Hukum

Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal Di Depan Gedung KPK

Tuesday, 10 September 2013 | View : 1042

JAKARTA-SBN.

Aksi teror dan kekerasan dengan penembakan terhadap seorang anggota kepolisian oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor di jalan raya hari ini, Selasa (10/9/2013) kembali terjadi. Kali ini, bahkan penembak misterius melancarkan aksi nekatnya di tempat terbuka, di tengah Ibukota.

Sekitar pukul 22.20 WIB malam, anggota polisi yang masih berseragam lengkap Propam Polri menjadi korban penembakan orang tak dikenal di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya persis di depan Gedung KPK. Kali ini penembakan polisi Provost Mabes Polri yang kerap menjaga Gedung KPK, Selasa (10/9/2013). Berdasarkan pantuan, polisi bernama Sukardi ini ditembak orang tidak dikenal di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Ada penembakan anggota di depan Gedung KPK,” kata petugas Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan, Bripka Ikhwan, Selasa (10/9/2013). Menurut Bripka Ikhwan, penembakan itu dilaporkan sekitar pukul 22.20 WIB malam. Namun, belum diketahui kondisi terakhir anggota polisi tersebut. "Untuk lebih lengkapnya, silakan ke tempat kejadian. Kami di sini tidak punya informasi lengkap," tutur Bripka Ikhwan.

Korbannya penembakan tersebut, seorang anggota Polri itu diketahui bernama Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Sukardi tewas ditembak orang tidak dikenal di depan plaza Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB. Anggota polisi yang ditembak di depan Gedung KPK adalah anggota provost Mabes Polri. Korban penembakan adalah polisi Provost Mabes Polri, Bripka Sukardi di depan Gedung KPK dilaporkan meninggal dunia.

Berdasarkan data dihimpun, pelaku penembakan diduga orang yang mengendarai motor yang sengaja melintasi jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di depan gedung KPK. Informasi yang dihimpun, Selasa (10/9/2013), saat kejadian polisi nahas itu tengah melintas mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam bernomor polisi B 6671 TXL. Kabarnya pelaku menembak bagian perut korban Sukardi sebanyak tiga kali. Korban terjatuh dari sepeda motornya setelah terkena tembakan pada bagian dada dan perut. Begitu peluru menembus tubuhnya, Sukardi langsung tumbang bersimbah darah.

Kondisi Bripka Sukardi itu kini masih tergeletak bersimbah darah di lokasi kejadian. Saat ini polisi sudah berada di lokasi kejadian. Sekarang, polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penembakan. Kini, petugas kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar lokasi peristiwa penembakan. Garis polisi juga sudah dipasang dan dibentangkan. Saat ini polisi tengah melakukan identifikasi dengan dipasang garis polisi. Namun, belum diketahui siapa pelaku penembakan ini. Begitu juga belum diketahui dengan motifnya penembakan tersebut. Tapi, di lokasi tempat kejadian ditemukan ada tiga buah selongsong peluru. Petugas yang tiba di tempat kejadian perkara menemukan tiga proyektil peluru di dekat jenazah. Proyektil peluru itu ditemukan sekitar dua meter dari jenazah Sukardi. Diduga, pelaku menembak dengan menggunakan senjata laras pendek semi otomatis.

Warga masih berkerumun di tempat kejadian. Polisi bergerak cepat memburu pelaku penembakan anggota Provos Bripka Sukardi. Sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, dirazia. Pantauan data yang dihimpun, Selasa (10/9/2013), polisi terlihat memberhentikan sejumlah kendaraan. Sopir truk pun ikuti diperiksa. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Penembakan itu menjadi perhatian warga yang melintas sehingga kemacetan pun terjadi di Jalan HR Rasuna Said. 

Anggota Provos Bripka Sukardi ditembak saat melintas dengan sepeda motor menuju arah Mampang Prapatan. Pelaku yang menggunakan motor melepaskan tiga kali tembakan. Anggota Provos Bripka Sukardi tiga kali ditembus timah panas oleh orang tak dikenal. Tiga peluru yang dilontarkan pistol pelaku semua mengarah ke bagian perut dan dada. Sukardi tewas dengan tiga luka tembak di tubuhnya. Sukardi tewas di lokasi kejadian Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Seorang saksi mengatakan dia ditembak oleh pengendara motor. "Saya dengan suara letusan tiga kali," ujar saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (10/9/2013). “Lukanya di perut sama pinggang,” tutur salah seorang warga di lokasi kejadian.

Dari pantauan saksi, polisi tersebut ditembak di bagian perut bawah bagian kanan. Menurut saksi mata, Sukardi ditembak sebanyak 3 kali di bagian perut. Bripka Sukardi tewas di lokasi penembakan. Saat itu diduga dua orang sudah menodongkan senjata api. Saksi menyebut pelaku penembakan mengunakan dua sepeda motor. Para pelaku memepet Sukardi yang mengendarai motor Honda Supra X bernomor polisi B 6671 TXL.

Sebelum menembak, kedua pelaku sempat memberhentikan kendaraan di depan korban. Tanpa diduga-duga, tiba-tiba dua orang pelaku berboncengan sepeda motor matic langsung melepaskan tembakan ke arah korban, Bripka Sukardi. Menurut saksi pria itu, setelah menembak, kedua pelaku yang menggunakan motor langsung melarikan diri ke arah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tiga suara tembakan terdengar, lalu tiba-tiba anggota polisi yang mengenakan baju dinas tersebut terkapar di jalur lambat. Tubuh Sukardi tergeletak bersimbah darah di jalan. Bripka Sukardi tergeletak di jalur lambat arah Pancoran atau depan gedung KPK. Selang beberapa waktu, Sukardi terlihat tergeletak tak bernyawa disamping sepeda motor Honda bernopol B 6671 TXL. Singkat cerita, Bripka Sukardi ditembak saat itu dia masih bernafas. Meski sempat bernafas, namun beberapa saat kemudian Sukardi menghembuskan nafas terakhirnya. “Tadi masih nafas setelah ditembak, tapi sekarang sudah nggak (nafas)," kata seorang saksi yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian. Menurut saksi, saat kejadian terdengar tiga kali suara tembakan.

Pria ini juga menuturkan, Bripka Sukardi saat itu tengah mengendarai sepeda motornya Honda warna hitam bernopol B 6671 TXL. “Ada 3 kali tembakan. Tadi ada 2 orang pakai 2 motor mepet dan menodongkan (ke arah korban),” kata saksi mata tak mau disebut namanya itu di tempat kejadian perkara. Usai menembak, 2 orang yang diduga pelaku itu langsung tancap gas ke arah Pancoran.

Peristiwa itu terjadi di jalur lambat depan Gedung KPK sekitar pukul 22.20 WIB malam, Selasa (10/9/2013). Belum diketahui penyebab penembakan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Riftajudin membenarkan adanya peristiwa ini. “Iya benar,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Setiabudi Komisaris Polisi Riftajudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (10/9/2013). “Iya, saya lagi di lokasi,” imbuh Kompol Riftajudin. 

Informasi yang diterima, sebelum kejadian, Bripka Sukardi menghentikan truk di lokasi yang belum diketahui. Apakah penembak terkait dengan truk yang dihentikan Bripka Sukardi, masih belum bisa dipastikan. Menurut keterangan beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian, saat kejadian penembakan, Bripka Sukardi yang bertugas sebagai Pol Air di Tanjung Priok diduga sedang mengawal sejumlah mobil pengangkut barang dan truk yang membawa besi dari Tanjung Priok. Besi tersebut akan dibawa ke lokasi pembangunan elevator part Rasuna Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut salah seorang polisi, ada dua rombongan pelaku. Pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor. “Ada dua motor saat kejadian. Tiba-tiba ada suara ledakan dua kali. Saya baru keluar dari jalan di samping KPK. Langsung melihat kejadian,” elaborasi seorang polisi yang enggan disebut namanya saat ditemui di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2013) malam. Kemudian ada dua motor yang kemudian melepaskan tembakan. Sukardi ditembak sebanyak tiga kali di bagian dada dan perut. Sukardi pun langsung tewas di tempat.

Pantauan di lapangan, sejumlah petugas medis memeriksa kondisi Bripka Sukardi yang masih tergeletak di depan KPK. Bripka Sukardi yang masih mengenakan pakaian seragam dinas dengan tali kur berwarna biru itu dalam posisi terlentang dan helm yang dikenakannya masih terpasang. Korban diduga ditembak saat mengendarai sepeda motor Honda yang juga tergeletak menindih jatuh dari jasad korban. Petugas juga memasang garis polisi dan melarang warga mendekati lokasi kejadian. “Kami mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah TKP," kata Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Putut Bayu Seno di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013). Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Bayu Seno, yang tiba di tempat kejadian langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan olah TKP. Kapolda Metro Jaya tidak banyak menjawab pertanyaan wartawan dan langsung meninggalkan lokasi.

Lokasi penembakan polisi Bripka Sukardi di jalur lambat di depan Gedung Komisi Pemberantasan (KPK), Jalan H. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013), ditutup petugas. Saat ini jenazah Sukardi telah ditutup kantong mayat. Polisi selanjutnya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan segera mengevakuasi jasad korban. Jenazah Bripka Sukardi yang tergeletak di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya jenazah Sukardi dibawa ke Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebuah ambulance mengangkut jasad anggota provost Mabes Polri itu. Pantauan di lokasi kejadian, Selasa malam (10/9/2013), ambulance membawa jasad Sukardi sekitar pukul 23.20 WIB. Jasad Sukardi akan menjalani autopsi di RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati.

Kadiv. Humas Mabes Polri, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie mengatakan, korban dibawa ke RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati untuk diautopsi mengungkap kasus penembakan ini. Polisi juga meminta bantuan dari pemilik gedung yang memiliki CCTV untuk meneliti kasus penembakan ini.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Rikwanto menerangkan bahwa pelaku menembak Bripka Sukardi sebanyak tiga kali pada bagian dada dan perut serta leher. "Sementara masih didalami. Saat ini masih kumpulkan informasi. Menurut keterangan saksi, korban tertembak dibagian perut," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Selasa (10/9/2013) malam. Sejumlah saksi mata sudah dibawa anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan pelaku mengunakan sepeda motor. “Saksi yang diminta keterangan polisi menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor dan setelah itu kabur,” ungkap Kombes Pol. Rikwanto. Dikatakan Kombes Pol. Rikwanto, keterangan saksi di lapangan masih perlu dilakukan pendalaman lagi. Polisi sudah membawa supir truk dan 10 saksi ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. “Ada saksi mengatakan, pelaku menggunakan sepeda motor sebelum lakukan penembakan. Saksi yang diperiksa ada 10 sampai 11 orang. Saat ini masih kita lakukan pendalaman," bebernya lagi. (mer/lip6/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.004 Since: 05.03.13 | 0.1544 sec