Hukum

KPK Periksa Staf Diklat MA

Thursday, 12 September 2013 | View : 932

JAKARTA-SBN.

Staf Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mahkamah Agung (MA), D.S. menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongorwarsito di Mahkamah Agung (MA).

Kuasa hukum D.S., Jusuf Siletty menerangkan kliennya ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pengambilan uang suap dari Pengacara M.C.B. “Pertanyaan tentang bagaimana pengambilan uang,” ucap Jusuf Siletty di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

“Djodi (D.S.) ditelepon Mario (M.C.B.) untuk mengambil uang di kantor Mario. Djodi lantas mendatangi kantor Mario dan menerima uang tersebut,” beber Jusuf Siletty. Menurut kuasa hukum D.S. tersebut, Jusuf Siletty, uang tersebut diambil untuk kemudian diserahkan ke orang lain.

Menurut Jusuf Siletty sebagai seorang staf bagian diklat, Djodi tidak menangani perkara, Djodi yang sudah kenal Mario dari firma hukum Hotma Sitompul and Associates sejak tahun 2009 itu dimintai bantuan.

“Konstruksinya Mario minta bantuan pada Djodi. Djodi minta bantuan kepada orang di M.A. Djodi bilang bisa bantu enggak. Selang beberapa hari kemudian, bilang oh bisa itu. Lalu Djodi bilang ke Mario, oh itu bisa,” ungkap Jusuf Siletty.

Soal detail siapa orang M.A. yang dimaksud, Jusuf Siletty enggan mengungkapkan lebih lanjut.

Seperti diketahui, KPK menemukan adanya dugaan suap yang melibatkan keduanya, pengacara M.C.B. di kantor firma hukum Hotma Sitompul dan staf diklat Mahkamah Agung D.S. terkait kasus dalam melakukan pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongowarsito di M.A. Dalam kasus suap ini, M.C.B. diduga memberi uang suap itu ditujukan kepada D.S. untuk pengurusan kasasi tindak pidana penipuan atas nama terdakwa Direktur Utama PT. Sumbar Calcium Pratama, Jakarta, Hutomo Wijaya Ongowarsito (HWO) yang bergerak di bidang pertambangan.

Diduga ada dana Rp 200 juta disebut-sebut sebagai uang commitment fee yang dijanjikan pengacara M.C.B. kepada D.S. terkait pengurusan perkara di M.A. tersebut. M.C.B. dan D.S. ditangkap KPK, Kamis (25/7/2013) silam. M.C.B. ditangkap sekitar pukul 13.20 WIB oleh tim penyidik KPK di kantor pengacara yang terletak di Jalan Martapura, Jakarta Pusat usai menyerahkan uang sebesar Rp 78 juta kepada D.S. yang merupakan staf pendidikan dan pelatihan (diklat) bernama D.S.

Saat terjadi OTT pada 25 Juli 2013, itu merupakan upaya penyerahan kali kedua. Sebelumnya, D.S. telah menerima uang senilai Rp 50 juta. Ketika OTT, Kamis (25/7/2013) lalu, tim penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp 78 juta di dalam tas selempang berwarna coklat milik D.S. Rinciannya, Rp 50 juta 1 bundel, di bawahnya ada lagi uang Rp 28 juta. Ketika menggeledah rumah D.S., tim penyidik KPK juga menemukan uang senilai Rp 50 juta. Dari tangan D.S., penyidik menyita uang Rp 128 juta. Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Jumat (26/7/2013).

Atas perbuatannya, KPK menjerat M.C.B. melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana mengenai tindakan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana penjara 1-5 tahun dan denda mulai Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. D.S. diduga melanggar Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi.

Dalam kasus ini, baik M.C.B. dari firma hukum Hotma Sitompul and Associates maupun D.S. sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian hadiah kepada pegawai negeri terkait pengurusan dan pengaturan perkara kasasi tindak pidana penipuan dengan atas nama terdakwa Hutomo Wijaya Ongorwarsito di Mahkamah Agung (MA).

Keduanya ditahan oleh komisi antirasuah di dua lokasi berbeda mulai sejak Jumat (26/7/2013) silam. Untuk tersangka M.C.B. ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di basement Gedung KPK dan untuk tersangka, D.S. ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Pomdam Guntur, Jakarta Selatan. (id/sp)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.891.986 Since: 05.03.13 | 0.1391 sec