Hukum

KPK Jemput Paksa Panitera PHI Bandung

Saturday, 07 September 2013 | View : 1148

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa mantan pelaksana tugas (plt) panitera muda Pengadilan Hubungan Industri (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, tersangka kasus dugaan suap dalam penanganan perkara penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI) di Pengadilan Negeri Bandung, Ike Wijayanto. “Tadi penyidik KPK menjemput paksa tersangka IW terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara di Bandung, IW adalah mantan plt panitera muda,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Ike Wijayanto yang merupakan tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait pemenangan PT. Onamba Indonesia dalam melawan gugatan serikat pekerja di tingkat kasasi itu dijemput paksa setelah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.

Menurut Johan Budi SP panggilan kepada Ike Wijayanto sudah dua kali disampaikan baik secara langsung maupun melalui pengacaranya, tetapi tidak pernah ada jawaban. Akhirnya, penyidik KPK memutuskan untuk melakukan penjemputan paksa terhadap yang bersangkutan. “Dua kali surat panggilan sudah kami sampaikan dan kami sudah konfirmasi ke IW atau pengacaranya, tapi tidak ada jawaban. Sampai tadi pagi kami konfirmasi lagi tidak ada jawaban, lalu penyidik lakukan upaya jemput paksa di Bandung,” tegas Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di plaza Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/9/2013) malam.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan ketika Tim Penyidik KPK sampai di Kantor Pengadilan Negeri Bandung, Ike Wijayanto mengatakan akan ke KPK. Tim Penyidik KPK bertemu Ike Wijayanto di lokasi peristirahatan jalan tol Jakarta-Bandung. “IW adalah mantan Plt Panitera Muda di Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Bandung,” beber Juru Bicara KPK Johan Budi SP. “Saat kami sampai di PN Bandung, yang bersangkutan menyampaikan akan ke KPK. Ketemunya di rest area, langsung dibawa ke KPK,” ungkap Johan Budi SP.

KPK menetapkan Ike Wijayanto sebagai tersangka sekitar Desember tahun 2012 lalu. Ike Wijayanto diduga menerima pemberian atau janji terkait dengan kepengurusan perkara PT. Onamba Indonesia dalam melawan gugatan serikat pekerja di tingkat kasasi. 

Penetapan Ike Wijayanto sebagai tersangka ini merupakan pengembangan kasus yang menjerat hakim ad hoc untuk Pengadilan Hubungan Industrial Bandung, Imas Dianasari. Ike Wijayanto terlibat dalam kasus suap terhadap hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial Bandung, Imas Dianasari, dari Manajer Sumber Daya Manusia PT. Onamba Indonesia, Odih Juanda.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada 30 Agustus 2012, Imas Dianasari mengatakan panitera PHI Bandung, Ike Wijayanto, yang berinisiatif mempertemukannya dengan Odih Juanda pada 8 Oktober 2010, saat perkara PT. Onamba Indonesia belum masuk ke PHI Bandung.

Imas Dianasari juga mengaku mengetahui pemberian uang Rp 10 juta dari Odih Juanda kepada Ike Wijayanto untuk pengaturan komposisi majelis hakim sehingga Imas Dianasari dapat menjadi salah satu hakim yang menangani perkara PT. Onamba Indonesia serta Rp 10 juta lagi untuk uang pengamanan sidang.

Dalam kasus dugaan suap hakim PHI Bandung ini, Imas Dianasari telah divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada 30 Januari 2012.

Ketika bersaksi untuk terdakwa Presiden Direktur PT. Onamba Indonesia, Shiokawa Toshio, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada 6 September 2012, Imas Dianasari mengakui seluruh pemberian uang dari Odih Juanda, yaitu Rp 352 juta, termasuk sebagian ke Ike Wijayanto. Imas Dianasari dianggap terbukti menerima suap senilai Rp 352 juta dari PT. Onamba Indonesia dan mencoba menyogok hakim Mahkamah Agung dengan uang sebesar Rp 200 juta tentang putusan perkara industrial PT. Onamba Indonesia.

Kasus suap hakim PHI Bandung ini juga melibatkan Manajer Administrasi PT. Onamba Indonesia, Odih Juanda dan Presiden Direktur PT. Onamba Indonesia, Shiokawa Toshio. Keduanya juga telah divonis bersalah. Odih Juanda divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta, sedangkan Shiokawa Toshio divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

KPK berencana menahan Ike Wijayanto selepas pemeriksaannya sebagai tersangka pada Jumat (6/9/2013). Tetapi, Johan Budi SP belum mengonfirmasi lokasi penahanan Ike Wijayanto. Ike Wijayanto saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cipinang, Jakarta Timur.

Ike Wijayanto disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf f atau Pasal 11 Undang-undang No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sangkaan pasal-pasal tersebut mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.994 Since: 05.03.13 | 0.2265 sec