Hukum

Komisi Antirasuah Kembali Periksa Robert Tantular

Tuesday, 10 September 2013 | View : 662

JAKARTA-SBN.

Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Usai diperiksa selama hampir 12 jam sebagai saksi untuk tersangka mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, Robert Tantular mengaku ditanyai seputar kronologis pemberian bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

“Pemeriksaan kali ini lebih kepada pendalaman kepada kronologi bagaimana permohonan bantuan likuiditas dari Direksi Bank Century ke Bank Indonesia hanya Rp 1 triliun tetapi kenyataannya justru dibailout Rp 6,7 triliun,” tutur Robert Tantular usai diperiksa, di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Meski enggan merinci soal kronologis tersebut, Robert Tantular yang hadir mengenakan kemeja batik lengan panjang itu menegaskan jika pemberian bailout itu tidak melibatkan dirinya sebagai pemilik bank. Pasalnya, dia mengaku tidak pernah ditanyai apakah setuju atau tidak pemberian bailout untuk Bank Century. “Itu tidak pernah ditanya setuju atau tidak setuju (bailout). Karena Bank Century langsung diambil alih oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) secara sepihak,” terang Robert Tantular.

Robert Tantular juga mengaku tidak tahu menahu soal aliran dana bailout Bank Century. Robert Tantular beralasan, pada saat pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun oleh Lembaga Penjamin Simpanan ke Bank Century tersebut dia sudah berada di dalam tahanan Mabes Polri terkait kasus tindak pidana perbankan. “Saya tidak tahu menahu soal bailout Century. Waktu kebijakan itu dikeluarkan, saya sudah di dalam tahanan Mabes Polri. Jadi saya tidak tahu soal itu,” tukas Robert Tantular.

Meski demikian, Robert Tantular enggan memberi penilaian saat disinggung siapa pihak yang wajib bertanggung jawab mengenai pemberian bailout Rp 6,7 triliun kepada banknya tersebut. Robert Tantular justru mengharapkan KPK mendalami hal itu. “Itulah yang perlu didalami oleh KPK. Jadi kami harapkan KPK independen untuk membuka hal ini,” tandas Robert Tantular.

Diketahui, sebelumnya, Robert Tantular juga telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Pasalnya, sebagai mantan pemilik Bank Century yang saat ini telah berganti nama menjadi Bank Mutiara tersebut, Robert Tantular dinilai mengetahui kasus dugaan korupsi tersebut. 

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik ini, KPK telah memperoleh kesimpulan bahwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjriyah dan Budi Mulya sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. 

Namun, hingga kini, surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Siti Fadjriyah belum diterbitkan karena faktor kesehatan. Hanya Budi Mulya yang telah resmi berstatus sebagai tersangka. (id/sp/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.368.080 Since: 05.03.13 | 0.2541 sec