Hukum

Kasus Cebongan, Pengemudi Pengangkut Eksekutor Divonis Satu Tahun Tiga Bulan

YOGYAKARTA-SBN.

Berbeda dengan sidang eksekutor utama Kamis (5/9/2013) kemarin, hari ini, Jumat (6/9/2013), Pengadilan Militer Yogyakarta tidak diramaikan aksi demonstrasi, hanya sejumlah simpatisan terlihat ikut menyaksikan persidangan. Sidang vonis terdakwa kasus penyerangan Lapas Klas IIB Sleman, DIY, pada hari ini, Jumat (6/9/2013) beragendakan dua berkas, yaitu berkas ketiga dan keempat. Berkas ketiga dengan terdakwa Sersan Dua (Serda) Ikhmawan Suprapto, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura merupakan sopir dari kendaraan yang membawa terdakwa di berkas pertama, yaitu Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, Koptu Kodik, untuk pergi ke Yogyakarta.

Mereka dianggap turut membantu aksi eksekutor utama dengan melakukan kekerasan terhadap barang, yaitu merusak 2 LCD CCTV dan 2 DVR CCTV milik negara. Insiden penyerbuan ke penjara Cebongan berlangsung Sabtu (23/3/2013) silam, saat itu anggota Kopassus mengeksekusi empat tahanan titipan Polda Yogyakarta dengan motif balas dendam atas pembunuhan terhadap anggota mereka.

Satu orang anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Serda Ikhmawan Suprapto yang terdapat dalam berkas tiga kasus penyerangan di Lapas Klas IIB Sleman, divonis dan dikenai hukuman penjara satu tahun tiga bulan dalam kasus penyerangan Lapas Cebongan, Yogyakarta. Vonis tersebut disampaikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dalam sidang dipimpin Letkol CHK Dr. Joko Sasmito, Jumat (6/9/2013). Hakim tidak menemukan unsur merencakan pembunuhan pada perkara yang menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY pada Sabtu (23/3/2013). “Dakwaan primer unsur merencanakan tidak terbukti. Sedangkan dakwaan subsider turut membantu hingga menyebabkan meninggal dunia empat orang terbukti bersalah,” kata Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Dr. Joko Sasmito, saat membacakan putusan di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Yogyakarta, Jumat (6/9/2013).

Serda Ikhmawan Suprapto, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, yang mengemudikan mobil saat penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cebongan, Sleman, dibebaskan dari dakwaan pembunuhan berencana, namun terbukti membantu melakukan pembunuhan. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyebut terdakwa Serda Ikhmawan Suprapto tidak terbukti sebagai pelaku pembunuhan berencana tetapi ia turut membantu pembunuhan karena menyediakan sarana berupa mobil untuk melakukan penyerangan.

Sersan Dua Ikhmawan Suprapto diganjar hukuman penjara 15 bulan. Vonis hukuman tersebut tiga bulan lebih ringan dibandingkan tuntutan Oditur Militer (Otmil) Letkol Sus Budiharta sebelumnya, yaitu hukuman satu tahun enam bulan. Sebelumnya, terdakwa dijerat dakwaan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP. Selain itu, lebih subsider Pasal 351 ayat (1) jo ayat (3) KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP. “Namun, berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan, terdakwa terbukti bersalah, dikenai Pasal 338 KUHP, yakni membantu melakukan pembunuhan,” kata Letkol Sus Budiharta.

Dalam amar putusannya Majelis Hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan primer Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Terdakwa dibebaskan dari Pasal 340, tapi terbukti di pasal subsider yaitu Pasal 338 telah membantu melakukan upaya pembunuhan dan dihukum satu tahun tiga bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Dr. Joko Sasmito, di persidangan, Jumat (6/9/2013).

Persidangan kali ini merupakan berkas ketiga dengan terdakwa Serda Ikhmawan Suprapto selaku pengemudi mobil pengangkut saat insiden penyerangan berlangsung.

Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Dr. Joko Sasmito mengatakan dalam putusannya majelis mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Hal yang meringankan terdakwa yakni, pernah bertugas operasi militer di Aceh, operasi penyelamatan di Jaya Wijaya, operasi penyelamatan saat erupsi Merapi 2010, serta terdakwa merupakan atlet karate. “Untuk yang meringankan, terdakwa pernah bertugas dalam operasi militer di Aceh, operasi penyelamatan di Jaya Wijaya, operasi penyelamatan saat bencana erupsi Gunung Merapi 2010, serta terdakwa merupakan atlet karate,” ucap Letkol CHK Dr. Joko Sasmito. Sedangkan, untuk hal-hal yang memberatkan, di antaranya tindakan terdakwa berpotensi murusak citra TNI dan tempat dilakukan pembunuhan merupakan berada di salah satu lembaga pemerintahan.

Selain vonis tersebut, sopir Serda Ucok Tigor Simbolon itu juga dibebankan biaya perkara sebesar Rp 15 ribu dan terdakwa Serda Ikhmawan Suprapto tidak dikenai ancaman pemecatan karena menunjukkan jiwa korsa yang sempit. 

Hakim memberi kesempatan terdakwa merespons atas putusan tersebut. Jika merasa putusan yang diterima adil, maka terdakwa bisa menerima, namun jika tidak sesuai bisa menolak dengan cara banding. “Kalau terdakwa masih ragu atas putusan, maka silakan berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menyatakan pikir-pikir. Kita beri waktu mulai hari ini selama tiga hari,” jelas Ketua Majelis Hakim, Letkol Joko Sasmito, di persidangan putusan kasus penyerangan Lapas Klas IIB, Cebongan, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DIY, Jumat (6/9/2013).

Terdakwa kemudian berkonsultasi dengan tim penasihat hukum. Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penasihat Hukum terdakwa, Letnan Kolonel Rochmat, menyampaikan akan melakukan banding. Melalui Ketua Tim Penasihat Hukum, Letkol Rochmat, terdakwa menyatakan banding. “Sikap kami menolak atas putusan ini majelis hakim, kami siap banding,” ujar Letkol Rochmat.

Mendengar jawaban itu,  Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Dr. Joko Sasmito kemudian bertanya ke Oditurat Militer yang diketuai Kepala Oditurat Militer, Letkol Budiharto. Sementara itu dari Oditur Militer (Otmil) menyampaikan pikir-pikir atas putusan dalam berkas tiga ini. "Sikap kami pikir-pikir," tegas Letkol Budiharto.

Sidang yang berlangsung sekira dua jam mulai pukul 09.00 WIB itu pun berakhir. Majelis hakim menutup sidang dan meminta terdakwa ditahan sembari menunggu proses hukum selanjutnya. (kom/ant)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.340 Since: 05.03.13 | 0.1642 sec