Hukum

Alasan Polisi Soal Berkas Kasus Sisca Yofie Belum Rampung

Monday, 30 September 2013 | View : 1621

BANDUNG-SBN.

Berkas perkara pencurian disertai kekerasan yang merenggut nyawa wanita cantik, Kepala Cabang Bandung PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Franceisca Yofie alias Sisca (34) secara sadis dan keji di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) lalu, belum juga rampung dilengkapi penyidik Polrestabes Bandung. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung beberapa waktu lalu mengembalikan berkas lantaran dianggap belum lengkap atau P19. “Jadi tinggal teknis saja. Sebenarnya kalau apa yang menjadi kewenangan kami, sudah kami lengkapi," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Truno Yudho Wisnu Andiko kepada wartawan, Senin (30/9/2013). AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko menegaskan, pihaknya masih menunggu pihak Mabes Polri perihal hasil digital forensik.

Kejari Bandung menyampaikan petunjuk, yang salah satunya meminta berkas dilengkapi digital forensik berupa transkip serta histori pembicaraan atau jejak komunikasi telepon kedua tersangka, Wawan dan Ade. Upaya ini dilakukan guna memastikan ada dan tidaknya dalang atau orang lain yang terlibat selain Wawan dan Ade. "Soal itu (hasil digital forensik) berkaitan dengan satuan lain yang harus melalui Mabes Polri. Jadi memang butuh waktu untuk melampirkannya. Kami tak bicara target kapan selesai. Nanti kalau sudah beres, kami segera menyerahkan kembali berkasnya kepada kejaksaan," ucap AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko.

Kasus kematian Sisca Yofie pada awal Agustus 2013 lalu menarik perhatian publik. Polisi menyimpulkan kalau wanita berparas cantik tersebut menjadi korban pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan Sisca Yofie meninggal dunia. Pernyataan itu diperkuat pengakuan dua tersangka yakni Wawan dan Ade yang menggondol tas milik Sisca Yofie.

Seiring bergulirnya proses penyidikan oleh polisi, banyak khalayak menyampaikan opini berupa kejanggalan dalam perkara tersebut. Sorotannya apakah Sisca Yofie diseret atau terseret pelaku yang sewaktu beraksi menunggangi sepeda motor. Opini publik makin menggelinding kencang tatkala tewasnya Sisca Yofie dikaitkan dengan seorang perwira menengah kepolisian yang bertugas di Bidang Humas Polda Jawa Barat yaitu Komisaris Polisi (Kompol) Albertus Eko Budiharto (AEB) yang dikabarkan pernah menjalin hubungan spesial dengan mendiang korban pembunuhan sadis yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca.

Guna menjawab rasa janggal yang dipertanyakan publik, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun tangan melakukan investigasi. Temuan tim Kompolnas menyebut kasus ini kriminal biasa yang motifnya pencurian. Kompolnas pun tidak menemukan adanya keterlibatan Kompol AEB.

Di hadapan wartawan, Wawan dan Ade membantah disuruh orang. Mereka menegaskan selama ini tak mengenal sosok Kompol AEB. Pernyataan kedua tersangka diamini Kompol AEB. Bahkan Kompol AEB mengumbar janji dengan melontarkan pernyataan siap dihukum mati jika terbukti terlibat dalam tewasnya Sisca Yofie. (det)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.006 Since: 05.03.13 | 0.1632 sec