Hukum

HAS Ancam Bongkar Mafia Anggaran Di DPR RI

Monday, 23 September 2013 | View : 652

JAKARTA-SBN.

Tersangka kasus dugaan suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Haris Andi Surahman (HAS) akhirnya resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Haris Andi Surahman yang ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat untuk 20 hari ke depan ini mengancam akan membongkar mafia anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. “Untuk kepentingan penyidikan tersangka HAS ditahan 20 hari pertama di Rutan Salemba,” tutur Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2013). 

Tersangka kasus dugaan suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Haris Andi Surahman merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 17.15 WIB.

Dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, kader Partai Golkar tersebut tampak pasrah digiring ke petugas KPK menuju mobil tahanan KPK. “Ya jalani saja. Apa maunya KPK,” ucap singkat pria berambut cepak dan berkacamata tersebut.

Walaupun tidak mau berkomentar banyak soal penahanannya, HAS mengklaim dirinyalah yang pertama kali melaporkan adanya mafia anggaran di DPR RI. Oleh karena itu, HAS berjanji akan membongkar soal mafia-mafia anggaran tersebut.

Haris Andi Surahman pun mengancam akan membongkar semua praktek mafia anggaran di DPR RI, khususnya dalam proses pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. “Yang pasti bahwa DPR masih banyak calo, mafia-mafia anggaran. Kami akan laporkan semua,” pungkas Haris Andi Surahman.

Seperti dikabarkan, KPK telah menetapkan HAS sebagai tersangka sekitar akhir tahun 2012 silam. HAS diduga bersama-sama Fahd El Fouz atau Fahd A. Rafiq menyuap anggota DPR RI, Wa Ode Nurhayati.

Penetapan HAS sebagai tersangka ini merupakan pengembangan penyidikan perkara Wa Ode Nurhayati dan Fahd El Fouz.

Oleh KPK, HAS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHPidana.

Ada pun Wa Ode Nurhayati divonis enam tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap DPID dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sementara itu, Fahd El Fouz divonis dua tahun enam bulan penjara karena dianggap terbukti sebagai pihak penyuap. 

Peran HAS terungkap dalam persidangan kasus Fahd El Fouz dan Wa Ode Nurhayati. Berdasarkan surat dakwaan Fahd El Fouz, HAS seolah berperan sebagai perantara antara anak pedangdut A. Rafiq ini dan Wa Ode Nurhayati. Atas peran HAS tersebut, majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta juga sempat beberapa kali memerintahkan KPK untuk menetapkan tersangka terhadap HAS. (sp/id/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.260 Since: 05.03.13 | 0.1754 sec