Politik

5.700 Personel Gabungan Amankan Pilkada Kota Bogor

Friday, 13 September 2013 | View : 916

BOGOR-SBN.

Pencoblosan Pilkada Kota Bogor akan digelar Sabtu (14/9/2013) diikuti lima pasangan calon. Tiga pasangan diusung parpol, dua lainnya dari jalur independen. Ru’yat/Aim diusung PKS, PPP, dan Hanura. Sementara itu, Bima Arya Sugiarto/Usmar Hariman diusung PAN, Demokrat, Gerindra, PBB, dan PKB. Sedangkan, Dody Rosadi/Untung Maryono diusung PDIP, Golkar, dan 10 parpol kecil. Dua pasangan kandidat perseorangan adalah Firman Halim Sidik/Gartono serta Syaiful Anwar/Muztahidin.

Sekitar 5.700 personel pengamanan dari sejumlah institusi dikerahkan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Bogor, Jawa Barat, yang akan berlangsung Sabtu (14/9/2013). “Jika ditotal, seluruh kekuatan pengamanan Pilkada Kota Bogor berjumlah 5.700 personel, ini berasal dari unsur gabungan instansi pengamanan terkait," tutur Kepala Polisi Resor Bogor Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahtiar Ujang Purnama, kepada wartawan dalam sosialisasi persiapan Pilkada Kota Bogor, Kamis (12/9/2013).

Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama memerincikan seluruh anggota Polres dan polsek di Kota Bogor yang dilibatkan dalam pengamanan pilkada sebanyak 1.100 personel. Polres Bogor juga mendapat bantuan tambahan personel dari Polda Jawa Barat sebanyak 1 satuan setingkat kompi (SSK) yang dilengkapi persenjataan lengkap seperti tameng dan kendaraan antihuru-hara. “Kita juga mendapat bantuan 50 personel dari Polres tetangga seperti Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, di mana 33-34 personelnya kita terjunkan ke masing-masing polsek," elaborasi Kapolres Bogor Kota. Selanjutnya pengamanan juga dibantu oleh jajaran TNI sebanyak 400 personel, 150 anggota Pelindung Masyarakat (Linmas), dan personel Satpol PP 200 orang.

Selain itu, sebanyak dua orang anggota Bimas akan dilibatkan di setiap TPS yang jumlahnya sebanyak 1.814 tempat pemungutan suara. "Kesiapan jajaran sangat siap melakukan pengamanan secara langsung maupun tidak langsung, demikian juga pengamanan di setiap TPS sudah siap," jelas Kapolres Bogor Kota.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Agus Teguh Suryaman, menyebutkan persiapan pelaksanaan pemungutan suara telah 95%, sisa 5% adalan persiapan mendirikan TPS yang sudah mulai dilakukan hari ini.

Tiga hari jelang persiapan Pilkada Kota Bogor, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pastikan logistik untuk pencoblosan sudah mencapai 95%. "Baik surat suara, bilik suara, hingga formulir C1 untuk para saksi sudah kita sebar ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan," terang anggota KPU Kota Bogor bidang Logistik Edi Kholki Zaini di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2013). Edi Kholki Zaini mengimbau, jajaran kepolisian agar memfasilitasi tahanan yang memiliki hak pilih. Selain itu, Dia juga mengimbau, pihak rumah sakit yang ada di Kota Bogor. "Kami telah menempatkan TPS di lokasi yang mudah dijangkau oleh para petugas kesehatan, sehingga petugas kesehatan dapat menggunakan hak pilih mereka," beber dia. Sedangkan untuk para pasien yang tengah dirawat, pihaknya akan mendatangi mereka agar dapat memberikan hak suaranya. "Asal memiliki formulir C6 atau KTP nanti pada saat pemilihan akan didampingi oleh setiap saksi pasangan calon," ungkapnya.

Masa tenang Pilkada Kota Bogor yang pencoblosannya bakal digelar Sabtu (14/9/2013) besok terusik dengan beredarnya sejumlah selebaran gelap dan spanduk berisi black campaign terhadap pasangan calon tertentu.

Sejak Kamis (12/9/2013) pagi, misalnya, marak beredar  selebaran dan spanduk yang menyudutkan pasangan Bima Arya Sugiarto/Usmar Hariman. Selebaran atas nama Sugito yang disebarkan kepada para pengemudi angkot di Bogor itu berisi ajakan agar para pengemudi angkot tidak memilih pasangan calon nomor urut 2 tersebut karena jika menjadi wali kota dan wakil wali kota bakal mengganti seluruh angkot dengan kendaraan besar. “Bima Arya akan membunuh keluarga sopir angkot dengan programnya. Bima Arya adalah calon neraka” demikian kalimat dalam selebaran itu.

Juru bicara Bima Arya Sugiarto/Usmar Hariman dari Tim Perubahan, Iwan Kurniawan, mengungkapkan, menguatnya dukungan terhadap duet intelektual-aktivis Bima Arya Sugiarto/Usmar Hariman memancing gencarnya aksi black campaign. Mereka menjadi korban kampanye hitam.  “Padahal Bima dalam berbagai kesempatan telah berkali-kali mengatakan bahwa kemacetan di Bogor bukan salah angkot. Di seluruh dunia angkutan umum adalah solusi kemacetan, bukan masalah. Kalau Bogor sekarang terkenal dengan kemacetan, ini tentu akibat penataan transportasi yang keliru,” tegasnya.

Iwan Kurniawan juga menyebutkan banyak selebaran sejenis yang disebar ke akar rumput. Selebaran tersebut antara lain ditemukan di kawasan Lawanggintung, Empang, Sukasari. Yang paling memprihatinkan, Iwan Kurniawan menambahkan, spanduk besar ‘Bogor Harus Bebas Korupsi’ yang dipasang Bima Arya Sugiarto dirobek. “Ada pihak yang khawatir dengan visi antikorupsi yang diusung Bima. Sungguh tindakan yang keji,” sesalnya.

Anggota Tim Relawan Ru’yat/Aim, Deny Danial, membeberkan pihaknya juga menemukan  satu karung dan dua plastik besar pamflet berisi kampanye hitam terhadap pasangan calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Antara lain di Kebon Pedes, Haur Jaya, Penjagalan, Blender, Cibuluh, hingga Cimanggu Barata. “Kami bahkan berhasil mengamankan seorang pria yang sedang menempelkan selebaran berisi ajakan agar tidak memilih Ru’yat karena pernah jadi tersangka korupsi,” klaimnya. Ru’yat yang kini menjabat wakil Walikota Bogor pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana APBD Kota Bogor. Ru’yat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin sebelum Mahkamah Agung  (MA) memvonisnya bebas. 

Anggota Panwaslu Tanah Sereal, Kota Bogor, Ade Ratnasari mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa  terduga pelaku penyebar selabaran gelap dan melimpahkannya ke Panwaslu Kota Bogor. “Untuk ditindaklanjuti oleh Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) yakni jaksa, polisi, dan Panwaslu sendiri,” tukas dia. (ant/rep/kj)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.233 Since: 05.03.13 | 0.2754 sec