Hukum

Kasus Bank Century, KPK Harus Gandeng PPATK

Tuesday, 01 Oktober 2013 | View : 865

JAKARTA-SBN.

Mantan Direktur Utama PT. Century Mega Investama (CMI), Robert Tantular menyerahkan sejumlah barang bukti dalam pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus Bank Century di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Kuasa hukum Robert Tantular, Andi Simangunsong menyerahkan bukti penggunaan dana talangan (bailout) Rp 6,7 triliun. Dari dana tersebut, menurut Andi Simangunsong, sebagian besar atau sekitar Rp 2,2 triliun ditempatkan di Bank Indonesia dalam Surat Utang Negara (SUN). Dari jumlah dana talangan tersebut, ada sekitar Rp 2,2 triliun yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Andi Simangunsong mempertanyakan kegunaan penempatan uang sebesar itu di BI. "Kalau tidak, semua hanya akan menjadi tanda tanya besar kemana dana Rp 6,7 triliun," ujarnya. “Di sini terlihat ada lebih dari Rp 2,2 triliun dana Bank Century ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Untuk apa kalau perlu Rp 6,7 triliun, tapi Rp 2,2 triliun ditempatkan kembali ke BI. Itu menjadi tanda tanya besar dalam perkara ini,” ucap Andi Simangunsong.

Dalam dokumen yang diserahkan pihak Robert Tantular kepada para wartawan juga terungkap, salah satunya memuat rincian penggunaan dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) dari dana talangan tersebut.

Ada sembilan item penggunaan dari dana talangan (bailout) itu yaitu juga digunakan untuk pelunasan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) BI dan bunganya sebesar Rp 706,21 miliar, pengembalian Dana Pihak Ketiga (DPK) BUMN/BUMD/Yayasan sebesar Rp 524,34 miliar. Ada juga pembayaran Dana Pihak Ketiga (DPK) tidak terafiliasi senilai Rp 2,869 triliun, pembayaran dana pihak ketiga terafiliasi Rp 80,70 miliar, serta pembayaran lain-lain sebesar Rp 27,48 miliar.

Dana talangan yang ditempatkan di Bank Indonesia yang dimaksudkan Andi Simangunsong yaitu penempatan di BI sebesar Rp 1,561 triliun dan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 631,97 miliar sehingga totalnya sebesar Rp 2,192 triliun. Lainnya dana talangan untuk kas di Bank Century sebesar Rp 80,50 miliar serta untuk penempatan antar bank sebesar Rp 281,40 miliar. Total dana talangan yaitu sebesar Rp 6,762 triliun.

Oleh karena itu, Andi Simangunsong pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri lebih dalam penggunaan dana talangan (bailout) Rp 6,7 triliun tersebut. Pihak Robert Tantular juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri penggunaan dana bail out atau dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun. “Kami dari pihak Robert Tantular meminta bantuan KPK untuk menggandeng PPATK dalam rangka menelesuri dana Rp 6,7 triliun tersebar,” tandas kuasa hukum Robert Tantular, Andi Simangunsong yang ditemui di plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Andi Simangunsong mempertanyakan penggunaan dana talangan itu apakah memang untuk operasional Bank Century atau ada pihak lain yang menikmati dana talangan itu. Prinsip follow the money, ia melanjutkan, perlu diterapkan dalam perkara ini.

“Selama ini ada yang beranggapan Rp 6,7 triliun dinikmati oleh Pak Robert Tantular sendiri. Sekarang, kami minta bantuan KPK dan PPATK saling bergandengan tangan menelusuri Rp 6,7 triliun itu disebarkan,” pinta Andi Simangunsong.

Sebelumnya, Robert Tantular juga telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Pasalnya, sebagai mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular yang telah berstatus sebagai terpidana kasus tindak pidana perbankan itu dinilai mengetahui kasus dugaan korupsi tersebut.

Dalam kasus Bank Century ini, KPK telah memperoleh kesimpulan bahwa mantan Deputi Gubernur BI, Siti Fadjriyah dan Budi Mulya sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Tapi, hingga kini, surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Siti Fadjriyah belum diterbitkan karena faktor kesehatan. Hanya Budi Mulya yang telah resmi berstatus sebagai tersangka. (id/sp/rep)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.044 Since: 05.03.13 | 0.2061 sec