Hukum

Ahmad Fathanah Dirikan PT. PKS Guna Dapatkan Proyek Di Kementan

Tuesday, 10 September 2013 | View : 692

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, Ahmad Fathanah, diketahui telah mendirikan sebuah perusahaan guna mendapatkan proyek-proyek di Kementerian Pertanian (Kementan). Perusahaan itu bernama PT. Prima Karsa Sejahtera (PKS) yang bergerak di bidang pemasaran pupuk. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PT. Green Life Bioscience, Billy Gan, saat bersaksi dalam persidangan lanjutan perkara Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Menurut Billy Gan, perusahaan itu digagas Ahmad Fathanah bersama dirinya dan pengusaha lain bernama Sonny sekitar tahun 2011. “Waktu itu Pak Ahmad bilang bahwa perusahaan ini akan bisa mendapatkan proyek di Deptan (Kementan),” beber Billy Gan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Senin (9/9/2013).

Billy Gan melanjutkan, Ahmad Fathanah memasukkan nama Hudzaifah Luthfi sebagai komisaris utama perusahaan tersebut. Hudzaifah Luthfi merupakan salah satu putri dari mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). “Karena disampaikan, dia itu anaknya Pak Luthfi yang saat itu ketua PKS,” terang Billy Gan.

Karena menganggap Ahmad Fathanah dekat dengan PKS, Billy Gan pun mengaku pernah berpikiran kalau PT. PKS nantinya akan dipermudah mendapatkan proyek di Kementan. Ahmad Fathanah diakuinya dekat dengan para petinggi PKS, termasuk Menteri Pertanian, Suswono. “Kami ada pikiran ke situ, tapi pemasukan kami masih kecil," ucap Billy Gan.

Dugaan Billy Gan tidak meleset, dari Ahmad Fathanah-lah kemudian PT. PKS mendapatkan informasi seputar proyek di Kementan. “Katanya dari Deptan ada banyak proyek, kami cek di internet, proyek-proyek banyak muncul. Kami tanyakan Pak Fathanah itu bagaimana proyeknya, lalu kami ikut tender,” ungkapnya.

Billy Gan juga membenarkan kalau pencantuman nama Hudzaifah Luthfi sebagai komisaris di PT. PKS hanya di atas kertas saja. Nyatanya, anak LHI itu tidak memiliki saham di perusahaan tersebut. Menurut Billy Gan, baik Hudzaifah Luthfi maupun Ahmad Fathanah tidak mengeluarkan modal meskipun namanya ditulis sebagai komisaris di akta pendirian perusahaan. “Mereka teken, tapi utang. Mereka mengaku sama-sama berutang," jelas dia.

Selain itu, Billy Gan mengaku pernah menyerahkan uang US$ 10 ribu kepada Ahmad Fathanah sekitar tahun 2011 di Hotel Kempinsky, Jakarta, terkait dengan keperluan pendirian perusahaan. Billy Gan pernah dipertemukan dengan LHI oleh Ahmad Fathanah di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Sementara itu, saksi lainnya, anggota Komisi II DPR RI sekaligus anggota Dewan Syuro PKS, Jazuli Juwaini, mengakui kedekatan hubungan antara Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad Fathanah. Ini terbukti dari beberapa pertemuan Jazuli Juwaini dengan LHI yang juga dihadiri oleh Ahmad Fathanah. Pertemuan pertama Jazuli Juwaini dengan Ahmad Fathanah terjadi di ruang kerja LHI. “Pak Luthfi kenalkan saya ke Fathanah bahwa Fathanah adalah teman dan adik kelasnya sewaktu kuliah. Tapi, dia bukan kader PKS,” urai Jazuli Juwaini.

Meski Jazuli Juwaini menegaskan bahwa Ahmad Fathanah bukan kader, tapi dia mengaku pernah melihat Ahmad Fathanah mendampingi LHI dalam beberapa kali kegiatan-kegiatan PKS. "Iya, kadang-kadang lihat, kadang-kadang tidak,” cetus Jazuli Juwaini.

Jazuli Juwaini mengaku tak pernah menggelar pertemuan khusus dengan Ahmad Fathanah. Hanya saja, menurut dia, Ahmad Fathanah sering dilibatkan LHI dalam urusan bisnis. “Kecuali, pada saat rombongan pengusaha Timur Tengah, kami bentuk tim sambut rombongan. Beliau (Fathanah) juga dimasukkan Pak LHI, diikutkanlah Fathanah di dalam tim,” tukas Jazuli Juwaini. (kj/jp/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.161 Since: 05.03.13 | 0.1274 sec