Hukum

Komisi Antirasuah Tanya Dugaan Penyelewengan Dana Rp 6,7 Triliun

Saturday, 14 September 2013 | View : 818

JAKARTA-SBN.

Komisi Antirasuah memeriksa mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Robert Tantular diperiksa sebagai saksi untuk tersangka B.M. “Hari ini pemeriksaan Robert Tantular berkaitan dengan kasus Century sebagai saksi untuk tersangka BM," tutur Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha, di plaza Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Seusai pemeriksaan, Robert Tantular mengaku ditanyai penyidik KPK perihal dugaan penyelewengan dana bailout Rp 6,7 triliun terkait pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Pemberian bailout oleh Bank Indonesia dilakukan setelah direksi Bank Century mengajukan permohonan fasilitas repo (repurchase agreement) Rp 1 triliun,” beber Robert Tantular. "Permohonan itu (fasilitas repo) tanggal 29 Oktober 2008, tapi tidak pernah diberikan sampai kejadian kalah kliring tanggal 13 November 2008,” tambah Robert Tantular kepada wartawan seusai diperiksa penyidik KPK selama lima jam, plaza Gedung KPK, Jakarta.

Robert Tantular menerangkan bahwa FPJP mulai diberikan oleh Bank Indonesia (BI) pada 14 November 2008 hingga 18 November 2008, dengan jumlah total Rp 689 miliar. Pada 21 November 2008, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil alih Bank Century.

“Selanjutnya, dana bailout mulai dikucurkan pada 28 November 2012 hingga 21 Juli 2009 dengan total Rp 6,7 triliun,” sambung Robert Tantular. "Tapi saya sudah ditahan 25 November 2008," cetus Robert Tantular.

Robert Tantular juga mengungkapkan bahwa penyidik KPK sedang mendalami temuan-temuan baru terkait dugaan penyalahgunaan dana bailout senilai Rp 6,7 triliun oleh seorang oknum. "Ada pendalaman penemuan baru. Diduga ada penyalahgunaan dana bailout Rp 6,7 triliun," jelasnya lagi.

Namun, Robert Tantular enggan memberi tahu siapa oknum yang dimaksud. Yang jelas, pemeriksaan terhadap dirinya belum selesai dan masih akan dilanjutkan pada pekan depan. "Silakan tanya ke KPK. Nanti minggu depan dilanjutkan lagi," tukas Robert Tantular seraya bergegas masuk ke mobil tahanan yang akan membawanya kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Pemeriksaan ini bukanlah pemeriksaan yang pertama bagi Robert Tantular. Setidaknya, tercatat Robert Tantular sudah empat kali sampai saat ini diperiksa oleh tim penyidik KPK dalam kasus Century. Sebagai mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular dianggap banyak mengetahui seputar proses pemberian FPJP. Kasus ini diawali dari adanya pengucuran dana talangan (bailout) sebesar Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century yang dikhawatirkan akan memberikan dampak sistemik pascakrisis ekonomi global pada tahun 2008 silam.

Robert Tantular saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang karena menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 100 milliar subsider delapan bulan kurungan karena terbukti melakukan tiga kejahatan perbankan. (kj/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.893 Since: 05.03.13 | 0.2257 sec