Hukum

Kasus PON Riau, KPK Bidik Tersangka Lain

Monday, 17 Juni 2013 | View : 826

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti keterangan mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas yang menyebut dugaan keterlibatan dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). KPK menegaskan bahwa penyidikan kasus PON Riau dan Pelalawan belum berhenti pada penetapan Rusli Zainal sebagai tersangka. Khusus untuk kasus PON Riau, KPK akan mengembangkan kasusnya dari sejumlah fakta dan data yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru. 

“Jadi, kasus ini masih kita kembangkan. Pengembangannya bisa dari hasil validasi fakta-fakta persidangan. Kalau yang sekarang ini kita ingin melengkapi berkasnya RZ dulu untuk segera naik ke penuntutan,” kata Johan Budi Sapto Prabowo, di Jakarta, Minggu (16/6/2013). KPK telah menahan RZ pada Jumat (14/6/2013) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 Februari 2013 lalu.

Sebelumnya, dua anggota DPR RI, Setya Novanto (SN) dan Kahar Muzakir (KM), disebut-sebut oleh mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas di persidangan Tipikor Riau telah menerima sejumlah uang. Saat itu, Lukman Abbas mengaku menyerahkan uang USD 1,05 juta atau sekitar Rp 9 miliar kepada KM untuk memuluskan permintaan bantuan PON dari dana APBN Rp 290 miliar.

Penyerahan uang dilakukan RZ yang juga Ketua DPP Partai Golkar setelah mengadakan pertemuan dengan SN dan KM di ruangan SN, Gedung DPR RI, Jakarta. “Orang yang disebutkan (SN dan KM) pernah dipanggil sebagai saksi dalam proses penyidikan. Artinya pengakuan itu tidak didiamkan saja oleh KPK. Tetapi kan KPK perlu dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka,” papar Johan Budi SP. Terkait hal itu, KPK juga pernah menggeledah ruang kerja SN dan KM yang berada di Gedung DPR RI pada pertengahan Maret silam. Di ruang kerja keduanya, diduga terdapat berkas atau apa pun yang berkaitan dengan kasus PON Riau dan RZ. 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Satya Widya Yudha menyatakan bahwa Partai Golkar akan segera memberhentikan Ketua DPP Bidang Komunikasi Legislatif dan Yudikatif sekaligus Gubernur Riau, RZ baik dari jabatan struktural maupun dari keanggotaan partai. “Itu (pemberhentian anggota Golkar) ada aturan-aturannya, kita sedang menunggu proses (pencopotan RZ) saja,” tutut Satya Widya Yudha, Minggu (16/6/2013). “Namun, pihak Golkar belum dapat memastikan kapan Partai Golkar bakal mendepak RZ dari struktur partai karena saat ini mekanisme partai masih terus berjalan,” lanjutnya.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan tetap akan berpegang pada aturan dalam menyikapi penahanan RZ yang tersangkut kasus dugaan korupsi. Merujuk pada PP No.78/2012 tentang Perubahan Keempat atas PP No.6/2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, walaupun sudah menyandang status tersangka, RZ masih sebagai Gubernur Riau. “Sesuai aturan, beliau masih sebagai Gubernur Riau. Setelah diajukan ke pengadilan dan statusnya menjadi terdakwa, baru diterbitkan surat penonaktifan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, di Jakarta, Minggu (16/6/2013). (kj/idr/ags/N-1)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.527 Since: 05.03.13 | 0.1815 sec