Hukum

Petugas Gabungan Dikerahkan Di Lapas Salambue Pascakerusuhan Napi

Sunday, 08 September 2013 | View : 2129

PADANGSIDIMPUAN-SBN.

Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kembali terjadi. Kali ini kerusuhan terjadi di Lapas Klas IIB Salambue di Desa Salambue, Kelurahan Pijor Koling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Puluhan napi yang baru dipindahkan dari Lapas Labuhan Ruku dan Tanjung Gusta mencoba melakukan kerusuhan di Lapas Padangsidimpuan. Rusuh yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Padangsidimpuan dipicu karena  ratusan narapidana dari Lapas Labuhan Ruku dan Tanjung Gusta tak terima dan bosan dengan pemindahan mereka. Ratusan napi tersebut mencoba membuat kerusuhan di Lapas Padangsidimpuan.

Kerusuhan terjadi lantaran bentrokan antara narapidana lokal dan napi kiriman dari Lapas Tanjung Gusta dan Lapas Labuan Ruku. Diduga, adu pukul para napi tersebut sengaja diciptakan untuk melarikan diri.

Mereka melakukan pelemparan ke arah petugas Lapas dan aparat kepolisian yang berjaga. Meski mencoba memprovokasi napi lainnya di dalam Lapas. Namun, ternyata aksi mereka itu tidak berhasil. Sejumlah napi lainnya justru membantu polisi menangkap para perusuh. Para penghuni Lapas Padangsidimpuan malah membantu aparat dengan mengejar dan menangkap para perusuh.

“Napi asal Labuhan Ruku meminta kembali,namun  sudah diberi penjelasan tidak memungkinkan karena Lapas masih rusak, tetapi tidak diterima. Kemudian mereka terlibat bentok dengan kelompok napi yang lain,” papar Amran Silalahi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kakanwil Kemenkumham, Sumatera Utara.

Untuk mencegah terjadinya keributan kedua kali, ratusan personel dari Polres Padangsidimpuan dan sejumlah anggota TNI diterjunkan untuk mengantisipasi aksi balas dendam antar narapidana pascakerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salambue, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Sabtu (7/9/2013) sore. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menerjunkan 150 personel kepolisian, ditambah kekuatan gabungan sebanyak 50 orang dari Kodim dan petugas lapas. Kekuatan yang diterjunkan tersebut antara lain, dari Polres Padangsidimpuan sebanyak 60 orang, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) 30 orang, Den C Brimob Muara Gordong 60 orang, Kodim 0112/TS 20 orang, dan petugas lapas 30 orang. “Berkaitan dengan upaya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka dilibatkan kekuatan pengamanan saat ini 200 orang,” ucap Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Irjen. Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H., Sabtu (7/9/2013).

Kapolres Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Harianto menduga kerusuhan sengaja diciptakan oleh narapidana dari Tanjung Gusta dan Labuan Ruku agar dapat melarikan diri. Namun, usaha itu sia-sia setelah aparat Polres Padangsidimpuan dan TNI langsung berada di Lapas Salambue.

Sebelumnya, puluhan napi asal Lapas Labuan Ruku dipindahkan hari ini ke Lapas Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Sesampainya di Lapas Padangsidimpuan, para napi ini melakukan tindakan anarkis yang menyebabkan keributan di Lapas Padangsidimpuan. Dengan melempar kaca dan memukul petugas Lapas, para narapidana kiriman tersebut nyaris melarikan diri. “Jadi itu ada pemindahan napi dari Labuan Ruku dipindahlan ke Padangsidimpuan mereka memancing petugas dengan melempar sipir dan polisi di sana,” terang mantan Kapolwiltabes Surabaya, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie, Sabtu (7/9/2013).

Meski belum diketahui modus dari pelemparan tersebut, namun Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie berasumsi para napi tidak suka dipindahkan ke Lapas tersebut. “Mereka masih diperiksa terkait alasan pelemparan tersebut. Mereka mungkin enggak suka dipindah-pindah terus dari Labuan Ruku lalu ke Padangsidimpuan,” jelasnya. Mantan Kapolwiltabes Surabaya, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie menuturkan bentrok ini tidak meluas sebab beruntung para napi di Lapas Padangsidimpuan tidak terprovokasi.

Akibat bentrokan pada Sabtu (7/9/2013), delapan narapidana dan petugas keamanan Lapas terluka di bagian kepala. Kerusuhan nyaris tak terbendung saat para narapidana kiriman Tanjung Gusta dan Labuan Ruku semakin anarkistis. Sementara itu, polisi telah mengamankan para pelaku pelemparan dan memintai mereka keterangan.

Saat ini, 50 narapidana dari Lapas Labuan Ruku dan delapan dari Lapas Tanjung Gusta sudah diamankan dan untuk sementara dipisah dari narapidana lokal lainnya. Sebanyak 50 napi titipan tersebut dalam pengamanan ketat. Petugas gabungan langsung mengamankan para napi dari Lapas Labuan Ruku dan napi dari Lapas Tanjung Gusta yang dititipkan sementara di Salambue. Selain mengamankan para napi, petugas gabungan juga mengamankan pintu masuk Lapas Salambue.

Sebanyak 24 narapidana dipindahkan pascakerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salambue, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Minggu (8/9/2013) dinihari. Mereka dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Siborong-borong, Lembaga Pemasyarakatan Mandailing Natal dan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sibolga.

Dari 24 napi, sembilan di antaranya diduga keras sebagai provokator kerusuhan. Sembilan napi yang diduga melakukan provokasi untuk membuat keributan telah menjalani proses interogasi dari kepolisian. Para napi sebagian besar terlibat kasus narkoba. Para napi tersebut, antara lain Rahmanja Tambunan (25), Riki Harianto Samosir (19), Martin (20), Karisma Pulungan (25), Jepsianto (31), Edisyahputra (27), Syawaluddin (23), Rudihartono (38), dan Firman Tarigan (27). 

Kapolres Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Harianto mengatakan pemindahan narapidana dilakukan untuk mengurangi kekuatan, baik narapidana lokal maupun napi kiriman dari Tanjung Gusta dan Labuan Ruku. Kapolres Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Harianto memimpin langsung pengamanan di Lapas Salambue. Sementara itu, kondisi di Lapas Salambue berangsur kondusif. Meski demikian, ratusan aparat gabungan TNI dan Polri masih berjaga-jaga. (met/mer)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.731 Since: 05.03.13 | 0.1335 sec