Hukum

KPK Sita Aset Muhammad Nazaruddin Rp 400 Miliar

Tuesday, 17 September 2013 | View : 873

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali telah menyita aset milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin senilai Rp 400 miliar lebih. Penyitaan aset itu berhubungan dengan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh terpidana kasus suap Wisma Atlet tersebut, Muhammad Nazaruddin.

Menurut Johan Budi SP, aset-aset yang disita antara lain saham Garuda Indonesia, pabrik pengolahan kelapa sawit, rekening, tanah, dan bangunan. “Selain saham Garuda dan pabrik kelapa sawit, ada juga sejumlah rekening, tanah, dan bangunan,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/9/2013). “Kira-kira jumlahnya mencapai Rp 400 miliar lebih. Saya dapat info dari penyidik kemarin,” tambah Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya, Selasa (17/9/2013).

Menurut Juru Bicara KPK tersebut, Johan Budi SP, sejumlah aset Muhammad Nazaruddin yang disita bukan saja memakai nama dirinya, melainkan nama orang atau lembaga lain. Namun, Johan Budi SP. tidak menyebutkan penggunaan nama dalam aset yang disita tersebut. “Tidak hanya atas nama Nazar, ada atas nama orang lain,” terang Johan Budi SP.

Juru Bicara KPK itu juga tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penyitaan aset tersebut. “Intinya kasus TPPU Nazaruddin tidak berhenti, KPK masih terus menyidik kasus tersebut,” ucap Johan Budi SP.

Meski demikian, Johan Budi SP mengaku tidak mengetahui apa alasan penyidik yang sampai hari belum juga memeriksa saksi-saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang itu. “Saya nggak tahu kenapa saksi TPPU Nazar tidak diperiksa,” katanya.

Muhammad Nazaruddin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pembelian saham PT. Garuda Indonesia sejak Februari 2012 silam. Tapi, hingga saat ini, kasus tersebut belum juga naik ke persidangan.

Penetapan Muhammad Nazaruddin sebagai tersangka diawali oleh pernyataan mantan Wakil Direktur Keuangan PT. Permai Group, Yulianis dalam sidang. Menurut Yulianis, ada pembelian saham Garuda sebesar Rp 300,8 miliar yang memakai keuntungan Permai Group di proyek-proyek pemerintah pada tahun 2010 lalu. Pembelian saham Garuda, menurut Yulianis, dilakukan melalui lima perusahaan Nazar di bawah Permai Group, yakni PT. Permai Raya Wisata 30.000.000 lembar seharga Rp 22,7 miliar, PT. Cakrawala Abadi 50.000.000 lembar senilai Rp 37,5 miliar, PT. Eksharetex 150.000.000 (150 juta) lembar seharga Rp 124,1 miliar, PT. Pasific 100.000.000 (100 juta) lembar senilai Rp 75 miliar, dan PT. Darmakusuma 55.000.000 (55 juta) lembar senilai Rp 41 miliar.

Selain, diduga memakai uang hasil korupsi untuk membeli saham PT. Garuda Indonesia, Muhammad Nazaruddin juga menggunakannya untuk membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Kampar, Riau.

Muhammad Nazaruddin saat ini sudah divonis tujuh tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). MA juga menambah hukuman denda untuk Muhammad Nazaruddin dari Rp 200 juta menjadi Rp 300 juta atas dakwaan Pasal 12b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berisi soal penyuapan. 

Atas perbuatannya, Muhammad Nazaruddin dijerat Pasal 12 huruf a subsider Pasal 5 dan Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi, Pasal 3 atau Pasal 4 jo Pasal 6 UU No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (ant/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.880.930 Since: 05.03.13 | 0.1359 sec