Hukum

KPK Periksa Staf Diklat MA

Thursday, 12 September 2013 | View : 900

JAKARTA-SBN.

Staf Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mahkamah Agung (MA), D.S. menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongorwarsito di Mahkamah Agung (MA).

Kuasa hukum D.S., Jusuf Siletty menerangkan kliennya ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pengambilan uang suap dari Pengacara M.C.B. “Pertanyaan tentang bagaimana pengambilan uang,” ucap Jusuf Siletty di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

“Djodi (D.S.) ditelepon Mario (M.C.B.) untuk mengambil uang di kantor Mario. Djodi lantas mendatangi kantor Mario dan menerima uang tersebut,” beber Jusuf Siletty. Menurut kuasa hukum D.S. tersebut, Jusuf Siletty, uang tersebut diambil untuk kemudian diserahkan ke orang lain.

Menurut Jusuf Siletty sebagai seorang staf bagian diklat, Djodi tidak menangani perkara, Djodi yang sudah kenal Mario dari firma hukum Hotma Sitompul and Associates sejak tahun 2009 itu dimintai bantuan.

“Konstruksinya Mario minta bantuan pada Djodi. Djodi minta bantuan kepada orang di M.A. Djodi bilang bisa bantu enggak. Selang beberapa hari kemudian, bilang oh bisa itu. Lalu Djodi bilang ke Mario, oh itu bisa,” ungkap Jusuf Siletty.

Soal detail siapa orang M.A. yang dimaksud, Jusuf Siletty enggan mengungkapkan lebih lanjut.

Seperti diketahui, KPK menemukan adanya dugaan suap yang melibatkan keduanya, pengacara M.C.B. di kantor firma hukum Hotma Sitompul dan staf diklat Mahkamah Agung D.S. terkait kasus dalam melakukan pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongowarsito di M.A. Dalam kasus suap ini, M.C.B. diduga memberi uang suap itu ditujukan kepada D.S. untuk pengurusan kasasi tindak pidana penipuan atas nama terdakwa Direktur Utama PT. Sumbar Calcium Pratama, Jakarta, Hutomo Wijaya Ongowarsito (HWO) yang bergerak di bidang pertambangan.

Diduga ada dana Rp 200 juta disebut-sebut sebagai uang commitment fee yang dijanjikan pengacara M.C.B. kepada D.S. terkait pengurusan perkara di M.A. tersebut. M.C.B. dan D.S. ditangkap KPK, Kamis (25/7/2013) silam. M.C.B. ditangkap sekitar pukul 13.20 WIB oleh tim penyidik KPK di kantor pengacara yang terletak di Jalan Martapura, Jakarta Pusat usai menyerahkan uang sebesar Rp 78 juta kepada D.S. yang merupakan staf pendidikan dan pelatihan (diklat) bernama D.S.

Saat terjadi OTT pada 25 Juli 2013, itu merupakan upaya penyerahan kali kedua. Sebelumnya, D.S. telah menerima uang senilai Rp 50 juta. Ketika OTT, Kamis (25/7/2013) lalu, tim penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp 78 juta di dalam tas selempang berwarna coklat milik D.S. Rinciannya, Rp 50 juta 1 bundel, di bawahnya ada lagi uang Rp 28 juta. Ketika menggeledah rumah D.S., tim penyidik KPK juga menemukan uang senilai Rp 50 juta. Dari tangan D.S., penyidik menyita uang Rp 128 juta. Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Jumat (26/7/2013).

Atas perbuatannya, KPK menjerat M.C.B. melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana mengenai tindakan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana penjara 1-5 tahun dan denda mulai Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. D.S. diduga melanggar Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi.

Dalam kasus ini, baik M.C.B. dari firma hukum Hotma Sitompul and Associates maupun D.S. sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian hadiah kepada pegawai negeri terkait pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongorwarsito di Mahkamah Agung (MA).

Keduanya ditahan oleh komisi antirasuah di dua lokasi berbeda mulai sejak Jumat (26/7/2013) silam. Untuk tersangka M.C.B. ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di basement Gedung KPK dan untuk tersangka, D.S. ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Pomdam Guntur, Jakarta Selatan. (id/sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.328 Since: 05.03.13 | 0.1244 sec