Hukum

PPATK Tengarai Kepala SKK Migas Nonaktif Tidak Bermain Sendiri

Tuesday, 03 September 2013 | View : 676

JAKARTA-SBN.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menengarai tersangka kasus dugaan suap, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR), tidak ‘bermain’ sendiri. PPATK terus berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna membuat terang rangkaian kasus ini.

“Korupsi yang complicated tidak mungkin sendirian,” tutur Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2013). Wakil Kepala PPATK Agus Santoso menegaskan PPATK mendukung penuh KPK dalam rangka menuntaskan dan membongkar kasus-kasus besar. “Complicated, tidak kasat mata begitu," imbuhnya.

Menurut Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso, penelusuran yang dilakukan tidak mungkin hanya follow the suspect, namun juga menelusuri ke mana aliran uang (follow the money). “Karena korupsi itu ujung-ujungnya duit, mereka punya motif ekonomi,” tandasnya.

Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso enggan berkomentar mengenai detail pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dalam kasus suap SKK Migas ini. Akan tetapi, dia memastikan PPATK terus berkoordinasi dan bertukar informasi dengan KPK sehingga dapat lebih fokus. “Kita melakukan supaya lebih fokus, nama-nama mana yang didalami,” beber Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso.

Seperti diberitakan, kasus dugaan suap SKK Migas ini bermula dari peristiwa Tangkap Tangan yang dilakukan penyidik KPK terhadap RR, SGT, dan pelatih golf Deviardi alias Ardi pada Selasa (13/8/2013). Mereka ditangkap lantaran diduga baru saja melakukan serah terima uang sebesar US$ 400 ribu untuk pengurusan kegiatan di SKK Migas. Diduga, RR dan Ardi menerima suap dari SGT terkait pengelolaan kegiatan hulu migas di lingkungan SKK Migas. Pemberian itu diduga terkait kewenangan RR di lingkup SKK Migas. Salah satu kewenangan lembaga pimpinan RR itu adalah menunjuk penjual minyak dan gas.

Penyidik KPK telah melakukan upaya hukum lainnya, yakni penggeledahan dan penyitaan. Dari sejumlah penggeledahan yang dilakukan, penyidik KPK telah menyita sejumlah uang dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) sebanyak US$ 1.240.000 atau setara dengan Rp 12,834 miliar dan SIN$ 187.000 atau setara dengan Rp 1,526 miliar. Tidak hanya uang, KPK juga telah menyita satu motor besar BMW seri R bernopol B 3946 FT yang nilainya ratusan juta rupiah dan batangan emas dengan berat total 180 gram. Terakhir, menyita sebuah mobil mewah Toyota All New Camry Hybrid berwarna hitam.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP memaparkan penyidik KPK menemukan uang saat penggeledahan di rumah dinas RR pada Selasa (13/8/2013) malam. Uang yang ditemukan adalah sebesar US$ 90 ribu dan SIN$ 127 ribu di brankas RR di kantor SKK Migas dan pada Kamis (15/8/2013) ditemukan lagi sejumlah US$ 200 ribu dan SIN$ 60 ribu. “Dari pengakuan salah satu tersangka, diketahui ada pemberian selain US$ 400 ribu itu, yakni US$ 300 ribu pada Juli. Kami mendalami dan mengembangkan kasus ini baik dari sisi penerima atau pun pemberi suap,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Minggu (1/9/2013). KPK, lanjut Johan Budi SP, juga belum menyimpulkan apakah sumber uang suap untuk RR dari perusahaan ataukah dari perorangan.

Dalam kasus dugaan suap SKK Migas ini, KPK pun telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas, RR, sebagai tersangka penerimaan suap bersama dua orang lainnya, yakni seorang pelatih golf bernama Deviardi alias Ardi dan salah satu pemilik sekaligus komisaris dari PT. Kernel Oil Private Limited, Simon Gunawan Tanjaya (SGT). 

KPK menjerat RR dan Deviardi dengan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. SGT diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

RR dan Ardi telah ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di basement Gedung KPK. SGT ditahan di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di Pomdam Jaya Guntur. (id/sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.156 Since: 05.03.13 | 0.183 sec