Internasional

Pemerintah Mesir Gagas Pembubaran Ikhwanul Muslimin

Wednesday, 04 September 2013 | View : 773

KAIRO-SBN.

Upaya pemerintahan interim Adly Mansour di Mesir membubarkan organisasi masyarakat nonpemerintah Ikhwanul Muslimin (IM) terus digagas.

Sebuah panel peradilan di Kairo merekomendasi hukum pembubaran faksi Islam terbesar di negeri Piramida tersebut. Panel hakim tinggi di Kairo memberikan saran tidak mengikat untuk menggunakan Undang-undang 84/2002 sebagai senjata pembeku IM. UU tersebut adalah produk regulasi represif dari rezim lama, Husni Mubarak. Aturan tersebut mengandung kewenangan pemerintah membubarkan paksa kelompok paramiliter dan organisasi berbahaya. Susunan rekomendasi tersebut dilayangkan panel ke Perdana Menteri (PM) interim DR. Hazem el-Beblawi, Senin (2/9/2013).

Hingga Selasa (3/9/2013) belum ada jawaban dari pemerintah. Namun, upaya pembubaran Ikhwanul Muslimin (IM) pascakudeta 3 Juli 2013 silam, bukan sekali ini saja terjadi. Pekan lalu, kelompok penentang Ikhwanul Muslimin (IM) mendesak pemerintahan interim membubarkan Ikhwanul Muslimin lantaran dianggap sebagai wadah orang-orang berbahaya. Pemerintah Mesir interim, Rabu (28/8/2013), menyatakan bakal membatalkan rencana membubarkan Ikhwanul Muslimin (IM). Pembatalan itu dilakukan berdasarkan seruan dari Perdana Menteri Hazem el-Beblawi, Selasa (27/8/2013), yang menyatakan bahwa Pemerintah Mesir tidak seharusnya melarang IM maupun tak melibatkan IM dalam proses politik setelah pihak militer mengudeta Mohamed Moursi. Langkah politik terkini itu kemudian menimbulkan spekulasi bahwa pemerintah interim telah bersiap diri bagi penuntasan krisis politik. Padahal pada 17 Agustus lalu, Hazem el-Beblawi-lah yang mencetuskan agar organisasi Islam tertua di jazirah Arab tersebut patut dibubarkan.

Meski sebelumnya, pernyataan keras Hazem Abdel Aziz Al Beblawi atau Hazem el-Beblawi telah ditarik. Dalam sebuah sesi wawancara dengan media milik pemerintah, Selasa (27/8/2013) tengah malam, Hazem el-Beblawi menyatakan seharusnya pihak pemerintah tak boleh difungsikan sebagai regulator, namun harus sebagai lembaga monitor bagi dinamika kelompok-kelompok politik. “Membubarkan kelompok tersebut bukanlah solusi, dan hal yang keliru jika mengambil keputusan tergesa-gesa dalam situasi gejolak saat ini,” tutur Hazem el-Beblawi seperti dikutip kantor berita MENA. “Sebaiknya kita hanya memantau mereka dalam suatu kerangka sistem politik tanpa perlu membubarkan kelompok atau mencurigai mereka saat beraksi di luar pengetahuan kita," tambah dia.

Keberadaan organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir semakin terancam. Pasalnya, saat ini pemerintah Mesir interim yang didukung Militer itu tengah mengkaji usulan pembubaran organisasi islam tersebut. Perdana Menteri Mesir, Hazem el-Beblawi mengatakan bahwa pertumpahan darah yang sekarang terjadi di negaranya merupakan ulah Ikhwanul Muslimin (IM). Oleh karenanya, organisasi pendukung mantan Presiden Mohamed Moursi tersebut tidak bisa dibiarkan terus hidup di Mesir. “Tidak akan pernah ada rekonsiliasi dengan mereka yang tangannya telah dinodai darah dan menodongkan senjatanya kepada negara dan institusinya,” tegas Beblawi seperti dilansir dari kantor berita Reuteurs, Minggu (18/8/2013).

Apabila kebijakan ini benar-benar diterapkan maka para anggota Ikhwanul Muslimin di seantero Mesir terancam diganjar hukuman pidana. Pemerintah pun berhak untuk menyita seluruh aset mereka. Saat ini ribuan anggota Ikhwanul Muslimin berada dalam tahanan pemerintah. Sebanyak 250 orang di antaranya juga menghadapi ancaman pidana pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan terorisme.

Penasehat Presiden Bidang Politik, Mostafa Hegazy menuturkan bahwa anggota Ikhwanul Muslimin sebenarnya bertanggung jawab atas berbagai tindakan kriminal. Diantaranya, penyerbuan markas dan pembunuhan aparat kepolisian serta pembakaran gereja. Namun, lanjutnya, selama ini aksi mereka luput dari perhatian media Internasional. “Masyarakat Mesir merasa sakit hati atas pemberitaan yang ada selama ini," ujarnya.

Sentimen anti-Ikhwanul Muslimin mengencang sejak mantan presiden Mohamed Moursi menjabat tahun 2012 silam. Mohamed Moursi adalah pemenang pemilu nasional 2012 lalu lewat Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP). Ikhwanul Muslimin tercatat sebagai organisasi massa yang merupakan bagian dari Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), partai yang didirikan sejak Hosni Mubarak berhasil digulingkan pada tahun 2011. FJP adalah sayap politik Ikhwanul Muslimin dan Mohamed Moursi adalah tokoh Ikhwanul Muslimin ternama. Saat digelar pemilu pada tahun 2011, partai ini meraih kemenangan besar di setiap tahap pemilihan umum, yang kemudian berhasil mendudukkan Mohamed Moursi sebagai presiden Mesir yang terpilih secara demokratis pada tahun 2012. Presiden Mesir terguling Mohamed Moursi kini menjadi tahanan militer bersama puluhan pemimpin Ikhwanul Muslimin lainnya. The Guardian melaporkan rencana pembubaran dan dibekukannya Ikhwanul Muslimin kali ini sepertinya bakal terkabul. Pada Ahad (1/9/2013) lalu, Pengadilan Tinggi Kairo juga mengeluarkan dakwaan bagi Mohamed Moursi dan 14 tokoh senior Ikhwanul Muslimin. Mohamed Moursi dan kelompoknya dijerat dengan pasal berlapis.

Kelompok Ikhwanul Muslimin didirikan pada tahun 1928. Organisasi ini pernah dibubarkan oleh rezim militer Mesir saat berkuasa pada tahun 1954. Walau sempat dilarang selama 30 tahun oleh rezim Hosni Mubarak, kelompok IM aktif bergerak dalam setiap upaya penggalangan dana. Kemudian dana tersebut dialokasikan untuk anggotanya yang maju sebagai calon anggota legislatif dalam pemilu tingkat daerah. Setelah beberapa dekade menggalang kekuatan secara tersembunyi, IM mencatatkan diri sebagai organisasi nonpemerintah pada Maret tahun 2013 sebagai respons legalitas yang dipermasalahkan oleh lawan politiknya. 

Sebelumnya dikabarkan, Jumat (30/8/2013), sejumlah aksi unjuk rasa kembali terjadi di sejumlah kota di Mesir. Walau tanpa diiringi huru-hara yang membuat kehebohan, aksi unjuk rasa ini menjadi kian besar karena pada Kamis (29/8/2013), Kementerian Dalam Negeri Pemerintah interim Mesir mengumumkan telah menangkap seorang politisi senior Ikhwanul Muslimin (IM), Mohamed al-Beltagi, di sebuah perkampungan di luar Kairo, dan 28 pendukung tokoh penting pro-Moursi lainnya. Sebelum ditangkap, Mohamed Al-Beltagi menyerukan pada kelompok loyalis pro-Moursi agar seusai salat Jumat (30/8/2013), kembali melakukan aksi unjuk rasa. Seruan tersebut dilaksanakan kelompok-kelompok pro-Moursi di seluruh kawasan Mesir walau ada ancaman dari pihak keamanan tak segan-segan mengarahkan moncong senjata mereka jika unjuk rasa berujung rusuh. “Atas seruan untuk melakukan unjuk rasa, pihak keamanan sudah bersiaga penuh untuk mengadang tindak pelanggaran hukum,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Mesir.

Menanggapi ancaman tersebut, kelompok-kelompok pro-Moursi menimpalinya secara kooperatif. “Kami sudah terima peringatan tersebut, akan tetapi mereka tak bisa menghalangi kami berunjuk rasa secara damai,” tukas Salah Gomaa, anggota Anti-Coup Alliance yang pro-Moursi.

Menurut pantauan Aljazeera, Jumat (30/8/2013), unjuk rasa terjadi di Nasr, Mohandiseen, Kairo, Giza, Qalyoubia, dan di wilayah Delta Nil. Agar situasinya tak memanas, pemerintah sementara menutup akses ke lokasi Rabaa al Adawiya, Tahrir, dan Ramses Square, serta menghentikan operasional sejumlah kantor pemerintah. (aljazeera/reuters/mena)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.886.222 Since: 05.03.13 | 0.1455 sec