Hukum

Saksi Sebut Mantan Presiden PKS Bantu Proyek Penampungan Minyak

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus perkara dugaan suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), LHI disebut membantu proyek pembuatan penampungan minyak yang dikerjakan oleh PT. Intim Perkasa.

“Kami mengutus terdakwa (Fathanah) untuk mencari investor membiayai kerjaan ini, yang utus orang tua saya. Kemudian dia minta dimasukkan dalam struktur kepengurusan perusahaan, LHI serta anaknya, Hudzaifah, dimasukkan ke dalam kepengurusan,” ungkap Direktur PT. Intim Perkasa, Andi Revi Sose dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (23/9/2013).                 

Direktur PT. Intim Perkasa, Andi Revi Sose yang menjadi saksi dalam sidang kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa, Ahmad Fathanah.

Saksi mengaku bahwa perusahaannya awalnya memanggil LHI. sebagai motivator. “Kami menganggap Pak Luthfi sebagai ustadz yang bisa menjadi motivator dan memberi saran kepada perusahaan untuk menegakkan amanah dan menjaga kejujuran,” beber Andi Revi Sose yang pernah bersama Ahmad Fathanah belajar di pesantren IMIIM, milik orang tua Ahmad Fathanah di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Hudzaifah Luthfi ternyata sempat terlibat dalam bisnis penampungan minyak. Keduanya sengaja dilibatkan, buat mengamankan investor proyek. “Fathanah janji mencarikan investor. Tapi tidak lama kemudian dia meminta dimasukkan dalam struktur kepengurusan perusahaan. Dia juga meminta Luthfi Hasan dan anaknya, Hudzaifah, dimasukkan ke dalam kepengurusan,” elaborasi Andi Revi Sose saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Saksi Andi Revi Sose yang merupakan anak pemilik PT. Intim Perkasa, Andi Pakurimba Sose, menyebutkan sempat negosiasi dengan ayahnya sebelum memutuskan memulai kerja sama itu. PT. Intim Perkasa sendiri rencananya menjalankan bisnis penampungan minyak itu.

Menurut saksi Andi Revi Sose, PT. Intim Perkasa saat itu sedang mengerjakan proyek penampungan minyak di Takalar, Sulawesi senilai Rp 230 miliar dan membutuhkan investor besar. “Untuk pembebasan lahan butuh Rp 6 miliar. Pak Luthfi kemudian memberikan Rp 1 miliar karena kami membutuhkan uang dengan cepat, mengingat bapak saya Andi Pakurimba Sose sedang berada di Swiss, PT. Intim Perkasa ada di Swiss, Abu Dhabi, dan negara lain, dan untuk membayar harus bapak saya yang tanda tangan. Jadi, kami ambil keputusan cari Rp 1 miliar dulu,” papar saksi Andi Revi Sose.

Menurut saksi Andi Revi Sose, uang tersebut hanya talangan sampai investor Korea Selatan (Korsel) datang. Saat Jaksa Rini Triningsih membacakan Berita Acara Pemeriksaan, saksi Andi Revi Sose mengakui tujuan memasukkan ketiganya buat mengamankan investor proyek. Menurut dia, saat itu Hudzaifah yang berhasil menarik pemodal asal Korea. "Apa yang mesti diamankan?," tanya Jaksa Rini Triningsih. "Mereka (Hudzaifah dan Luthfi) untuk mengamankan proyek. Tapi sepertinya lebih ke mengamankan investor asal Korea, karena itu yang bawa Hudzaifah. Jadi mereka di tengah-tengah," jelasnya. “Ini hanya talangan saja sebelum ada dana dari investor Korea Selatan. Jadi Pak Luthfi membantu mengamankan investor dari Korea Selatan. Investor ini juga didapat dari anak Pak Luthfi, Hudzaifah,” terang saksi Andi Revi Sose lagi.

“Tetapi katanya Hudzaifah baru lulus kuliah? Bagaimana bisa langsung ikut bisnis?," tanya Jaksa Rini Triningsih. "Ya saya tahunya seperti itu saja," jawab Andi Revi Sose.

Hal yang ganjil adalah uang Rp 1 miliar tersebut diserahkan secara tunai. “Mengapa uang diberikan secara tunai dan tidak ditransfer?” tanya Hakim anggota. “Itu permintaan bapak saya,” jawab Andi Revi Sose. 

Saksi Andi Revi Sose mengaku bahwa setelah LHI masuk, terjadi strukturisasi dalam perusahaan keluarga tersebut artinya ada pembagian kepemilikan saham, yakni 52% masih dimiliki oleh keluarga Andi Pakurimba Sose, sedangkan 46% atas nama LHI dan Hudzaifah, dan masing-masing 1% untuk Ahmad Maulana dan Ahmad Fathanah yaitu pengusaha yang dekat dengan LHI.

Saksi Andi Revi Sose juga mengakui bahwa Ahmad Fathanah pernah melakukan transaksi keuangan baik dengan dirinya maupun kepada ibunya Evi Anggraeni, abangnya Andi Akbar Sose serta istrinya Yulia Puspitasari. “Orang tua saya sudah kenal lama dengan Pak Luthfi,” papar Andi Revi Sose beralasan.

Beberapa saksi, di antaranya Andi Pakurimba Sose, Evi Anggraeni, Andi Akbar Sose yang sudah diagendakan untuk menjadi saksi tidak dapat hadir dalam persidangan karena menonton pertandingan Formula 1 Singtel Singapore Grand Prix di sirkuit jalanan Marina Bay, Singapura. (met/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.667 Since: 05.03.13 | 0.1363 sec