Hukum

Kasus Suap SKK Migas, KPK Dalami Peran Sekjen ESDM

Monday, 23 September 2013 | View : 1546

JAKARTA-SBN.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami peran Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno, S.E., M.B.A. dalam kasus dugaan korupsi kegiatan di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap mantan Kepala Divisi Keuangan SKK Migas, Ahmad Syakhroza sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR).

“Pertanyaannya mengenai apa saja pekerjaan deputi pengendali keuangan terkait dengan keterlibatan Sekjen dalam mengambil keputusan,” ungkap Ahmad Syakhroza usai diperiksa di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai keterlibatan Sekjen ESDM yang dimaksudkannya, Ahmad Syakhroza justru menolak berkomentar. Begitu juga ketika disinggung mengenai tender kondensat yang menjadi awal pula penangkapan Kepala SKK Migas nonaktif, RR.

Menurut mantan Kepala Divisi Keuangan SKK Migas, Ahmad Syakhroza, persoalan tersebut bukan merupakan bidangnya. “Kami di pengendalian keuangan kalau sudah selesai, dikapalkan baru kami bikin invoice,” papar Ahmad Syakhroza.

Nama Waryono Karno mencuat pasca penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK terkait kasus dugaan suap SKK Migas di ruang kerjanya. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan uang tunai sebesar US$ 200 ribu di tas kecil berwarna hitam yang tergeletak di ruang kerja Waryono Karno.

Belakangan diketahui, uang tersebut memiliki nomor seri berurutan dengan uang US$ 400 ribu yang disita dari rumah dinas RR, di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (13/8/2013).

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap RR, petinggi PT. Kernel Oil Pte Ltd, SGT, dan pelatih golf Deviardi alias Ardi yang tengah melakukan transaksi suap terkait pengurusan kegiatan di SKK Migas.

Terkait hal tersebut, KPK juga telah menetapkan status cegah ke luar negeri kepada Waryono Karno. Untuk kepentingan penyidikan, Waryono Karno dipastikan tidak dapat bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan. (id/sp/jos)

See Also

KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.871.276 Since: 05.03.13 | 0.1543 sec