Hukum

Kasus Simulator SIM, BS Didakwa Dua Pasal Korupsi

Wednesday, 11 September 2013 | View : 1095

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011, Budi Susanto, terancam hukuman pidana 20 tahun penjara. Budi Susanto dianggap telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara. Demikian disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) saat membacakan berkas dakwaan Budi Susanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).              

Menurut JPU, Budi Susanto selaku Direktur PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) bersama tiga pihak lainnya, yakni Irjen (pol) Djoko Susilo, mantan Wakil Ketua Korps Lalu Lintas (Wakakorlantas), Brigjen. Pol. Didik Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK), dan Direktur PT. Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo Sastronegoro Bambang, telah menguntungkan pihak lain atau korporasi sebesar Rp 88,44 miliar.

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mendakwa Budi Susanto bersalah dan melanggar dua pasal korupsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Direktur PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto dianggap merugikan keuangan negara dan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 88,446 miliar dalam dugaan korupsi proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011 senilai Rp 198 miliar. Budi Susanto sendiri adalah pemilik PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) yang memenangkan lelang proyek simulator tersebut.

Dalam surat dakwaan JPU disebutkan, Budi Susanto bersama-sama dengan Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo, Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo, Direktur PT. Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo Sastronegoro Bambang (masing-masing penuntutan dalam berkas terpisah), serta Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teddy Rusmawan selaku Ketua Pengadaan, turut melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4).

Direktur PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 88,4 miliar dalam proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk tahun anggaran 2011. Menurut Jaksa, selain memperkaya diri sendiri, Budi Susanto juga disebut memperkaya orang lain mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri dan mantan Gubernur Akpol Semarang, Irjen. Pol. Djoko Susilo sebesar Rp 36,9 miliar, Wakakorlantas Brigjen Pol. Didik Purnomo sebesar Rp 50 juta, Direktur PT. Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo Sastronegoro Bambang sebesar Rp 3,9 miliar. “Terdakwa memperkaya diri sebesar Rp 88,446,926.695 miliar, dan orang lain, yaitu Irjen Pol. Djoko Susilo sebesar Rp 36,934 miliar, Brigjen Pol. Didik Purnomo Rp 50 juta, Sukotjo S. Bambang Rp 3 miliar,” ungkap Jaksa Medi Iskandar Zulkarnain saat membacakan surat dakwaan Budi Susanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (10/9/2013) siang.

Dalam surat dakwaan tersebut juga disebutkan, Budi Susanto telah memperkaya pihak lain yaitu Primer Koperasi Polri (Primkoppol Polri) senilai Rp 15 miliar, tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Wahyu Indra Pramugari adalah anggota Inspektur Pengawasan Umum sebesar Rp 500 juta, Bagian Keuangan Mabes Polri Darsian Rp 50 juta, anggota Itwasum Gusti Ketut Gunawa Rp 50 juta, serta Warsono Sugantoro alias Jumadi sebesar Rp 20 juta.

Pemilik perusahaan pemenang tender proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) itu juga didakwa memperkaya orang lain dan korporasi hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 144,9 miliar, atau setidak-tidaknya Rp 121,8 miliar dari total nilai proyek Rp 198,6 miliar. “Perbuatan terdakwa dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp 144,984 miliar, atau setidak-tidaknya Rp 121,8 miliar sebagaimana perhitungan kerugian keuangan negara oleh ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI," jelas Jaksa Andi Suharlis.

“Terdakwa memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya diri terdakwa selaku Direktur PT. CMMA sebesar Rp 88,4 miliar,” papar Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riyono saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Menurut Jaksa, Direktur PT. CMMA Budi Susanto diduga sebagai pihak yang memerintahkan markup (penggelembungan) harga terkait pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4). Dengan cara memasukkan komponen yang tidak ada dan mengulang komponen yang sudah ada dalam anggaran.

Selain itu, Budi Susanto diduga telah mengarahkan pengadaan barang dan jasa terkait proyek pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) untuk memenangkan PT. CMMA dalam proyek tersebut. Padahal, Budi Susanto mensubkontrakkan pengerjaan pengadaan driving simulator SIM yakni alat uji klinik pengemudi berkendara Roda dua (R2) ke PT. Inovasi Teknologi Indonesia (ITI)  dan pengadaan driving simulator SIM Roda empat (R4) ke PT. Adora Integrasi Solusi terkait pengerjaan module driving dan ke PT. Trimedya Primatech untuk pembuatan body dan chasis.

“Selanjutnya, Budi Susanto bersama AKBP Teddy Rusmawan juga dianggap telah mengatur proses lelang simulator seolah-olah memenangkan PT. CMMA dalam proyek itu,” papar Jaksa Medi Iskandar Zulkarnain. Padahal, sambung Jaksa Medi Iskandar Zulkarnain, PT. CMMA telah mensubkontrakkan pekerjaan proyek ke PT. Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) milik Sukotjo Sastronegoro Bambang.

Dalam dakwaan, juga terungkap hal baru, yakni pemberian kartu kredit Bank BNI 46 oleh Budi Susanto kepada Irjen Pol. Djoko Susilo seusai pemenangan proyek ‘driving simulator’ SIM, yang kemudian digunakan untuk transaksi pribadi. Tercatat, Irjen Pol. Djoko Susilo telah menggunakan kartu kredit tersebut sebesar Rp 1,564 miliar dalam kurun September 2011 hingga Mei 2012. “Terdakwa pernah memberikan kartu kredit BNI 46 atas nama Budi Susanto yang digunakan untuk kepentingan pribadi Irjen Polisi Djoko Susilo dengan total transaksi sebesar Rp 1,564 miliar,” beber Jaksa Medi Iskandar Zulkarnain. 

Lantaran itu, Jaksa mendakwa Budi Susanto dengan dakwaan berlapis. Atas perbuatannya, Budi Susanto dijerat dakwaan primer telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. (id/sp/kj)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.629 Since: 05.03.13 | 0.223 sec