Internasional

Percobaan Pembunuhan Terhadap Menteri Dalam Negeri Mesir

Friday, 06 September 2013 | View : 774

KAIRO-SBN.

Menteri Dalam Negeri Pemerintah Mesir interim, Mohammed Ibrahim, berhasil lolos dari ledakan bom saat upaya pembunuhan terhadap dirinya terjadi pada Kamis (5/9/2013) kemarin. Hari Kamis (5/9/2013) pagi terjadi ledakan bom dekat iring-iringan mobil Menteri Dalam Negeri pemerintah Mesir interim, Mohammed Ibrahim di Kairo. Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim baru saja meninggalkan rumahnya di distrik Nasr City, Kairo ketika ledakan terjadi di dekat konvoinya.

Para pejabat keamanan mengatakan satu serangan bom mobil terhadap konvoi menteri itu terjadi Kamis (5/9/2013) sekitar pukul 10.30 waktu setempat atau pukul 15.30 WIB di dekat rumahnya di daerah Kota Nasr. Sebuah bom mobil menargetkan konvoi Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim, di sebelah timur distrik Kairo, Nasr, menurut beberapa pejabat keamanan berwenang. Namun, Mohammed Ibrahim, selamat dari serangan bom tersebut. “Konvoi mobil yang mengawal Mohammed Ibrahim, diserang bom saat melewati Kota Nasr,” kata pejabat keamanan setempat yang dimintai keterangan oleh media setempat. “Ada 10 orang cedera saat serangan bom terjadi, namun Menteri Dalam Negeri yang memang tinggal di Nasr City tak mengalami luka sedikit pun,” tambah dia. Kabar lanjutan dari pejabat keamanan tersebut menyampaikan bahwa pihak kepolisian Mesir telah membunuh dua pelempar bom yang mencoba membunuh Mohammed Ibrahim.

Raouf Mahmoud yang tinggal di dekat rumah menteri tersebut mendengar suara ledakan. “Orang-orang lari kesana-kemari. Hanya beberapa saat setelah itu ada dua atau tiga mobil BMW berwarna hitam dari rombongan pengawal terbakar. Beberapa saat kemudian seperti tiga atau empat menit terdengar letusan senjata,” cerita Raouf Mahmoud.

Para pejabat mengatakan, hingga saat ini belum diketahui pasti apakah bom yang meledak berasal dari bom bunuh diri atau hanya bom yang diletakkan di mobil lalu diledakkan dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Awalnya pihak berwenang menyatakan itu bom mobil, tetapi kemudian mengatakan mereka curiga bom itu dilemparkan dari gedung di dekatnya.

Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohammed Ibrahim tampil di televisi pemerintah segera setelah serangan itu dan ‘mengutuk usaha pembunuhan yang pengecut itu’. Media pemerintah menggambarkan serangan itu sebagai upaya pembunuhan yang gagal. Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim mengatakan ia selamat dari usaha pembunuhan ketika satu bom yang ditujukan kepada konvoinya meledak. Mohammed Ibrahim mengatakan konvoinya jadi sasaran ‘satu bom yang diledakkan dari jarak jauh’ sehingga mencederai ‘banyak pengawal’.

Sosok Mohammed Ibrahim memang amat diincar oleh kelompok pro Moursi. Ia merupakan salah seorang yang bertanggung jawab atas ‘pembantaian berdarah’ terhadap kelompok penyokong Moursi oleh pihak militer saat terjadi pembubaran aksi protes beberapa waktu lalu. Saat diwawancarai pihak jurnalis, Mohammed Ibrahim sebenarnya telah diberi informasi bakal ada upaya pembunuhan terhadap dirinya. “Apa yang terjadi hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gelombang terorisme,” beber Mohammed Ibrahim.

Gambar televisi pemerintah menunjukkan kehancuran parah di bagian depan satu gedung di lokasi ledakan itu. Siaran televisi pemerintahan Mesir hanya melaporkan ledakan terjadi di dekat Kota Nasr di kediaman Mohammed Ibrahim. Tidak diberitakan pula apakah ada orang yang tewas dan terluka dalam insiden tersebut.

Ledakan bom yang oleh pihak berwenang disebut sebagai percobaan pembunuhan. Beberapa orang luka-luka tetapi para pejabat mengatakan Menteri tersebut selamat. Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan mengatakan tujuh orang cedera akibat ledakan itu, sementara seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan empat polisi cedera termasuk seorang polisi yang kakinya putus akibat ledakan itu. Kementerian Dalam Negeri mengatakan konvoi Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim jadi sasaran satu ‘bom’ tanpa merinci lebih jauh.

Kantor berita pemerintah, MENA, mengatakan polisi segera menutup seluruh akses jalan ke Kementerian Dalam Negeri yang terletak di pusat kota Kairo.

Seorang koresponden AFP mengatakan beberapa mobil hancur akibat ledakan itu, sementara polisi menutup akses ke lokasi itu.

Kota Nasr merupakan tempat basis Ikhwanul Muslimin (IM), kelompok Islam yang mendukung Presiden Mesir terguling, Mohamed Moursi. Mohamed Moursi digulingkan dalam kudeta militer, 3 Juli silam usai jutaan demonstran menuntut pengunduran dirinya setelah satu tahun menjabat. Di tempat itu pula sejumlah demonstran dibubarkan pihak kepolisian pada 14 Agustus lalu. Bentrokan yang terjadi mengakibatkan lebih dari ratusan orang, sekitar seribu orang terutama para pendukung mantan Presiden Mesir terguling, Mohamed Moursi tewas tanggal 14 Agustus lalu dan beberapa hari setelah itu. Konfrontasi tersengit terjadi di Rabaa Al Adawiya tidak jauh dari lokasi ledakan hari Kamis (5/9/2013). Kairo dan sebagian besar Mesir berada dalam kondisi siaga sejak penumpasan para penentang pemerintah baru yang dipimpin militer. Kondisi siaga yang diberlakukan pemerintah dan jam malam, membuat banyak warga Mesir memuji apa yang disebut pemerintah sebagai perang melawan teroris. 

Banyak pemimpin tinggi Ikhwanul Muslimin (IM) partai Mohamed Moursi, telah ditangkap. Beberapa diantaranya termasuk Mohamed Moursi dituduh menghasut aksi kekerasan. Lainnya bersembunyi atau telah meninggalkan Mesir. Para pendukung Mohamed Moursi mengecam balik bahwa pemerintah yang telah melakukan aksi kekerasan dan menuduh militer melakukan kudeta. 

Beberapa analis mengingatkan tentang kemungkinan terulangnya revolusi pra tahun 2011 di mana terjadi militer lawan Islamis yang terkadang diwarnai kekerasan. 

Penerbit Hisham Kassem menyebutkan situasi sekarang menimbulkan resiko terulangnya gelombang aksi teroris, tetapi hal ini tidak akan berhasil. “Bisa terjadi pertumpahan darah. Dan keadaan menyedihkan. Tetapi mereka tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan kekuatan politik lewat kekerasan,” kata Hisham Kassem.

Tetapi ada yang mengingatkan bahwa dalam keadaan sekarang ini, tanggungjawab atas tindakan-tindakan seperti itu mungkin tidak selalu jelas. Berbicara dengan dilatarbelakangi kekhawatiran terjadi tindakan pembalasan, mereka mengingatkan kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa bertahap untuk membenarkan penumpasan yang dilakukan pemerintah. 

Koalisi dari pihak oposisi Islam Mesir mengutuk serangan bom terhadap konvoi tersebut. “Otak dari pemboman itu harus dihukum,” ujar aliansi anti makar, mengutip perkataan seniornya.

Atas serangan bom tersebut, pihak Ikhwanul Muslimin (IM) langsung menyangkal bahwa kelompoknya yang ada dibelakang serangan bom tersebut. “Aksi kami sifatnya damai. Ini cuma akal-akalan pihak militer yang ingin berkuasa kembali dan memulai kembali era represif yang diperkenalkan rezim Presiden Hosni Mubarak,” demikian bunyi bantahan dari Ikhwanul Muslimin seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/9/2013).

Para pejabat masih belum mau berbicara tentang otak pelaku pemboman tersebut karena mereka merasa tidak berwenang untuk menjelaskannya. Belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan itu. (mena/ant/afp/reuters)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.115 Since: 05.03.13 | 0.1621 sec