Hukum

Kasus Laka Maut Tol Jagorawi, Pengawasan Anak Dan Tanggung Jawab

Thursday, 12 September 2013 | View : 806

JAKARTA-SBN.

Kriminolog dari Universitas Padjdjaran (Unpad), Yesmil Anwar, mengatakan polisi bisa menyelidiki pola pendidikan yang dijalankan Ahmad Dhani terhadap AQJ. “Artinya orang tua punya tanggung jawab yang terbengkalai,” terang Yesmil Anwar di Bandung, Rabu (11/9/2013). Untuk itu, tambah dia, polisi diminta menyelidiki apakah orang tua bertanggung jawab dalam kasus ini. Sementara dalam UU Peradilan Anak dan UU Perlindungan Anak disebutkan, anak boleh dihukum hanya separo hukuman paling tinggi yang diberikan majelis hakim.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ada unsur kelalaian Ahmad Dhani dalam mengawasi anaknya. Oleh karena itu, Ahmad Dhani bisa terseret kasus hukum. Bahkan, jerat hukum bagi musisi asal Surabaya tersebut dapat mencapai lima tahun penjara. “Menurut hukum harusnya Ahmad Dhani dapat terkena Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 77 ayat b dan c. Dimana Ahmad Dhani terbukti lalai memberikan mobil sehingga menyebabkan anak kecelakaan, orangtua diancam lima tahun penjara,” beber Kepala Divisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPAI), Muhamad Ichsan saat ditemui wartawan Senin (9/9/2013) kemarin.

Isi Pasal 77 ayat b itu menyebutkan penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan, baik fisik, mental, maupun sosial. Selanjutnya, untuk ayat c disebutkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Menurut Muhamad Ichsan, pihak KPAI berencana melaporkan mantan suami Maia Estianty itu kepada pihak kepolisian terkait bukti-bukti yang dtemui KPAI terhadap Ahmad Dhani. “Itu tugas KPAI sesuai Undang-undang. Kami janji akan secepatnya bertemu dengan polisi tentang kasus ini,” imbuh dia.

Tak hanya akan melampirkan bukti-bukti kelalaian pola pengasuhan terhadap anak-anaknya, pihak KPAI juga berencana meminta pengadilan mencabut hak asuh yang selama ini diberikan kepada Ahmad Dhani.

“Pasal 30 mengatur pencabutan atau pembatasan hak asuh terhadap orang tua. Kami akan mencoba untuk mengembalikan hak asuh anak pada Maia Estianty, selaku ibu kandung anak-anak Ahmad Dhani,” terang Muhamad Ichsan.

Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Dul berdasarkan pemeriksaan saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tabrakan yang menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang tersebut.

Penetapan tersangka oleh pihak kepolisian terhadap Dul, dianggap Ahmad Dhani sebagai hal yang wajar. “Nggak apa-apa itu proses hukum yang harus dijalani dan itu wajar-wajar saja. Menurut saya wajar kok,” tegas bos Republik Cinta Management (RCM).

Musisi Ahmad Dhani mengaku siap pasang badan terkait dengan kasus yang menimpa putra bungsunya bila harus dijadikan tersangka. Ahmad Dhani juga berjanji bertanggung jawab terhadap musibah yang menimpa anaknya itu.

Ahmad Dhani kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai mobil. “Kalau saya itu tidak pernah mengizinkan anak untuk nyopir sendiri. Pasti selalu saya bilang untuk pakai sopir. Saya tidak tahu kalau dia akhirnya bawa mobil sendiri,” tegas Ahmad Dhani. 

Sebelumnya, kecelakaan yang menimpa AQJ terjadi pada Minggu (8/9/2013) sekitar pukul 00.40 WIB. Saat itu, AQJ yang mengendarai sedan Mitsubishi Lancer dengan nomor polisi B 80 SAL. Kecelakaan beruntun itu melibatkan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1882 UZY dan Daihatsu Gran Max plat nomor B 1349 TFN. AQJ mengendarai mobil dari arah Selatan menuju Utara, kemudian kehilangan kendali akibat diduga tidak konsentrasi. Kecelakaan beruntun tiga kendaraan yang terjadi di Tol Jagorawi KM 8 ke arah Cibubur itu menyebabkan enam orang tewas. (id/sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.211 Since: 05.03.13 | 0.1744 sec