Hukum

Kasus Hambalang, Komisi Antirasuah Bantah Kesulitan Menahan AAM Dan AU

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah pimpinan Abraham Samad yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah kesulitan menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, mantan Menpora AAM, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, AU, dan mantan Direktur Operasional PT. Adhi Karya, TBMN.

“Penahanan terhadap tiga tersangka tersebut hanya soal teknis,” tegas Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, S.H., SP.N., LL.M. “Jadi setelah ditetapkan (tersangka) ini (penahanan) soal teknis. Jadi tunggu saja,” tukas Adnan Pandu Praja lagi di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

“Kesulitan lebih besar justru dialami KPK saat mengeluarkan penetapan status tersangka,” tandas Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja. “Itu momen yang paling sulit,” beber Adnan Pandu Praja. “Oleh sebab itu, KPK tidak pernah mengendurkan langkah penyidikan kasus Hambalang, utamanya dalam menyidik ketiga tersangka,” ketus Adnan Pandu Praja, S.H., SP.N., LL.M.

Terlebih KPK telah menerima audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi proyek Hambalang. “Begitu jadi tersangka kami enggak mungkin mundur. Cuma soal waktu saja dan itu (audit BPK) membantu,” cetus Adnan Pandu Praja, S.H., SP.N., LL.M.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Menpora, AAM, mantan Kepala Bagian Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, dan mantan Direktur Operasional PT. Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor (TBMN).

Dari ketiga tersangka tersebut, baru satu orang yang telah menjadi tahanan KPK, yakni Deddy Kusdinar. Deddy Kusdinar ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di Basement plaza Gedung KPK.

Selain menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, KPK juga mengusut indikasi aliran dana yang berkaitan dengan proyek Hambalang hingga menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, AU sebagai tersangka. Dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang tersebut, AU diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain ketika dirinya masih duduk menjadi anggota DPR RI. Namun, hingga kini AU juga masih belum ditahan oleh KPK. (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.730 Since: 05.03.13 | 0.1354 sec