Hukum

Penyelidikan Baru Kasus Century

Friday, 20 September 2013 | View : 816

JAKARTA-SBN.

Kasus skandal Bank Century bakal melebar setelah ada kemungkinan Komisi Antirasuah tidak hanya menelusuri pengucuran dana bailout (talangan) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP menyatakan tidak menutup kemungkinan lembaganya membuka penyelidikan baru terkait dengan kasus skandal Bank Century. Terutama menyangkut dugaan penyelewengan dana Rp 6,7 triliun. “Kalau itu kan judul kasusnya sudah berbeda. Jadi, jika cukup bukti, ya penyelidikannya bisa berdiri sendiri,” tukas Johan Budi SP., Jumat (20/9/2013).

Pernyataan Johan Budi Sapto Prabowo itu setidaknya menjawab keinginan mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular. Robert Tantular telah berkali-kali menduga adanya penyelewengan dana bailout tersebut dan meminta lembaga pimpinan Abraham Samad tersebut itu mendalaminya.

Sebelumnya, mantan Komisaris Utama Bank Century, Robert Tantular, menyatakan bahwa ada penyalahgunaan dana talangan (bailout) Bank Century hingga Rp 3,2 triliun. "Tadi kami pelajari hasil audit BPK, diduga sudah ada penyalahgunaan dana bailout sekitar 3,2 triliun rupiah. Jadi ada salah penggunaan. Itulah yang harus diselidiki dan diinvestigasi lebih dalam," tutur mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular setelah diperiksa KPK, Senin (16/9/2013).

Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular kembali mengulang pernyataannya bahwa ia tidak mengetahui siapa pihak yang menerima dana talangan senilai total Rp 6,7 triliun. "Makanya semua tahu itu dana bailout dikucurkan 24 November 2008 sampai Juli 2009, dan direksi komisaris lama sudah diberhentikan 21 November dan saya sudah ditahan di Mabes Polri pada 25 November 2008. Jadi, dana bailout itu dikucurkan, siapa yang bertanggung jawab? Tapi kenyataannya, uang Rp 6,7 triliun disalahkannya ke saya, bahwa saya merampok, bagaimana ini, tidak pernah dibuka," jelas Robert Tantular. 

Robert Tantular kembali diperiksa untuk kali keempat terkait dengan kasus Bank Century, Jumat (20/9/2013).

Kuasa hukum Robert Tantular, Andi F. Simangunsong membeberkan bahwa memang ada kejanggalan dalam pengucuran dana bailout. Menurut kuasa hukum Robert Tantular, Andi F. Simangunsong, untuk menyelamatkan Bank Century yang dinyatakan gagal, sebenarnya hanya cukup dana talangan Rp 1 triliun. “Pak Robert mengatakan demikian. Sebenarnya yang dibutuhkan manajemen kala itu hanya Rp 1 triliun,” kata hukum Robert Tantular, Andi F. Simangunsong.

Tapi, permintaan dana talangan Rp 1 triliun yang diajukan pada 29 Oktober 2008 tersebut tidak dikabulkan. Bahkan, pada 13 November 2008, Bank Century kolaps. Pemerintah pun kemudian memberikan dana bailout hingga Rp 6,7 triliun. 

Oleh karena itu, Andi F. Simangunsong meminta KPK menelusuri adanya kesengajaan membuat Bank Century kolaps. Termasuk pengucuran dana Rp 6,7 triliun tersebut, Johan Budi Sapto Prabowo menuturkan pernyataan Robert Tantular tersebut perlu divalidasi tim penyidik KPK. “Itu hak dia mengatakan seperti itu. Nah, penyidik tentu akan memvalidasi keterangan tersebut, apakah memiliki bukti-bukti yang kuat atau tidak,” paparnya.

Bagaimana jika pernyataan Robert Tantular tersebut kemudian mengarah kepada Wakil Presiden, B. yang kala itu menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI)? Johan Budi SP menjawab jika memang keterangannya dibutuhkan, KPK akan memeriksa Wapres terkait kasus skandal Bank Century. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, KPK tidak akan ragu memeriksa mantan Gubernur Bank Indonesia, B. jika informasi yang dimilikinya dapat menuntaskan kasus tindak pidana korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. “Apakah B. akan diperiksa sebagai saksi atau tidak, sampai hari ini masih belum diberi informasi, tapi sepanjang dibutuhi keterangannya akan dipanggil dan diperiksa,” bilang Johan Budi Sapto Prabowo di plaza Gedung KPK, Jakarta (17/9/2013).

Juru Bicara KPK tersebut menambahkan bahwa KPK optimis bahwa kasus itu akan segera naik ke pengadilan sebelum tahun 2013 berakhir. Dalam kasus itu, KPK sudah menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia B.M. sebagai tersangka. “Kita optimistis, tidak sampai 2013 ini habis, kasus ini akan masuk ke pengadilan. Namun, sampai hari ini belum ada rencana pemeriksaan B.M. karena masih memeriksa saksi-saksi,” jelas Johan Budi Sapto Prabowo.

Juru Bicara KPK tersebut, Johan Budi SP mengklaim KPK terus bekerja keras dan cepat dalam kasus Bank Century. Menurut Johan Budi SP, hampir setiap hari KPK memanggil saksi-saksi. Selain Robert Tantular, beberapa nama diperiksa tim penyidik KPK, Jumat (20/9/2013), antara lain, Liza Monalisa dan Suherman yang keduanya adalah pegawai Bank Mutiara serta Besari dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Robert Tantular saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang karena menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 100 milliar subsider delapan bulan kurungan karena terbukti melakukan tiga kejahatan perbankan. (jos/jp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.706 Since: 05.03.13 | 0.1293 sec