Hukum

Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak Diperiksa KY

Friday, 27 September 2013 | View : 1125

JAKARTA-SBN.

Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak Sudrajad Dimyati, S.H., M.H. mengatakan dirinya menjalani pemeriksaan oleh Komisi Yudisial (KY) selama dua jam, dengan banyak sekali pertanyaan. “Saya sudah memenuhi panggilan dari Komisi Yudisial, dan saya hadir tepat waktu pukul 10.00 WIB, serta menjalani pemeriksaan kira-kira hingga pukul 12.00 WIB. Pertanyaannya saya tidak hitung, banyak sekali, semua sudah saya jelaskan,” papar Sudrajad Dimyati saat menggelar konferensi pers di Komisi Yudisial, Kamis (26/9/2013).

Kehadiran Sudrajad Dimyati di KY untuk diperiksa terkait dugaan suap yang terjadi di toilet dengan anggota Komisi III DPR RI, Bachrudin Nasori. Saat menggelar konferensi pers tersebut, Sudrajad Dimyati mengaku masih dalam posisi menunggu hasil pengetikan berita acara pemeriksaan untuk kemudian ditandatangani olehnya. Dirinya mengatakan sengaja menemui media untuk memberikan penjelasan terlebih dulu.

Namun dia enggan mengungkapkan detail pemeriksaan yang dilakukan KY kepada dirinya, dia meminta media menunggu hasilnya. Namun pada kesempatan itu Dimyati kembali menjelaskan terkait dugaan praktik suap yang dituduhkan kepadanya, yang terjadi di toilet DPR RI. "Saya sangat mencintai kebenaran, demikian juga semua orang, termasuk wartawan akan sampaikan yang benar adalah benar. Berita yang menyatakan ada perpindahan, apakah itu amplop, kertas dari tangan saya, kepada orang atau seorang yang berada di sebelah kiri saya saat saya di-'urinoir' buang hajat, yaitu pipis, itu tidak ada sama sekali,” terangnya.

Sudrajad Dimyati menuturkan tidak ada perpindahan apa pun dari tangannya, apalagi jika ada yang menulis yang berpindah itu adalah amplop putih tebal. Menurut dia, kala itu dirinya masuk toilet seorang diri. Ketika hendak membenahi bajunya, tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenalnya masuk berdiri di sebelahnya dan menunjukkan sebuah kertas. Orang itu belakangan diketahui anggota Komisi III DPR RI, Bachrudin Nasori (saat ini sudah dirotasi ke Komisi II).

Menurut Sudrajad Dimyati, Bachrudin Nasori kala itu menanyakan dari dua daftar calon hakim agung wanita yang terdapat di kertas, mana yang merupakan karier. "Saat itu saya mengatakan yang karier yang bawah, itu yang terjadi," jelasnya.

Sudrajad Dimyati, S.H., M.H. menginginkan jika tidak terbukti melakukan praktik suap, maka nama baiknya bisa direhabilitasi. Dia juga meminta wartawan yang mengaku menyaksikan praktik suap itu agar hadir memenuhi panggilan KY dan mengungkapkan apa yang sebenar-benarnya terjadi.

Sudrajad Dimyati enggan berkomentar saat ditanya apakah dirinya merasa kecewa dengan kegagalannya dalam proses seleksi tersebut. Demikian juga halnya saat ditanya apakah kegagalannya disebabkan insiden dugaan suap di toliet kepada anggota Komisi III Bachrudin Nasori.

Juru Bicara KY, Asep Rahmat Fajar mengatakan pihaknya akan melakukan analisis dari keterangan-keterangan yang telah diperoleh. Jika memang Sudrajad Dimyati tidak terbukti seperti yang diduga selama ini maka nama baiknya akan direhabilitasi. "Kalau dinilai melakukan pelanggaran dan merupakan pelanggaran ringan maka sanksinya cukup teguran, jika pelanggaran dinilai berat maka non aktif atau pemecatan," elaborasi dia. Menurut Asep Rahmat Fajar, KY akan segera melakukan publikasi terhadap hasil apa pun dari pemeriksaan kasus tersebut, karena sudah merupakan isu publik.

Sebelumnya proses uji kelayakan dan kepatutan Calon Hakim Agung (CHA) di Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (18/9/2013) diwarnai dengan dugaan adanya pertemuan khusus di toilet antara calon hakim agung Sudrajad Dimyati dengan anggota Komisi III DPR RI, Bachrudin Nasori. Diduga pertemuan itu terkait upaya penyuapan untuk kelolosan uji calon hakim agung. Namun keduanya telah membantah atas isu tersebut.

Akhirnya KY memanggil kedua pihak untuk dimintai keterangannya terkait isu tersebut. Bachrudin Nasori sendiri sebelumnya, Rabu (25/9/2013) telah dipanggil oleh Komisi Yudisial untuk dimintai keterangannya. (ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.541 Since: 05.03.13 | 0.1334 sec