Hukum

Komisi Antirasuah Kembali Periksa Robert Tantular

Tuesday, 10 September 2013 | View : 593

JAKARTA-SBN.

Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Usai diperiksa selama hampir 12 jam sebagai saksi untuk tersangka mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, Robert Tantular mengaku ditanyai seputar kronologis pemberian bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

“Pemeriksaan kali ini lebih kepada pendalaman kepada kronologi bagaimana permohonan bantuan likuiditas dari Direksi Bank Century ke Bank Indonesia hanya Rp 1 triliun tetapi kenyataannya justru dibailout Rp 6,7 triliun,” tutur Robert Tantular usai diperiksa, di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Meski enggan merinci soal kronologis tersebut, Robert Tantular yang hadir mengenakan kemeja batik lengan panjang itu menegaskan jika pemberian bailout itu tidak melibatkan dirinya sebagai pemilik bank. Pasalnya, dia mengaku tidak pernah ditanyai apakah setuju atau tidak pemberian bailout untuk Bank Century. “Itu tidak pernah ditanya setuju atau tidak setuju (bailout). Karena Bank Century langsung diambil alih oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) secara sepihak,” terang Robert Tantular.

Robert Tantular juga mengaku tidak tahu menahu soal aliran dana bailout Bank Century. Robert Tantular beralasan, pada saat pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun oleh Lembaga Penjamin Simpanan ke Bank Century tersebut dia sudah berada di dalam tahanan Mabes Polri terkait kasus tindak pidana perbankan. “Saya tidak tahu menahu soal bailout Century. Waktu kebijakan itu dikeluarkan, saya sudah di dalam tahanan Mabes Polri. Jadi saya tidak tahu soal itu,” tukas Robert Tantular.

Meski demikian, Robert Tantular enggan memberi penilaian saat disinggung siapa pihak yang wajib bertanggung jawab mengenai pemberian bailout Rp 6,7 triliun kepada banknya tersebut. Robert Tantular justru mengharapkan KPK mendalami hal itu. “Itulah yang perlu didalami oleh KPK. Jadi kami harapkan KPK independen untuk membuka hal ini,” tandas Robert Tantular.

Diketahui, sebelumnya, Robert Tantular juga telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Pasalnya, sebagai mantan pemilik Bank Century yang saat ini telah berganti nama menjadi Bank Mutiara tersebut, Robert Tantular dinilai mengetahui kasus dugaan korupsi tersebut. 

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik ini, KPK telah memperoleh kesimpulan bahwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjriyah dan Budi Mulya sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. 

Namun, hingga kini, surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Siti Fadjriyah belum diterbitkan karena faktor kesehatan. Hanya Budi Mulya yang telah resmi berstatus sebagai tersangka. (id/sp/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.192 Since: 05.03.13 | 0.125 sec