Hukum

Berkas Kasus Pembunuhan Sisca Yofie Masih Diteliti Kejari Bandung

BANDUNG-SBN. 

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Bandung Abun Hasbulloh membenarkan pihaknya sudah menerima limpahan tahap pertama berkas kasus pembunuhan Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam, dari penyidik Polrestabes Bandung.

Tim kejaksaan, sambung Abun Hasbulloh, kini masih meneliti kelengkapan berkas kasus dengan dua tersangka itu. “Berkas Sisca Yofie kami terima dari penyidik sekitar seminggu lalu. Sekarang kelengkapan berkasnya masih dalam penelitian. Jadi masih ada waktu 7 hari lagi sampai waktu penelitian 14 hari,” papar Abun Hasbulloh, Kamis (5/9/2013).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Bandung Abun Hasbulloh mengungkapkan Jaksa yang dilibatkan dalam penelitian berkas Yofie cukup banyak. “Selain saya, yang ikut meneliti berkas ada Kepala Seksi Pidana Khusus dan Kepala Seksi Penuntutan. Kalau menurut saya pribadi, berkasnya belum lengkap. Tapi kan keputusan nggak bisa dari satu orang, harus mempertimbangkan pendapat yang lain juga,” beber Abun Hasbulloh.

Selain tim Kejaksaan Negeri Bandung, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat juga akan ikut mempertimbangkan keputusan atas hasil penelitian berkas. Keputusan atas hasil penelitian tim juga akan diambil dengan mempertimbangkan pendapat para pejabat kejaksaan lebih tinggi. Rencananya, tambah Abun Hasbulloh, Senin nanti tim Kejaksaan Negeri juga akan menggelar perkara Sisca Yofie di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. “Karena kasus ini juga menjadi atensi pimpinan. Setelah gelar perkara itu, dalam 14 hari, nanti sudah ada keputusan apakah misalnya berkas belum lengkap dan harus dikembalikan untuk dilengkapi penyidik atau bagaimana,” kata Abun Hasbulloh menjelaskan.

Abun Hasbulloh juga menyebutkan berkas kasus pembunuhan Sisca Yofie lebih tebal dari umumnya kasus pidana biasa. Ketebalan sekitar 20 cm. “Tebalnya ada lah segitu (20 cm). Berkas juga banyak memuat foto-foto luka hasil visum dan foto hasil rekonstruksi di TKP,” papar dia.

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Drs. Sutarno mengaku berkas kasus pembunuhan Franceisca Yofie sudah rampung disusun penyidiknya. Polisi, tutur dia, pun sudah menyerahkan berkas kasus mengenaskan itu ke Kejaksaan Negeri Bandung. “Pelimpahan berkas tahap satu sudah kami lakukan ke Kejaksaan,” ucap Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Drs. Sutarno usai acara di kawasan Lapangan Gasibu Kota Bandung. Alhasil, ujar dia, kini penyidik tinggal menunggu hasil pemeriksaan Jaksa atas berkas kasus pembunuhan sadistik itu. “Kalau hasil pemeriksaan Jaksa nanti menyatakan berkasnya sudah lengkap, kami akan tindak lanjuti dengan pelimpahan tahap 2,” imbuh Kombes Pol. Drs. Sutarno. Pelimpahan tahap II adalah pelimpahan para tersangka dan barang bukti kepada Jaksa penuntut untuk persiapan maju ke pengadilan.

Sebelumnya, meski sudah melakukan reka ulang sebagai syarat kelengkapan, berkas kasus pembunuhan Franceisca Yofie (34) atau Sisca dinilai masih belum sempurna. Polisi bekerja keras guna menyelesaikan berkas kasus pencurian dengan kekerasan yang berujung menewaskan Bandung Branch Manager PT. Verena Multi Finance Tbk ini.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko mengungkapkan, penyidikan terus dilakukan guna melengkapi berkas yang akan disampaikan ke Kejaksaan. Data-data yang sudah dikantongi oleh penyidik, sudah dituangkan dalam berkas. Namun demikian, masih ada kekurangan yang harus dipenuhi. “Masih proses melengkapi berkas. Berkas belum dilimpahkan,” ujar AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko di Mapolrestabes Bandung, Rabu (28/8/2013). Kasat Reskrim Polrestabes Bandung tak dapat memastikan target pelimpahan kasus ini. Yang jelas, pelimpahan berkasnya baru akan dilakukan jika berkas tersebut sudah lengkap dan sempurna.

Pada tahap pertama, kata AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko, berkas perkara akan dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jika dinyatakan sudah lengkap, maka akan dilanjutkan dengan pelimpahan tahap kedua, yaitu penyerahan alat bukti dan tersangka kepada JPU. “Tak ada target waktu. Secepatnya kami rampungkan. Setelah sempurna seluruh proses administrasi penyidikan, baru akan kita limpahkan,” terang AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko.

Masih terkait kasus pembunuhan sadis korban yang bernama Sisca Yofie, Dokter forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Noorman Heryadi tersinggung dengan pernyataan ahli forensik Markas Besar Polri Mun'im Idris ihwal visum korban Franceisca Yofie alias Sisca Yofie. “Tidak etis seorang guru bicara seperti itu. Apalagi tanpa data dan fakta. Bicara di depan media soal hukum harus dengan fakta dan data,” cetus dr. Noorman Heryadi di Bandung, Rabu (28/8/2013).

Ketua Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung dr Noorman Heryadi membantah bahwa outopsi terhadap Sisca Yofie hanya dilakukan oleh dokter umum. Ia meyakinkan kalau dirinya langsung terlibat dalam proses outopsi tersebut. “Saya yang melakukan (outopsi) dan memang ada sejumlah dokter termasuk dokter umum. Tapi kami bekerja dalam tim, bukan hanya sendiri,” jelas ahli forensik RSHS, dr. Noorman Heryadi di Ruang Pamulasaran Jenazah RSHS, Rabu (28/8/2013). Karenanya ia kecewa pada pernyataan ahli forensik RSCM Mun’im Idris yang menyatakan kalau outopsi Sisca Yofie dilakukan oleh dokter umum. “Sejawat saya ini tidak tahu apa yang saya lakukan. Ini juga menunjukkan bahwa dari kacamata forensik, dia tidak profsional. Lupa etika. Sejawat saya ini juga kurang memahami apa artinya kesimpulan,” tukasnya.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne, Selasa (27/8/2013) malam, Mun'im Idris menyebutkan hasil visum terhadap Sisca Yofie dilakukan oleh dokter umum, bukan dokter ahli forensik. Dr. Noorman Heryadi merasa kesal dan menganggap ada indikasi kepentingan pribadi pada pernyataan Mun'im Idris. Dr. Noorman Heryadi menegaskan, tidak ada intervensi pada dirinya dari pihak mana pun dalam kasus tersebut. “Saya dokter, tidak boleh dan tidak mungkin diintervensi oleh pihak mana pun,” ujar dr. Noorman Heryadi sambil bergegas menuju mobilnya.

Ihwal pernyataan Mun'im Idris yang bakal mengotopsi ulang dan membongkar makam Sisca Yofie, pihak keluarga melalui pengacaranya Muhammad Tohir belum memberikan kepastian. “Kami masih menunggu kerelaan pihak keluarga. Namun, jika memang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kami sepakat untuk mengungkap apabila ada bukti-bukti baru,” tutur Muhammad Tohir.

Dalam keterangannya pada hari Kamis (15/8/2013), dr. Noorman Heryadi, yang menjadi pimpinan tim forensik dalam kasus ini, mengatakan luka terbuka dan lecet-lecet memenuhi tubuh Sisca Yofie dari kepala hingga kaki. Menurut dr. Noorman Heryadi, luka korban jenis terbuka ukuran lebih besar satu di dahi kanan dan dua di kepala bagian belakang. “Saya enggak tahu rambut dalam gir (sepeda motor) karena enggak periksa gir," ucapnya. Dr. Noorman Heryadi memastikan tidak ada kulit kepala yang terlepas akibat rambut tertarik. Namun, dr. Noorman Heryadi mengakui ada rambut terpotong yang jumlahnya luas di belakang kepala. Luka lecet, imbuh dr. Noorman Heryadi, terdapat di bagian depan dari wajah hingga kaki dan belakang tubuh dari bagian belakang kepala korban. “Artinya dia terseret (sampai tubuhnya) terlentang dan telungkup,” bebernya. Adapun kematian korban, dr. Noorman Heryadi menuturkan, akibat kehabisan darah. “Akibat pendarahan luka bacokan dan luka lain. Semua luka berdarah. Luka lebih dalam, perdarahan lebih banyak,” pungkasnya. (tem)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.182 Since: 05.03.13 | 0.1339 sec