Hukum

Saksi Beber Mobil Mewah Mantan Presiden PKS

Monday, 23 September 2013 | View : 946

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, Ahmad Fathanah, diketahui beberapa kali mengurusi pembelian mobil mewah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), LHI. Demikian diungkapkan oleh pengusaha bernama Ahmad Maulana dalam persidangan lanjutan perkara Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Saksi, pengusaha Ahmad Maulana dalam kesaksian mengakui membelikan beberapa mobil mewah untuk mantan Presiden PKS, LHI.

LHI meminta saksi Ahmad Maulana memesan satu mobil Mazda CX-9 warna putih seharga Rp 740 juta. Menurut Ahmad Maulana, Fathanah bersama dirinya pernah diminta LHI untuk memesan satu unit mobil Mazda CX-9 warna putih seharga Rp 740 juta pada Desember 2010.

Dalam prosesnya, pada 14 Desember 2010, Ahmad Maulana menyetor Rp 100 juta sebagai uang muka pemesanan mobil Mazda CX-9. Selanjutnya, pada 16 Desember 2010 Ahmad Fathanah mentransfer Rp 400 juta ke rekening Ahmad Maulana untuk melunasi pembelian mobil tersebut.  “Katanya Pak Luthfi, bayarkan saja dulu, nanti kita carikan uangnya, dari terdakwa (Fathanah) lalu memberikan Rp 400 juta, sedangkan Rp 340 juta saya yang bayarkan, Fathanah juga mengatakan bahwa uang dari Pak Luthfi untuk membeli mobil sudah ada di dia,” beber pengusaha Ahmad Maulana ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Pengusaha Ahmad Maulana, yang merupakan Komisaris PT. Semesta Alam Mandiri, melanjutkan uang pelunasan mobil Rp 340 juta diambil dari kantong pribadinya. Dia menyanggupi permintaan LHI karena kedekatan hubungan mereka. "Hubungan saya dengan terdakwa (Fathanah) dan Pak Luthfi memang sama-sama dekat. Rp 340 juta yang saya bayarkan pakai uang pribadi dijanjikan akan dibayar oleh terdakwa (Fathanah). Tapi karena saya ada utang ke LHI, jadi saya anggap untuk mengonversi," terang saksi Ahmad Maulana.

Selain membelikan mobil Mazda, saksi Ahmad Maulana juga pernah dititipkan uang Rp 50 juta untuk memodifikasi audio mobil Mitsubishi Pajero milik LHI. Satu mobil lagi yang diberikan Ahmad Maulana kepada LHI adalah Toyota FJ Cruiser 4x4 warna hitam bernomor polisi B 1330 SZZ seharga Rp 1,1 miliar.

Ahmad Fathanah membayar uang muka Rp 600 juta dan sisanya dicicil Rp 19,83 juta selama 36 bulan. Saksi Ahmad Maulana mengaku pembayaran mobil tersebut dilakukan oleh Ahmad Fathanah dengan uang muka Rp 600 juta dan sisanya dibayar dengan cara mencicil sebesar Rp 19,83 juta selama 36 bulan.

“Sebelum berangkat safari dakwah, saya disuruh ustadz Luthfi mengambil FJ Cruiser di ‘showroom’, itu rekening uang dari Pak Olong (Fathanah),” papar saksi Ali Imron, salah seorang supir LHI, dalam kesaksiannya.

Saksi Ali Imron membeberkan LHI sebenarnya sudah mempunyai Toyota FJ Cruiser yang lain. “Jadi FJ Cruiser ada dua, yang saya ambil yang kedua, yang pertama dibawa safari ke Sumatera. Saya juga yang bawa ke Sumatera,” ungkap saksi Ali Imron. 

Ali Imron yang biasa membawa mobil Toyota Alphard dan Volkswagen Caravelle mengaku bahwa LHI mempunyai beberapa mobil. “Saya biasa membawa Alphard dan Caravelle, saya pernah lihat FJ Cruiser yang lama, lalu saya ambil 1 FJ Cruiser yang baru,” beber saksi Ali Imron. “Selain mobil mewah tersebut, LHI memiliki satu mobil Mazda putih CX-9, dan Toyota Avanza punya istri LHI yaitu Bu Lusi,” elaborasi saksi Ali Imron. (id/sp/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.302 Since: 05.03.13 | 0.1225 sec