Hukum

Ahmad Fathanah Pernah Minta Hubungkan Direksi PT. Jasa Marga

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus dugaan suap penambahan kuota impor daging PT. Indoguna Utama, Ahmad Fathanah, diketahui pernah mencoba menghubungi Direksi PT. Jasa Marga. Saksi, mantan Anggota Komisi XI DPR RI, Rama Pratama, mengaku terdakwa kasus perkara dugaan suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, Ahmad Fathanah pernah minta dirinya menghubungkan terdakwa dengan Direksi PT. Jasa Marga. Hal itu dilakukan untuk bisa menggarap proyek-proyek yang berasal dari perusahaan plat merah tersebut. Bekas anggota Komisi XI DPR RI, Rama Pratama menegaskan lagi bahwa terdakwa Ahmad Fathanah pernah meminta dihubungkan ke Direksi PT. Jasa Marga. Keinginan Fathanah itu dilatari untuk menggarap proyek di perusahaan jalan pelat merah itu. Hal itu diungkapkan oleh saksi Rama Pratama, mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (30/9/2013). “Yang saya ingat, terdakwa telepon saya soal dia minta bantuan disambungkan ke direksi PT. Jasa Marga,” beber Rama Pratama di hadapan majelis hakim saat bersaksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (30/9/2013) pagi.

Ahmad Fathanah diketahui juga pernah menghubungi Rama Pratama untuk mencari orang dari PT. Jasa Marga terkait untuk satu proyek.Pernah ada komunikasi dengan Fathanah untuk mencari kenalan di PT. Jasa Marga terkait proyek pemasangan lampu jalan di Tanjung Benoa, tapi saya tidak punya,” tutur Rama Pratama.

Namun, Rama Pratama mengaku batal menghubungkan Ahmad Fathanah dengan PT. Jasa Marga. Rama Pratama mengklaim tidak menghubungkan Ahmad Fathanah dengan PT. Jasa Marga dan tidak bisa mengabulkan permintaan Ahmad Fathanah. Sebab, dia tidak punya koneksi kepada direksi perusahaan tersebut. "Makanya saya nggak merespon permintaan terdakwa," ungkap pria yang bergabung di PKS sejak tahun 1999 ini. "Jadi tak saya sambungkan,” imbuhnya.

Rama Pratama juga mengaku tidak mengetahui proyek apa yang sedang diincar oleh orang terdekat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq itu. "Saya tahunya terdakwa pengusaha. Tapi perusahaannya saya kurang tahu," jelas dia.

Sayang, Rama Pratama tak merinci proyek apa yang hendak digarap suami Septy Sanustika itu. Mendengar kesaksian Rama Pratama, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Rini Triningsih mencecar mengenai kedekatannya dengan Ahmad Fathanah. Rahma Pratama juga mengaku tahu, Ahmad Fathanah mendirikan suatu perusahaan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Hal itu dia ketahui langsung dari LHI. "Pak Luthfi yang bilang,” paparnya.

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Rini Triningsih menanyainya soal kenapa dia dihubungi Ahmad Fathanah. “Karena, dia punya perusahaan bersama Luthfi Hasan Ishaaq," jawabnya. Saat ditanya dari mana dia tahu mereka berdua punya perusahaan, Rama Pratama pun menjawab singkat. "Pak Luthfi yang bilang," tegasnya.

Untuk diketahui, LHI dan Ahmad Fathanah memang mendirikan sebuah perusahaan bernama PT. Prima Karsa Sejahtera (PKS). Perusahaan tersebut diduga didirikan untuk mengincar sejumlah proyek di Kementerian Pertanian. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.762 Since: 05.03.13 | 0.1892 sec