Hukum

Saksi Beber Mobil Mewah Mantan Presiden PKS

Monday, 23 September 2013 | View : 981

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, Ahmad Fathanah, diketahui beberapa kali mengurusi pembelian mobil mewah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), LHI. Demikian diungkapkan oleh pengusaha bernama Ahmad Maulana dalam persidangan lanjutan perkara Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Saksi, pengusaha Ahmad Maulana dalam kesaksian mengakui membelikan beberapa mobil mewah untuk mantan Presiden PKS, LHI.

LHI meminta saksi Ahmad Maulana memesan satu mobil Mazda CX-9 warna putih seharga Rp 740 juta. Menurut Ahmad Maulana, Fathanah bersama dirinya pernah diminta LHI untuk memesan satu unit mobil Mazda CX-9 warna putih seharga Rp 740 juta pada Desember 2010.

Dalam prosesnya, pada 14 Desember 2010, Ahmad Maulana menyetor Rp 100 juta sebagai uang muka pemesanan mobil Mazda CX-9. Selanjutnya, pada 16 Desember 2010 Ahmad Fathanah mentransfer Rp 400 juta ke rekening Ahmad Maulana untuk melunasi pembelian mobil tersebut.  “Katanya Pak Luthfi, bayarkan saja dulu, nanti kita carikan uangnya, dari terdakwa (Fathanah) lalu memberikan Rp 400 juta, sedangkan Rp 340 juta saya yang bayarkan, Fathanah juga mengatakan bahwa uang dari Pak Luthfi untuk membeli mobil sudah ada di dia,” beber pengusaha Ahmad Maulana ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Pengusaha Ahmad Maulana, yang merupakan Komisaris PT. Semesta Alam Mandiri, melanjutkan uang pelunasan mobil Rp 340 juta diambil dari kantong pribadinya. Dia menyanggupi permintaan LHI karena kedekatan hubungan mereka. "Hubungan saya dengan terdakwa (Fathanah) dan Pak Luthfi memang sama-sama dekat. Rp 340 juta yang saya bayarkan pakai uang pribadi dijanjikan akan dibayar oleh terdakwa (Fathanah). Tapi karena saya ada utang ke LHI, jadi saya anggap untuk mengonversi," terang saksi Ahmad Maulana.

Selain membelikan mobil Mazda, saksi Ahmad Maulana juga pernah dititipkan uang Rp 50 juta untuk memodifikasi audio mobil Mitsubishi Pajero milik LHI. Satu mobil lagi yang diberikan Ahmad Maulana kepada LHI adalah Toyota FJ Cruiser 4x4 warna hitam bernomor polisi B 1330 SZZ seharga Rp 1,1 miliar.

Ahmad Fathanah membayar uang muka Rp 600 juta dan sisanya dicicil Rp 19,83 juta selama 36 bulan. Saksi Ahmad Maulana mengaku pembayaran mobil tersebut dilakukan oleh Ahmad Fathanah dengan uang muka Rp 600 juta dan sisanya dibayar dengan cara mencicil sebesar Rp 19,83 juta selama 36 bulan.

“Sebelum berangkat safari dakwah, saya disuruh ustadz Luthfi mengambil FJ Cruiser di ‘showroom’, itu rekening uang dari Pak Olong (Fathanah),” papar saksi Ali Imron, salah seorang supir LHI, dalam kesaksiannya.

Saksi Ali Imron membeberkan LHI sebenarnya sudah mempunyai Toyota FJ Cruiser yang lain. “Jadi FJ Cruiser ada dua, yang saya ambil yang kedua, yang pertama dibawa safari ke Sumatera. Saya juga yang bawa ke Sumatera,” ungkap saksi Ali Imron. 

Ali Imron yang biasa membawa mobil Toyota Alphard dan Volkswagen Caravelle mengaku bahwa LHI mempunyai beberapa mobil. “Saya biasa membawa Alphard dan Caravelle, saya pernah lihat FJ Cruiser yang lama, lalu saya ambil 1 FJ Cruiser yang baru,” beber saksi Ali Imron. “Selain mobil mewah tersebut, LHI memiliki satu mobil Mazda putih CX-9, dan Toyota Avanza punya istri LHI yaitu Bu Lusi,” elaborasi saksi Ali Imron. (id/sp/ant)

See Also

KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.871.207 Since: 05.03.13 | 0.198 sec