Hukum

Putusan Sidang Disiplin Terhadap Kompol Albertus Eko Budiharto

BANDUNG-SBN.

Komisaris Polisi (Kompol) Albertus Eko Budiharto (AEB), seorang perwira menengah kepolisian yang bertugas di Bidang Humas Polda Jawa Barat yang dikabarkan pernah menjalin hubungan spesial dengan mendiang korban pembunuhan sadis yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca, Selasa (10/9/2013) diam-diam telah menjalani sidang disiplin yang dilakukan oleh Bidang Propam Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Sebelum menjabat sebagai Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jabar, Kompol AEB bertugas di Ditkrimsus Polda Jabar sebagai salah satu kepala unit. Jauh sebelumnya, Kompol AEB juga sempat menjabat sebagai Kasatreskrim Bandung Barat dan Kapolsekta Astanaanyar di Kota Bandung. Anggota Polri yang saat ini menjabat Kasubid Penmas Bidhumas Polda Jabar terancam sanksi jika terbukti bersalah.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. Suhardi Alius, M.H. membantah, sidang tersebut terkesan ditutupi-tutupi. “Sudah saya perintahkan untuk terbuka. Tanya Kabid Humas Polda Jabar (Kombes Pol. Martinus Sitompul). Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," beber Irjen. Pol. Suhardi Alius di Bandung, Kamis (12/9/2013).

Menurut Irjen Pol. Suhardi Alius, sidang yang digelar terbuka itu sebagai bentuk transparansi Polda Jabar dalam menangani kasus anggotanya yang terjerat kasus pelanggaran disiplin. "Semua transparan di sini," ungkapnya. "Itu juga sebagai bentuk kewajiban moril saya, bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Ditanya perihal sidang tersebut, jenderal bintang dua itu ogah memerinci. Malahan, Kapolda Jabar tersebut menyerahkan hal tersebut kepada Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jabar yang dijabat sejak 1 November 2011, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Martinus Sitompul, M.Si. “Tanya saja sama yang di Polda," ungkap Kapolda Jabar Irjen Pol. Suhardi Alius.

“Ya betul, sudah digelar sidangnya,” aku Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Martinus Sitompul kepada wartawan melalui layanan BlackBerry Messenger, Kamis (12/9/2013).

Mantan Kapolres Bandung Timur, Kombes Pol. Drs. Martinus Sitompul, M.Si. menuturkan sidang disiplin untuk Kompol Albertus Eko Budiharto dilakukan pada Selasa (10/9/2013) lalu dan di situ dirinya bertindak sebagai Atasan Hukum (Ankum), mengingat keduanya berdinas di bagian Humas Polda Jabar. Sidang tersebut dilakukan hanya satu kali. “Sidang disiplin untuk Kompol Albertus Eko Budiharto dilaksanakan pada Selasa (10/9/2013) lalu dan dirinya bertindak sebagai Atasan Hukum (Ankum),” bilang mantan Kapolres Bandung Timur, Kombes Pol. Drs. Martinus Sitompul, M.Si. “Persidangannya cuma satu kali, yakni dari pukul 9.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB,” aku mantan Kapolres Bandung Timur tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Martinus Sitompul, Kompol Albertus Eko Budiharto terbukti melanggar PP RI No.2 Tahun 2003 mengenai peraturan disiplin anggota Polri. Pasal yang diterapkan tercantum dalam Pasal 3g dan Pasal 5a. “Dalam sidang displin tersebut, Kompol Albertus langsung di vonis bersalah karena telah melanggar PP RI Nomor 2 Tahun 2003 mengenai Peraturan Disiplin Anggota Polri,” kata mantan Kapolres Bandung Timur itu. “Untuk Pasal yang diterapkan yakni Pasal 3g dan Pasal 5a,” ujarnya.

Dengan dijatuhkannya vonis itu, maka Kompol Albertus Eko Budiharto mendapat hukuman berupa penundaan pangkat selama satu periode, penundaan pendidikan selama enam bulan, serta penundaan naik gaji berkala. “Sanksinya berupa penundaan pangkat selama satu periode, penundaan pendidikan selama enam bulan, dan penundaan naik gaji berkala,” jelas Kombes Pol. Martinus Sitompul saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9/2013).

Menanggapi vonis tersebut, ucap Kabid Humas Polda Jabar, Martinus Sitompul, Kompol Albertus Eko Budiharto tidak melakukan upaya banding dengan apa yang telah dijatuhkan. Ketika ditanyakan apakah Kompol Albertus Eko Budiharto mengajukan banding atas putusan tersebut, Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan Kompol Albertus Eko Budiharto tidak mengajukan banding. “Menerima (putusan atau tidak mengajukan banding),” kata dia. “Dia terima," singkatnya.

Dikabarkan, Kompol Albertus Eko Budiharto yang memiliki hubungan khusus dengan mendiang Sisca Yofie, dinilai telah melanggar peraturan disiplin kepolisian. Pasalnya, Kompol Albertus Eko Budiharto memiliki istri yang sah. 

Kisah hubungan spesial Kompol Albertus Eko Budiharto dan Sisca Yofie berlangsung mulai tahun 2010 hingga 2012. Sedangkan saat kematian Sisca Yofie pada Agustus 2013 lalu polisi tidak menemukan keterlibatan Kompol Albertus Eko Budiharto. Dapat disimpulkan kematian Sisca Yofie, murni pencurian dengan kekerasan dengan tersangka Wawan dan Ade. (mer/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.470 Since: 05.03.13 | 0.1417 sec