Hukum

Robert Tantular Serahkan Tiga Novum Ke KPK

Tuesday, 01 Oktober 2013 | View : 834

JAKARTA-SBN.

Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular menyerahkan tiga novum atau bukti baru terkait Bank Century ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) baik perkara pidana maupun perdata, salah satu syarat materiilnya adalah ditemukannya bukti baru, atau keadaan baru, atau yang disebut dengan novum. Alasan materiil PK adalah ditemukannya novum dalam perkara pidana disebut dengan “keadaan baru” terdapat dalam Pasal 263 ayat (2) huruf a KUHAP. Novum itu sebenarnya suatu fakta, dan fakta mestilah melekat pada suatu alat bukti. Sementara ditemukannya novum dalam perkara perdata, disebut dengan “surat-surat bukti yang bersifat menentukan” dalam perkara perdata terdapat dalam Pasal 67 huruf b UU No.14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung yang diubah pertama kali dengan UU No.5 Tahun 2004 yang diubah kedua kalinya dengan UU No.3 Tahun 2009 berupa surat saja, namun dalam perkara pidana juga termasuk alat bukti saksi.

Bukti-bukti atau novum tersebut berupa surat-surat atau dokumen sebelum bank yang kini berubah nama menjadi Bank Mutiara tersebut mendapat kucuran dana talangan (bailout) sebesar Rp 6,7 triliun. 

Menurut kuasa hukum Robert Tantular, Andi Simangunsong, bukti antara lain berupa surat pernyataan dari manajemen lama Bank Century yang mengajukan permohonan pinjaman dengan plafon kredit Rp 1 triliun ke Bank Indonesia yang dilayangkan pada 30 Oktober 2008.

Surat tersebut sebagai bukti Bank Century tidak membutuhkan anggaran sebesar Rp 6,7 triliun untuk penyelamatan. “Ajukan plafon itu karena ada kesulitan likuiditas Bank Century saat itu yang kena imbas krisis ekonomi global 2008,” jelas Andi Simangunsong ketika mendampingi Robert Tantular saat diperiksa sebagai saksi di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9/2013).

“Bukti kedua berupa letter of intent antara Bank Century, pemegang saham Bank Century dengan PT. Sinar Mas Multiartha Tbk.,” sambung Andi Simangunsong. “Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Sinar Mas Group melalui PT. Sinar Mas Multiartha Tbk. telah menunjukkan keseriusannya untuk mengakuisisi Bank Century sebelum diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” tambah dia.

“Tapi, saat Sinar Mas Grup sedang dalam proses pengambilalihan 70% saham Bank Century, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pada tanggal 21 November 2008 mengumumkan bahwa Bank Century diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” imbuh Andi Simangunsong. “Seandainya ini dijalankan sampai tuntas, negara tidak perlu menggelontorkan dana hingga Rp 6,7 triliun, biarlah ini menjadi urusan antara swasta dengan swasta dan penyelamatan dilakukan dengan uang swasta sendiri, dalam hal ini Sinar Mas Grup,” terang Andi Simangunsong.

“Sedangkan untuk bukti ketiga, berupa surat pernyataan PT. Century Mega Investindo (CMI) selaku pemegang saham tertanggal 21 November 2008. Surat tersebut menunjukkan bahwa PT. CMI, yang Direktur Utamanya Robert Tantular bersedia menyetor tambahan modal sekurang-kurangnya 20% dana penyelamatan Bank Century,” sambung Andi Simangunsong. “Jika pernyataan itu dipenuhi LPS pada waktu itu, negara tidak perlu mengeluarkan dana Rp 6,7 triliun karena 20% ditanggung klien kami,” tandas Andi Simangunsong. (jos/id/sp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.999.350 Since: 05.03.13 | 0.1494 sec