Hukum

Komisi Antirasuah Tanya Dugaan Penyelewengan Dana Rp 6,7 Triliun

Saturday, 14 September 2013 | View : 762

JAKARTA-SBN.

Komisi Antirasuah memeriksa mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Robert Tantular diperiksa sebagai saksi untuk tersangka B.M. “Hari ini pemeriksaan Robert Tantular berkaitan dengan kasus Century sebagai saksi untuk tersangka BM," tutur Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha, di plaza Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Seusai pemeriksaan, Robert Tantular mengaku ditanyai penyidik KPK perihal dugaan penyelewengan dana bailout Rp 6,7 triliun terkait pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Pemberian bailout oleh Bank Indonesia dilakukan setelah direksi Bank Century mengajukan permohonan fasilitas repo (repurchase agreement) Rp 1 triliun,” beber Robert Tantular. "Permohonan itu (fasilitas repo) tanggal 29 Oktober 2008, tapi tidak pernah diberikan sampai kejadian kalah kliring tanggal 13 November 2008,” tambah Robert Tantular kepada wartawan seusai diperiksa penyidik KPK selama lima jam, plaza Gedung KPK, Jakarta.

Robert Tantular menerangkan bahwa FPJP mulai diberikan oleh Bank Indonesia (BI) pada 14 November 2008 hingga 18 November 2008, dengan jumlah total Rp 689 miliar. Pada 21 November 2008, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil alih Bank Century.

“Selanjutnya, dana bailout mulai dikucurkan pada 28 November 2012 hingga 21 Juli 2009 dengan total Rp 6,7 triliun,” sambung Robert Tantular. "Tapi saya sudah ditahan 25 November 2008," cetus Robert Tantular.

Robert Tantular juga mengungkapkan bahwa penyidik KPK sedang mendalami temuan-temuan baru terkait dugaan penyalahgunaan dana bailout senilai Rp 6,7 triliun oleh seorang oknum. "Ada pendalaman penemuan baru. Diduga ada penyalahgunaan dana bailout Rp 6,7 triliun," jelasnya lagi.

Namun, Robert Tantular enggan memberi tahu siapa oknum yang dimaksud. Yang jelas, pemeriksaan terhadap dirinya belum selesai dan masih akan dilanjutkan pada pekan depan. "Silakan tanya ke KPK. Nanti minggu depan dilanjutkan lagi," tukas Robert Tantular seraya bergegas masuk ke mobil tahanan yang akan membawanya kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Pemeriksaan ini bukanlah pemeriksaan yang pertama bagi Robert Tantular. Setidaknya, tercatat Robert Tantular sudah empat kali sampai saat ini diperiksa oleh tim penyidik KPK dalam kasus Century. Sebagai mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular dianggap banyak mengetahui seputar proses pemberian FPJP. Kasus ini diawali dari adanya pengucuran dana talangan (bailout) sebesar Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century yang dikhawatirkan akan memberikan dampak sistemik pascakrisis ekonomi global pada tahun 2008 silam.

Robert Tantular saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang karena menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 100 milliar subsider delapan bulan kurungan karena terbukti melakukan tiga kejahatan perbankan. (kj/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.399 Since: 05.03.13 | 0.1697 sec