Hukum

BPK Akan Audit Investigasi SKK Migas

Friday, 06 September 2013 | View : 789

JAKARTA-SBN.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengaudit investigasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Langkah itu ditempuh sebagai respon atas kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR). “Lagi kami proses (audit investigatif),” ungkap Kepala BPK Hadi Poernomo usai menyerahkan hasil perhitungan kerugian negara atas proyek Hambalang, di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Kepala BPK, Hadi Poernomo menegaskan, saat ini BPK masih harus membuat audit program mengenai langkah-langkah yang akan diambil. “Tapi data sudah kami kumpulkan. Tunggu (saja),” jelas mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini.

Seperti diberitakan, kasus dugaan suap SKK Migas ini bermula dari peristiwa Tangkap Tangan yang dilakukan penyidik KPK terhadap RR, SGT, dan pelatih golf Deviardi alias Ardi pada Selasa (13/8/2013). Mereka ditangkap lantaran diduga baru saja melakukan serah terima uang sebesar US$ 400 ribu untuk pengurusan kegiatan di SKK Migas. Diduga, RR dan Ardi menerima suap dari SGT terkait pengelolaan kegiatan hulu migas di lingkungan SKK Migas. Pemberian itu diduga terkait kewenangan RR di lingkup SKK Migas. Salah satu kewenangan lembaga pimpinan RR itu adalah menunjuk penjual minyak dan gas. 

Penyidik KPK telah melakukan upaya hukum lainnya, yakni penggeledahan dan penyitaan. Dari sejumlah penggeledahan yang dilakukan, penyidik KPK telah menyita sejumlah uang dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) sebanyak US$ 1.240.000 atau setara dengan Rp 12,834 miliar dan SIN$ 187.000 atau setara dengan Rp 1,526 miliar. Tidak hanya uang, KPK juga telah menyita satu motor besar BMW seri R bernopol B 3946 FT yang nilainya ratusan juta rupiah dan batangan emas dengan berat total 180 gram. Terakhir, menyita sebuah mobil mewah Toyota All New Camry Hybrid berwarna hitam.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP memaparkan penyidik KPK menemukan uang saat penggeledahan di rumah dinas RR pada Selasa (13/8/2013) malam. Uang yang ditemukan adalah sebesar US$ 90 ribu dan SIN$ 127 ribu di brankas RR di kantor SKK Migas dan pada Kamis (15/8/2013) ditemukan lagi sejumlah US$ 200 ribu dan SIN$ 60 ribu. “Dari pengakuan salah satu tersangka, diketahui ada pemberian selain US$ 400 ribu itu, yakni US$ 300 ribu pada Juli. Kami mendalami dan mengembangkan kasus ini baik dari sisi penerima atau pun pemberi suap,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Minggu (1/9/2013). KPK, lanjut Johan Budi SP, juga belum menyimpulkan apakah sumber uang suap untuk RR dari perusahaan ataukah dari perorangan.

Dalam kasus dugaan suap SKK Migas ini, KPK pun telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas, RR, sebagai tersangka penerimaan suap bersama dua orang lainnya, yakni seorang pelatih golf bernama Deviardi alias Ardi dan salah satu pemilik sekaligus komisaris dari PT. Kernel Oil Private Limited, Simon Gunawan Tanjaya (SGT).

KPK menjerat RR dan Deviardi dengan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. SGT diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

RR dan Ardi telah ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di basement Gedung KPK. SGT ditahan di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di Pomdam Jaya Guntur. (id/sp)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.881.128 Since: 05.03.13 | 0.1465 sec