Hukum

KPK Sita Aset Muhammad Nazaruddin Rp 400 Miliar

Tuesday, 17 September 2013 | View : 838

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali telah menyita aset milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin senilai Rp 400 miliar lebih. Penyitaan aset itu berhubungan dengan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh terpidana kasus suap Wisma Atlet tersebut, Muhammad Nazaruddin.

Menurut Johan Budi SP, aset-aset yang disita antara lain saham Garuda Indonesia, pabrik pengolahan kelapa sawit, rekening, tanah, dan bangunan. “Selain saham Garuda dan pabrik kelapa sawit, ada juga sejumlah rekening, tanah, dan bangunan,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/9/2013). “Kira-kira jumlahnya mencapai Rp 400 miliar lebih. Saya dapat info dari penyidik kemarin,” tambah Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya, Selasa (17/9/2013).

Menurut Juru Bicara KPK tersebut, Johan Budi SP, sejumlah aset Muhammad Nazaruddin yang disita bukan saja memakai nama dirinya, melainkan nama orang atau lembaga lain. Namun, Johan Budi SP. tidak menyebutkan penggunaan nama dalam aset yang disita tersebut. “Tidak hanya atas nama Nazar, ada atas nama orang lain,” terang Johan Budi SP.

Juru Bicara KPK itu juga tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penyitaan aset tersebut. “Intinya kasus TPPU Nazaruddin tidak berhenti, KPK masih terus menyidik kasus tersebut,” ucap Johan Budi SP.

Meski demikian, Johan Budi SP mengaku tidak mengetahui apa alasan penyidik yang sampai hari belum juga memeriksa saksi-saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang itu. “Saya nggak tahu kenapa saksi TPPU Nazar tidak diperiksa,” katanya.

Muhammad Nazaruddin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pembelian saham PT. Garuda Indonesia sejak Februari 2012 silam. Tapi, hingga saat ini, kasus tersebut belum juga naik ke persidangan.

Penetapan Muhammad Nazaruddin sebagai tersangka diawali oleh pernyataan mantan Wakil Direktur Keuangan PT. Permai Group, Yulianis dalam sidang. Menurut Yulianis, ada pembelian saham Garuda sebesar Rp 300,8 miliar yang memakai keuntungan Permai Group di proyek-proyek pemerintah pada tahun 2010 lalu. Pembelian saham Garuda, menurut Yulianis, dilakukan melalui lima perusahaan Nazar di bawah Permai Group, yakni PT. Permai Raya Wisata 30.000.000 lembar seharga Rp 22,7 miliar, PT. Cakrawala Abadi 50.000.000 lembar senilai Rp 37,5 miliar, PT. Eksharetex 150.000.000 (150 juta) lembar seharga Rp 124,1 miliar, PT. Pasific 100.000.000 (100 juta) lembar senilai Rp 75 miliar, dan PT. Darmakusuma 55.000.000 (55 juta) lembar senilai Rp 41 miliar.

Selain, diduga memakai uang hasil korupsi untuk membeli saham PT. Garuda Indonesia, Muhammad Nazaruddin juga menggunakannya untuk membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Kampar, Riau.

Muhammad Nazaruddin saat ini sudah divonis tujuh tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). MA juga menambah hukuman denda untuk Muhammad Nazaruddin dari Rp 200 juta menjadi Rp 300 juta atas dakwaan Pasal 12b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berisi soal penyuapan. 

Atas perbuatannya, Muhammad Nazaruddin dijerat Pasal 12 huruf a subsider Pasal 5 dan Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi, Pasal 3 atau Pasal 4 jo Pasal 6 UU No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.826 Since: 05.03.13 | 0.1238 sec