emas, 28 medali perak, dan 31 medali perunggu. Sementara itu, di bawah Mesir ada Malaysia dengan 26 medali emas, 17 medali perak, dan 29 medali perunggu, disusul Turki.

Perolehan medali Indonesia sejak awal ISG tidak pernah lepas dari urutan lima besar, namun persaingan mulai terasa menjelang hari terakhir. Pada hari terakhir ISG III, Selasa (1/10/2013), kontingen Indonesia gagal menambah medali emas. Pada satu hari sebelum penutupan, Senin (30/9/2013), Indonesia telah memastikan posisi pada tempat teratas dan disempurnakan dengan tambahan dua medali emas pada hari ini dari cabang wushu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo mengatakan, sebuah pencapaian luar biasa karena kontingen Merah Putih hanya ditarget masuk 10 besar. Keberhasilan para atlet Indonesia yang berlaga pada 13 cabang olahraga (atletik, bola basket, bola voli indoor, bola voli pantai, taekwondo, karate, wushu, renang, bulu tangkis, sepak bola, tenis lapangan, panahan, dan angkat besi) itu mendapatkan apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo yang pada awalnya sebatas menargetkan masuk 10 besar. Pada ISG pertama di Arab Saudi, Indonesia hanya meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu, dan menempati peringkat ke-18. "Pemerintah hanya menargetkan 10 besar karena pada ISG pertama di Mekkah berada pada urutan 18. Tapi, bersyukur sekali justru melebihi harapan dengan menjadi juara umum," tutur Menpora Roy Suryo. Ia menyatakan, kontingen Indonesia pada perhelatan olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini diperkuat oleh sebagian besar atlet lapis pertama yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional persiapan SEA Games Myanmar ke-27 tahun 2013.

Para atlet itu mampu memberikan prestasi terbaik meski dihadapkan dengan sejumlah kendala, seperti keterlambatan pembayaran uang saku Pelatnas selama tiga bulan. "Saya mewakili pemerintah sangat berterima kasih atas perjuangan atlet pada ajang ISG ini yang dilandasi rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Meskipun pemerintah tidak pernah menjanjikan bonus tapi dengan keberhasilan ini akan dipertimbangan untuk memberikan penghargaan kepada atlet," tambahnya lagi.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo memberikan apresiasi yang sangat besar dengan keberhasilan Indonesia meraih gelar juara umum. Selain itu, Roy Suryo juga memberikan penghormatan cukup besar kepada Sumatera Selatan karena dinilai telah berhasil menyelenggarakan ISG III dengan sangat baik meskipun waktu persiapannya yang mepet. "Saya ucapkan selamat kepada seluruh atlet Indonesia karena telah meraih juara umum di ISG III Palembang," kata Menpora Roy Suryo di Palembang, Selasa (1/10/2013).

Roy Suryo menilai ajang ISG ini sangat penting karena disamping sebagai solidaritas antar negara-negara muslim, ajang ini juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia. Selain itu, ISG juga dapat mempersatukan negara-negara Islam di dunia yang saat ini sedang memanas. "Kita bisa lihat bagaimana Suriah, Palestina, dan Yordania yang diluar sana sedang panas, namun ketika di ISG mereka justru sangat akrab," bilang dia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo menilai ini ISG tersukses karena diikuti 39 negara peserta. Sebelumnya, ISG hanya diikuti oleh 23 negara. Indonesia sendiri menempati urutan ke-18. "Kita sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Peserta mencapai 39 negara, dan Indonesia berhasil menjadi juara umum," ujar Roy Suryo.

Menurut Menpora, Roy Suryo, keberhasilan ini bukan keberhasilan individu, tetapi keberhasilan seluruh bangsa. "Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan masyarakatnya yang mau bersimbah keringat, darah, untuk negara," lanjut dia.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, mengatakan usaha keras Sumsel dalam penyelenggaraan demi memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Seperti diketahui, persiapan ini sangat minim, waktunya sangat pendek. "Kami telah bersimbah keringat dan darah untuk menyukseskan ini, dan prestasi bukan segalanya, tetapi persaudaraan yang paling utama," ujar Alex Noerdin. Alex Nurdin juga menyampaikan harapannya atas event ini agar seluruh negara peserta tetap mengingat Sumsel. "Saya berharap ofisial, atlet, dan lainnya bisa pulang dengan membawa kenangan di Kota Palembang. Saya juga berharap ke depan fundamental untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh umat melalui ISG ini bisa terwujud," tutur dia.

Ucapan terima kasih juga dilontarkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo. “Terima kasih untuk KONI Sumsel, DPRD, panpel, dan segenap pihak yang sudah ikut membantu pelaksanaan ISG. Khusus untuk Gubernur Sumatra Selatan, sebuah apresiasi tinggi kami berikan yang sanggup menjadi tuan rumah ISG walau hanya punya dua bulan persiapan," ujar Rita Subowo. Raihan prestasi atlet Indonesia pada ISG kali ini di luar dugaan. Dijelaskan Rita Subowo, meski terkendala dana dan persiapan mepet akibat perubahan jadwal dan pemindahan lokasi, atlet tuan rumah mampu mendominasi perolehan medali. "Menpora hanya memasang target 10 besar. Alhamdulillah, hingga hari kesembilan pelaksanaan ISG, kontingen Indonesia mampu memimpin klasemen sementara perolehan medali," ungkap dia.

Menpora Roy Suryo memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan mengeluarkan perpres (peraturan presiden) penunjukan langsung untuk pencairan dana ISG. "Kita pastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mungkin menabrak aturan yang dibuatnya sendiri. Maka itu, dipastikan tidak akan terbit Perpres PL," papar Menpora Roy Suryo saat menggelar konferensi pers di gedung Bank Sumsel Babel, Palembang, Selasa  (1/10/2013) pagi. Dituturkan Roy Suryo, sejauh ini, panitia tidak perlu khawatir dengan penggunaan dana ISG jika tidak ada perpres karena tim asistensi yang dibentuk oleh pemerintah pusat dapat dijadikan pegangan dalam pelaporan penggunaan keuangan. "Kita ingin semuanya selamat sehingga tidak perlu adanya perpres," ucapnya.

Menurut Menpora Roy Suryo, apa yang dibentuk dalam tim asistensi itu sudah ada beberapa pejabat berwenang, di antaranya Menko Perekonomian, Jaksa Agung, Kepolisian, serta semua pihak yang memunyai kepentingan sistem keuangan negara.

Sejauh ini, kenaikan harga barang dan jasa dalam penyelenggaraan ISG terbilang wajar. "Harga naik mencapai tiga kali lipat, dan kenaikan itu tidak apa-apa, asal semuanya benar, karena kita juga takut jalan-jalan ke Kuningan (KPK)," tambah dia.

Pelaksanaan ISG III yang berlangsung sejak 22 September 2013 lalu resmi ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo pada Selasa (1/10/2013) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Pencapaian ini membuktikan ketidakpatuhan seluruh kontingen Indonesia  pada target yang dicanangkan. Dari target masuk 10 besar, malah Indonesia menjadi juara umum ISG 2013,” bilang Menpora usai penutupan ISG di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (1/10/2013). 

Menpora Roy Suryo menolak apabila dikatakan ISG bukan event yang besar dan penyelenggaraannya tidak menciptakan atmosfer yang tinggi. “ISG lumayan bergengsi, karena banyak juga juara dunia yang hadir,” tukas dia. Menpora pun menepis anggapan bahwa hasil juara umum yang diraih Indonesia karena kontingen negara lain hanya mengirim atlet level kedua. Menurutnya,  ini semua berkat kerja keras seluruh kontingen khususnya atlet. Dia meminta kepada semua pihak untuk tidak mengecilkan hasil perjuangan atlet Indonesia.

“Tidak ada gading yang tidak retak, pasti ada kekurangan dan hambatan yang ditemui selama pelaksanaan ISG. Secara keseluruhan berlangsung sukses. Terima kasih juga atas partisipasi awak media, tanpa pemberitaan, ISG tidak akan sukses dan diketahui masyarakat," ungkapnya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan ISG ketiga tersebut, Indonesia juga telah menyerahkan bendera penyelenggaraan kepada negara Azerbaijan sebagai tuan rumah ISG IV pada 2017 mendatang. Penyerahan dilakukan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo, di Stadion Gelora Sriwijaya, Kompleks Olahraga Jakabaring, Selasa (1/10/2013) malam. Azerbaijan terpilih sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan ISG ke empat pada 2017 mendatang. Bendera Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF) akan diserahkan kepada Azerbaijan sebagai penanda bahwa ISG ke-4 resmi digelar di negara yang bersangkutan.

Menpora Roy Suryo mengingatkan tantangan besar sudah di depan mata. Pada SEA GAMES XXVI 2011, Indonesia menjadi juara umum di kandang sendiri. Tantangan atlet Merah Putih selanjutnya, yakni SEA Games XXVII di Myanmar pada Desember 2013. “Hasil ini adalah tolak ukur Indonesia untuk SEA GAMES XXVII Myanmar 2013. Sebab, dalam ISG 2013, sebanyak 90% atlet dari pelatnas dan itu bisa menjadi peluang kami di SEA GAMES nanti,” elaborasi Menpora Roy Suryo kepada wartawan di Palembang, Selasa (1/10/2013). “Karena itu, target SEA GAMES XXVII tetap sama, semoga bisa merebut medali 115-140 emas. Tidak bisa mengatakan rangking berapa. Sebab, kendati tahun 2011, Indonesia juara umum, tapi kondisinya berbeda. Ketika itu kami tuan rumah,” jelas Menpora Roy Suryo.

Berikut klasemen akhir perolehan medali pesta olahraga negara-negara Islam atau "Islamic Solidarity Games III" di Palembang, 22 September-1 Oktober 2013, yang dirilis National Olympic Committee Indonesia, Selasa (1/10/2013).

                                Emas Perak Perunggu
1. Indonesia                  36        35        34

2. Iran                          30        17        12

3. Mesir                       26        28        31

4. Malaysia                   26        19        29

5. Turki                        23        31        49

6. Maroko                    10        15        14

7. Arab Saudi               7          3          6
8. Azerbaijan                6          9          9
9. Aljazair                     5          6          9
10. Oman                     3          2          5
11. Bahrain                   2          1          3
12. Suriah                     2          1          2
13. Irak                        2          1          1
14. Tunisia                    2          0          6
15. Qatar                     1          2          2
16. Yordania                1          1          2

17. Kuwait                   0          5          3

18. Guyana                   0          2          0
19. Uni Emirat Arab     0          1          3

20. Libya                      0          1          2
21. Bangladesh             0          1          1

22. Brunei Darusalam   0          1          1

23. Palestina                 0          1          0

24. Turkmenistan          0          0          4

25. Senegal                  0          0          3

26. Yaman                   0          0          3

27. Kamerun                0          0          1

28. Libanon                  0          0          1

29. Sierra Leone           0          0         

(id/jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.874.406 Since: 05.03.13 | 0.1428 sec